Ngomongin soal kewajiban suami-isteri seperti tak ada habisnya. Terlebih jika dikaitkan dengan keuangan keluarga. Apakah benar bahwa pernyataan, "uangmu uangku, uangku uangku" tepat?
Nah, bagi yang masih bingung sepertinya perlu banget menyimak kultwit Pakar Financial Planer kita, Bapak Ahmad Gozali. Dan yang kebetulan ga sempat mengikuti kultwit tersebut di lini masa beliau, maka berikut kultwit yang diberi tagar #double oleh beliau. Selamat menyimak...
Selamat menimba ilmu dan menyelami tiap katanya :)
Pasti pernah dengar "uangmu uangku juga, uangku ya uangku". Ini bener gak sih? #Double
Sebelum menjawab itu, pastikan dulu bahwa suami-istri punya visi yg sama thd masalah keuangan & karir masing2. #Double
"Apa sih tujuannya bekerja dan berpenghasilan...?" coba deh dibahas dulu alasannya agar bisa jawab pertanyaan tadi. #Double
Suami mungkin jawab: tanggungjawabku utk menafkahi keluargaku. Istri mungkin beda2: tambahan tuk keluarga, aktulisasi diri, pengabdian, dll.
Eh, masalah #Double income ini gak cuma tuk mrk yg sama2 kerja lho. Tapi yg sama2 berpenghasilan, dari manapun sumbernya.
Dengan faham tujuan masing2 berpenghasilan, dari situ komunikasi dibangun untuk membagi beban finansial. #Double
Kenapa saya gunakan kata "beban finansial" bukan "tanggungjawab finansial"? Krn saya yakin tanggungjawab hanya ada di pundak suami. #Double
Tanggungjawab keluarga (trmsk finansial) ada di pundak suami sepenuhnya. Namun bebannya bisa ditanggung bersama, atas nama cinta :) #Double
Secara syariah, suami tanggungjawab SEMUA kebutuhan finansial keluarga. Tapi bukan berarti uang suami otomatis jadi uang istri. #Double
Secara syariah, harta istri adalah haknya pribadi. Penghasilannya pun haknya pribadi, tanpa perlu berbagi dgn suami. Tapi....... #Double
Tapi istri yg bekerja atas izin suami juga, maka ada peluang utk komunikasi di sini, tdk hanya bicara hak & kewajiban. #Double
Prinsip bagi suami: Gak boleh minta uang sama istri! Tapi kalau dikasi, jangan ditolak :) #Double
Suami menafkahi keluarga, adlh kewajiban. Istri membantu nafkah keluarga, bernilai sedekah. #Double
Fahami & sepakati prinsip2 dasar tadi, maka bagaimanapun pengaturan teknisnya nanti, sama2 enak bagi kedua pihak. #Double
Sekarang kita bicara teknisnya.... ada 3 strategi untuk mengatur #Double income ini. Tapi ingat, hrs disepakati bersama.
Cara pertama: Suami tanggung semua. Penghasilan istri bebas mau diapain aja. #Double
Cara ke-2: Sistem 1 keranjang. Penghasilan suami + (sebagian) istri disetor ke rekening bersama. Dari situ bayar kebutuhan. #Double
Cara ke-3: Sistem 2 keranjang. Membagi beban, suami bayar ini. Istri bayar itu. Disepakati, tdk ada rumusnya. Ingat prinsip di awal. #Double
Cara apapun yg dipakai, SEPAKATI. Jika tdk ada kesepakatan, maka kembali ke prinsip dasar: SEMUA ditanggung suami. #Double
Tapi apa enaknya sih menikah kalau tdk ada kata SEPAKAT? Yg terjadi adlh tuntutan hak-kewajiban, bkn krn cinta & kasih sayang. #Double
So, PR nih buat yg #Double income tapi msh setengah hati ngatur duitnya. Duduk bareng dong & bahas masalahnya biar enak. Setuju?
Bagaimana dgn dominasi...? Ada suami yg merasa klo istrinya berpenghasilan cenderung lbh dominan. Bener gak sih? #Double
Coba deh ngaca... bisa jadi istri pun merasa kalo suaminya jadi lebih dominan ketika berpenghasilan sendiri. #Double
Jangan jadikan uang sebagai kambing hitam dari masalah dlm keluarga. Dominasi itu karakter, uang menjadi alat penguatnya saja. #Double
Maka mengatasi masalah DOMINASI suami/istri, bkn dgn cara "mengebiri" keuangannya. Tapi dari akar masalahnya. Dimanakah cinta? #Double
Bagaimana? Sudah punya gambaran bukan? So, what should we do? :)
Assalamu'alaykum...
Selamat Datang.... ^_^
Selamat Datang.... ^_^
Jumat, 10 Februari 2012
Senin, 06 Februari 2012
Kata Mereka Tentang The Kitchen's King

Beberapa waktu lalu saya baru saja diberi kesempatan untuk nerbitin buku melalui leutikaprio.com. Meskipun masih dengan publishing service dengan penjualan online, tentu saya ga mau main-main dong dengan kualitasnya. Maka saya meminta komentar dari beberapa yang sudah membacanya. Penilaian pembaca ini akan saya jadikan koreksi untuk perbaikan ke depan agar bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi, insyaAllah. :)
Beberapa komentar saya dapatkan via sms, twitter dan message di FB. Mau tahu apa kata pembaca? Ini dia beberapa yang saya bagikan! ^-^
"Subhanallah, barakallah..bagus,mb. Ada beberapa pertanyaan beberapa tahun belakangan,terjawab di tiga cerita mb lina. Hampir menangis membacanya. Ada beberapa cerita, saya merasa, 'ih,mba lina banget ini'
sampai senyum-senyum saya bacanya..
Request dung mba, cerita the kitchen king nya dijadikan satu novel, seru ide ceritanya,mba. Menarik." (Sarah Melina - Aceh)
"Ceritanya bagus-bagus mba,sehari-hari banget...jadi penasaran jadi pngen baca lagi,lagi dan lagi. Mengharukan dan bikin berkaca-kaca selama bacanya...hayooo tulis lagi mba,tapi yang happy ending yaaaah *request ;)
Chayoooooooo...pokoknya semangat terus buat nyalurin inspirasinya dan bikin kita-kita yang baca ikutan sedih,senang,bahagia,deg-degan,penasaran dan nambah pngetahuan agama juga,sarat nasehat yang biasa ada dikehidupan sehari-hari yang kadang terlupakan untuk disyukuri :)." (Dhiva Husril - Cirebon)
"Ceritanya udah bikin aku nangis aja. Kisah Rinda dan Rehan, itu yang bikin aku nangis. Btw, Lina ini spesialis kecelakaan ya.hehehe " (Putri - Bintaro)
"Wah, udah punya buku aja nih. Pasti Mb AE sangat bangga padamu, Lin. Btw, kamu ternyata sadis juga ya. Hampir semua tokoh yang mati, kejadiannya kecelakaan." (Ipung - Bintaro)
"Seneng banget bacanya. Jadi semangat untuk menjadi lebih sholehah lagi." (Popi Suhera - Batam)
"Sad endingnya itu, banyak yang ngagetin. Ga nyangka ^-^." (Firda, Bintaro)
Penasaran? Yuk, beli bukunya. Baca hingga tuntas dan berikan komentar kalian. ^-^
You Write

Suka menulis? Ingin menulis tapi masih ragu? Bingung bagaimana memulainya? Ga tahu apa yang harus ditulis? Eits, tunggu dulu. Jangan keburu untuk angkat bendera putih dan menyerah. Perang belum dimulai malah, masa kalah duluan?Hehehe...
Buat temen-temen yang tertarik dengan dunia kepenulisan, saya mau share apa yang pernah disampaikan oleh Mb Reda Gaudiamo (salah satu guru saya di wordisme ^-^) melalui kultwitnya beberapa waktu lalu. Yuk, silakan dismak! ^_^
#YouWrite 1: menulis itu adalah bentuk komunikasi. Pesan disampaikan dan dipahami.
#YouWrite 2: Seringkali kita lupa pada unsur 'dipahami'. Kalau tak mau dipahami orang, buat apa disampaikan? Ya kan?
#YouWrite 3: Menulis cerita/pesan yg dipahami adalah hal utama buat semua penulis.
#YouWrite 4: Mau nulis yg surealis? Blh, tp jagoan bikin cerita yg bisa dimengerti duulu. Spt pemusik jazz: sblm improv, main klasik dulu.
#YouWrite 5: Mau tahu tulisan kita jelas/ tidak? Minta teman membacanya. Kl dia bertanya lebih dari 2X, artinya ada yg tak beres.
#YouWrite 6: apakah kita sendiri bisa merasakan ketidak-jelasan itu? Bisa ya, bisa tidak.
#YouWrite 7: Ya, kita rasakan ketidak-jelasan itu, ketika membaca susunan kailmat sendiri lebih dari sekali, dan bingung sendiri. :)
#YouWrite 8: Dibaca ulang krn tidak jelas, beda d/ baca ulang krn ingin mengubah 'rasa', gaya/style dlm proses editing.
#YouWrite 9: Kita tdk merasa ada yg tak jelas pd tulisan sendir: itu biasa. Tp tak bleh dibiasakan.
#YouWrite 10: Tak terasa krn kita sgt 'terikat' pd tulisan sendiri. Terlalu cinta, shg semua 'tampak sempurna'.
#YouWrite 11: Dari mana datangnya ketidak jelasan itu? Ada beberapa saluran. 1. Jalan cerita yg tak tahu mau diarahkan ke mana.
#YoouWrite 12. Saluran yg bikin cerita jd tak jelas: 2. Tokoh yg tak jels karakternya. Tak ada alasan jelas knapa berbuat ini bukan itu.
#YouWrite13: Yg bikin cerita tak jelas: 3. KALIMAT! Tata bahasa tak karuan, salah pilih kata -karena tak tahu artinya...
#YouWrite 14: Supaya cerita jela -solusi u/ 1. jalan cerita: Mari buat draft, rencana cerita.
#YouWrite 15: Selain draft, bikin 'pohon cerita' jg sgt membantu membuat cerita jd jelas, runtut.

#YouWrite: 16 POHON CERITA/Tree Story: benihnya a/ 1 kata/nama/peristiwa. Dr sana, buat garis2 yg berhub d/ peristiwa itu.
#YouWrite 17: Pohon cerita membantu kita melihat apakah jalan cerita cukup sederhana atau ruwet.com :)
#YouWrite 18: Saya tak terlalu suka pohon cerita. Krn sering terpancing membuat banyak cabang, ujung2nya draft cerita jd ruwet. :D
#YouWrite 19: Ini contoh pohon cerita/tree story. pic.twitter.com/kG0aaC9U
#YouWrite 20: Spy cerita jelas, saya suka pakai teknik 5W+1H: WHO, WHAT, WHERE, WHEN, WHY + HOW.
#YouWrite 21: apakah susunan 5W+1H harus selalu urut? Menurut saya, terserah saja. Mau dari WHEN, ke WHO, atau WHAT ke HOW... bebas.
#YouWrite 22: Sekarang, solusi u/ tokoh yg tak jelas: Apa solusinya? Buat daftar tentang si tokoh. Mana yg nyambung, mana yg nggak.
#YouWrite 23: Tokoh: tak berlebihan. Jgn terlalu hebat s/ tak bisa dipercaya (kecuali dongeng, ya).
#YouWrite 24: Tokoh: setiap tindakannya ada penyebabnya. Dilarang UJUG-UJUG!
#YouWrite 25: pembentukan tokoh -proses logis dan rasional. Mengapa dia membunuh? Gak bisa alasannya 'kepengen aja.'
#YouWrite 26: Setelah tokoh, kita s/ di kalimat: hal yg bisa bikin cerita/pesan jd tak jelas.
#YouWrite 27: dari semuanya, kalimatlah yg paling seru. Karena jalan cerita, tokoh & settig: semua disampaikan lewat kalimat.
#YouWrite 28: Sebuah cerita dimulai d/ kalimat. Kl kalimat pembukanya sdh tak jelas, ke belakang makin runyam. Dijamin.
#YouWrite 29: Suka tak suka, setiap kalimat mengikuti pola Subjek, Predikat, Obyek, Keterangan/SPOK.
#YouWrite 30: Susunan SPOK boleh dibalik. Terserah. O dan K hilang, bisa juga. Tapi S & P, harus ada.
#YouWrite 31: Di kalimat dialog, S bisa hilang. Karena jelas siapa yg diajak bicara. P, bisa lenyap, kl menjawab pertanyaan ttg siapa.
#YouWrite 32: Selain susunan, pilihan/pemakaian kata yg salah & berlebihan bisa bikin kalimat tak bisa dipahami.
#YouWrite 33: Contoh - Siang itu tak seorang pun bakal terlibat dlm kejadian yang menyatakan berpraduga bersalah. (kal.pembuka sbh novel)
#YouWrite: Baca kalimat 'kejadian yg menyatakan berpraduga...' Apa maksudnya? Kejadian yg menyatakan? Kok kejadian bisa menyatakan?
#YouWrite 35: Org boleh bilang gak suka nulis pakai tata bahasa yg benar, tapi justru itu yg bikin tulisan bisa dibaca & dimengerti.
#YouWrite 36: Konon belajar bahasa asing/Eropa bisa membantu kita lebih paham & menghargai bhs sendiri. :D
#YouWrite 37: Latihan akhir pekan: buat tulisan pendek d/ m'coba beberapa teknik pengembangan: tree story, draft, 5W+1H. Mana yg lb pas?
#YouWrite 38: Latihan 2: buat 3 kalimat pembuka -yg mencekam, yg romantis & lucu. Minta teman membacanya. Pahamkah? Suka? Bingung?
#YouWrite 39: Dr latihan 2, kalau mereka suka, kembangkanlah jd paragraf pembuka. Minta mereka baca lagi.... Begitu seterusnya.
#YouWrite: Berlatih, berlatih dan berlatih -itu yg harus terus kita lakukan agar tulisan semakin baik. Ayo, keluar rumah: cari bahan cerita!
Nah, gimana? Sudah punya keberanian untuk menulis? Sudah punya ide untuk ditulis? Ayo, mulai dari sekarang. Seorang penulis bisa menjadi penulis karena dia menulis. Kalau ga pernah nulis gimana mau jadi penulis?hehehe...
Selamat berkarya teman-teman ^_^
Keluarga Qur'ani

Keluarga adalah tempat yang ternyaman di dunia ini, bukan? Ada kasih sayang ibu. Ada seorang ayah yang selalu memberi rasa aman. Ada cinta yang menaunginya dan tentu cinta itu tak hanya datang dari seisi rumah, tapi juga dari-Nya. :)
Allah Swt melalui firmanNya yang ada di Al Qur'an telah menjelaskan bagaimana sebuah keluarga bisa membangun sebuah peradaban. Bagaimana peran ayah, ibu dan anak di dalamnya. Dan beberapa bahkan juga dijelaskan dalam Sunnah Rasul.
Kali ini, saya akan share beberapa kultwit tentang Keluarga Qur'ani yang beberapa waktu lalu disampaikan oleh senior saya, Mas @dedhi_suharto. Beliau bercerita tentang bagaimana awal mula sehingga beliau menulis buku tersebut dan ada sedikit cuplikan isi bukunya juga lho.
Penasaran? Simak kultwitnya berikut ini! ^-^
1. bismillahirrahmanirrahim, saya mulai kultwit mmbangun #KeluargaQur'ani sejak dini dg mngenang kmbali prtemuan saya dg ust. yusuf effendi.
2. waktu kunjungan ke-2 saya ke amrik, saya ke san fransisco bertemu ust. ye. Adalah kehormatan saya diminta bedah buku nq. #KeluargaQur'ani.
3. saat itu ust. ye mendiskusikan mslah keluarga muslim indonesia di sa. itu ilhami sy u buat buku #KeluargaQur'ani yg diterbitkan @Gramedia
4. Ya, diskusi itu benar2 berkah sebab ust. ye pun brhasil mmbuat buku brtema keluarga. satu diskusi dua buku. subhanallah. #KeluargaQur'ani
5. untuk buku #KeluargaQur'ani sendiri luar biasa berkahnya. saya berhasil dapat kata pengantar dari kh doktor didin @hafidhuddin & neno w.
6. Anugerah juga buat #KeluargaQur'ani ketika penerbit malaysia berkenan membeli rights-nya. nah, berikut ini bgm membangun KQ sejak dini.
7. pertama, ortunya mesti akrab dg al qur'an. Hanya dg begitu kita bs bangun #KeluargaQur'ani. jadi, mari bangun kecintaan thd al qur'an.
8. bila kita belum nikah, ya bina diri kita cinta al qur'an. Jodoh kita mudah2an juga cinta al qur'an. amin. #KeluargaQur'ani
9. bila ternyata baru skrg sadar padahal sudah telanjur berkeluarga, yuk ajak diri dan pasangan cinta al qur'an. #KeluargaQur'ani
10. Untuk itu memang butuh kesungguhan. cari lingkungan yg cinta al qur'an. Anda bisa bergabung dg liqa tarbawi yg diisi orang2 shalih.
11. Rasakan nikmatnya al qur'an di liqa tarbawi. Anda pun perlu pastikan isteri/suami mendapat suasana qur'ani yg sama. #KeluargaQur'ani
12. setelah itu, interaksilah dg al qur'an sebisa mungkin: tilawah, pahami maknanya, diskusikan dg ustadz anda. #KeluargaQur'ani
13. saat isteri hamil, bacakan al qur'an kpd janin yg dikandung. ajak isteri ke liqa tarbawi, ta'lim, atau ceramah2 agama. #KeluargaQur'ani
14. guru ngaji isteri sy punya anak umur 3 tahun bisa baca al qur'an dan baca koran. padahal (maaf) mrk krg asupan gizinya. #KeluargaQur'ani
15. mski gk sehebat ank itu, anak sy bs bc al qur'an & koran di usia 4 tahun dg metode yg sama & di sma brhasil juara umum. #KeluargaQur'ani
16. perhatikan betapa hebatnya al qur'an, bahkan mengalahkan pengaruh gizi untuk bisa mencerdaskan kita dan anak2 kita. #KeluargaQur'ani
17. saya sendiri iq-nya cuma 108. tapi saya merasa lebih cerdas (maaf) setelah berinteraksi dg al qur'an. #KeluargaQur'ani
18. jadi pengaruh al qur'an thd kecerdasan luar biasa. nah, dg interaksi dg al qur'an kita pun akan dapat petunjuk bgm #KeluargaQur'an
19. jadi bangunlah #KeluargaQur'ani sejak dini mulai dg interaksi dg al qur'an yg optimal: tilawah, pahami maknanya, amalkan.
20. dalam al qur'an anda akan temukan petunjuk membangun #KeluargaQur'ani. tapi kalo anda ingin instan bc sj buku #KeluargaQur'ani @Gramedia
21. gimana rasanya baca buku saya #KeluargaQur'ani terbitan @Gramedia, silakan tanya ust @azismalik ataupun @not_phero.
22. saatnya bc kaffaratul majelis #KeluargaQur'ani:subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik.
Sabtu, 14 Januari 2012
Bait Cinta Untuk Ibu #1
Salam takzim penuh kerinduan
Untukmu Ibunda Tercinta
di surga
Ibunda, bagaimana kabarmu di sana? Ah, seharusnya tidak lagi kutanya. Tempat terbaikmu saat ini adalah di samping pencipta-Mu tentu saja. Dia sang kekasih sejati, yang mencintai kita tanpa jeda dan tak henti.
Ibunda, ada kerinduan yang semakin menggunung di hatiku. Benar adanya bahwa kepergianmu telah menggoyahkan semesta. Gunung, sungai, lautan dan penghuni bumi ini pun kehilangan. Meski kemudian langit menyambutmu penuh suka cita, tapi di sini kami tak bisa memungkiri akan rasa kehilangan yang teramat.
Ibunda, bukan aku menolak kehendak-Nya, atau melarang-Nya mengambil apa yang memang milik-Nya tapi rasa yang tertinggal di dada ini seakan masih tak rela. Atas segenap pengorbananmu untukku, sedikitpun rasanya aku belum sempat membalas atau sekedar menunjukkan rasa terimakasihku padamu pun aku bahkan belum sempat. Lalu kepergianmu yang begitu tiba-tiba seakan menjadi pukulan telak bagiku. Aku lemah, tak berdaya bahkan sempat merasa bahwa keberadaanku di dunia ini seakan tak berharga. Berulang kali aku berharap bahwa Dia akan memanggilku kemudian agar kita bisa kembali bersama. Agar aku bisa selalu merasakan lembut kasihmu, peluk hangatmu dan mendengar nasehat bijakmu. Tapi Dia masih belum mengijinkannya. Tugasku masih banyak di dunia ini. Ada ayah dan juga adinda yang harus kupertanggungjawabkan kelak di hadapan-Nya. Dan itu pula yang kemudian menjadi cambuk semangatku untuk bangkit dan kembali berdiri tegak.
Ibunda, beberapa peristiwa yang terjadi padaku sejak kepergianmu begitu beraneka warna. Banyak hal yang ingin kubagikan dan kuminta nasehatmu untukku tapi engkau telah jauh di sana.
Sepeninggalmu kurasakan bahwa langkahku begitu berat. Jalanku begitu berliku, berkerikil dan sarat cobaan. Sebelumnya, mungkin demikian juga kiranya hidupku. Namun, keberadaanmu telah membuat semua terasa lebih ringan dan kumampu melalui semua dengan begitu mudah. Tapi kini, semua berubah. Airmata dan do'alah yang kemudian menjadi teman teman.
Berulangkali aku mengeluh pada-Nya, kenapa begitu cepat Dia ambil ibunda dariku? Tapi Dia tak menjawab dalam kata melainkan dalam setiap ujian yang memberiku satu demi satu petunjuk tentang jawab-Nya. Dia ingin membuatku menjadi lebih dewasa. Dia lebih tahu tentangku melebihi diriku sendiri. Dan benar adanya, jika masih ada Ibunda di sini saat ini, mungkin aku masih menjadi putri kecilmu yang hanya bertambah menua bukan bertambah dewasa. Aku yang masih akan bersikap manja dan selalu meminta nasehatmu tanpa mau berusaha dan berpikir bagaimana solusi yang bisa kulakukan atas apa yang kuhadapi.
Aku juga kemudian menyadari bahwa dengan kepergianmu membuatku untuk tak hanya memikirkan kebahagiaan diri semata. Melainkan juga mempertimbangkan kebahagiaan ayah dan juga adinda. Aku belajar untuk mengutamakan kebahagiaan keduanya di atas kebahagiaanku sendiri. Aku belajar untuk memposisikan diriku sebagai pengganti Ibunda di hadapan adinda agar ia tak merasa sendiri dan sepi.
Ibunda, terlalu banyak yang ingin kukatakan padamu. Terlalu banyak yang cerita yang ingin kubagi denganmu. Meski di atas sana mungkin engkau telah lebih tahu apa yang telah terjadi dan kulaui dalam perjalanan hidup tanpamu. Tapi ibunda, ijinkan aku tuk menuliskan dan menyampaikan segenap kerinduan ini padamu. Semoga kelak kita kembali bertemu dan bersatu di dalam naungan ridho-Nya, di dalam ketenangan jannah-Nya.
Peluk dan ciumku untukmu, Ibunda.
Semoga engkau tak pernah berhenti berbahagia di sana, di sisi-Nya, Sang Pencipta.
Untukmu Ibunda Tercinta
di surga
Ibunda, bagaimana kabarmu di sana? Ah, seharusnya tidak lagi kutanya. Tempat terbaikmu saat ini adalah di samping pencipta-Mu tentu saja. Dia sang kekasih sejati, yang mencintai kita tanpa jeda dan tak henti.
Ibunda, ada kerinduan yang semakin menggunung di hatiku. Benar adanya bahwa kepergianmu telah menggoyahkan semesta. Gunung, sungai, lautan dan penghuni bumi ini pun kehilangan. Meski kemudian langit menyambutmu penuh suka cita, tapi di sini kami tak bisa memungkiri akan rasa kehilangan yang teramat.
Ibunda, bukan aku menolak kehendak-Nya, atau melarang-Nya mengambil apa yang memang milik-Nya tapi rasa yang tertinggal di dada ini seakan masih tak rela. Atas segenap pengorbananmu untukku, sedikitpun rasanya aku belum sempat membalas atau sekedar menunjukkan rasa terimakasihku padamu pun aku bahkan belum sempat. Lalu kepergianmu yang begitu tiba-tiba seakan menjadi pukulan telak bagiku. Aku lemah, tak berdaya bahkan sempat merasa bahwa keberadaanku di dunia ini seakan tak berharga. Berulang kali aku berharap bahwa Dia akan memanggilku kemudian agar kita bisa kembali bersama. Agar aku bisa selalu merasakan lembut kasihmu, peluk hangatmu dan mendengar nasehat bijakmu. Tapi Dia masih belum mengijinkannya. Tugasku masih banyak di dunia ini. Ada ayah dan juga adinda yang harus kupertanggungjawabkan kelak di hadapan-Nya. Dan itu pula yang kemudian menjadi cambuk semangatku untuk bangkit dan kembali berdiri tegak.
Ibunda, beberapa peristiwa yang terjadi padaku sejak kepergianmu begitu beraneka warna. Banyak hal yang ingin kubagikan dan kuminta nasehatmu untukku tapi engkau telah jauh di sana.
Sepeninggalmu kurasakan bahwa langkahku begitu berat. Jalanku begitu berliku, berkerikil dan sarat cobaan. Sebelumnya, mungkin demikian juga kiranya hidupku. Namun, keberadaanmu telah membuat semua terasa lebih ringan dan kumampu melalui semua dengan begitu mudah. Tapi kini, semua berubah. Airmata dan do'alah yang kemudian menjadi teman teman.
Berulangkali aku mengeluh pada-Nya, kenapa begitu cepat Dia ambil ibunda dariku? Tapi Dia tak menjawab dalam kata melainkan dalam setiap ujian yang memberiku satu demi satu petunjuk tentang jawab-Nya. Dia ingin membuatku menjadi lebih dewasa. Dia lebih tahu tentangku melebihi diriku sendiri. Dan benar adanya, jika masih ada Ibunda di sini saat ini, mungkin aku masih menjadi putri kecilmu yang hanya bertambah menua bukan bertambah dewasa. Aku yang masih akan bersikap manja dan selalu meminta nasehatmu tanpa mau berusaha dan berpikir bagaimana solusi yang bisa kulakukan atas apa yang kuhadapi.
Aku juga kemudian menyadari bahwa dengan kepergianmu membuatku untuk tak hanya memikirkan kebahagiaan diri semata. Melainkan juga mempertimbangkan kebahagiaan ayah dan juga adinda. Aku belajar untuk mengutamakan kebahagiaan keduanya di atas kebahagiaanku sendiri. Aku belajar untuk memposisikan diriku sebagai pengganti Ibunda di hadapan adinda agar ia tak merasa sendiri dan sepi.
Ibunda, terlalu banyak yang ingin kukatakan padamu. Terlalu banyak yang cerita yang ingin kubagi denganmu. Meski di atas sana mungkin engkau telah lebih tahu apa yang telah terjadi dan kulaui dalam perjalanan hidup tanpamu. Tapi ibunda, ijinkan aku tuk menuliskan dan menyampaikan segenap kerinduan ini padamu. Semoga kelak kita kembali bertemu dan bersatu di dalam naungan ridho-Nya, di dalam ketenangan jannah-Nya.
Peluk dan ciumku untukmu, Ibunda.
Semoga engkau tak pernah berhenti berbahagia di sana, di sisi-Nya, Sang Pencipta.
Rabu, 11 Januari 2012
The Kitchen's King

Telah terbit di LeutikaPrio!!!
Judul : The Kitchen’s King
Penulis : Lina Lidia
Tebal : iv + 184 hlm
Harga : Rp. 40.800,-
... ISBN : 978-602-225-239-9
Sinopsis:
“Tempat terbaik di dunia bagi saya adalah dapur. Karena di sana, saya adalah sang pencipta dan sang penguasa. Saya bebas melakukan apa pun yang saya suka. Saya bebas membuat masakan apa pun dengan bahan-bahan yang ada.” Dirga meresmikan The Kitchen’s King Culinary Institute. Sukses dengan bisnis di bidang kuliner dan bakerydi seantero Indonesia, Dirga juga menuai kesuksesan dengan kursus singkat memasaknya. Kali ini, Dirga membuat gebrakan dengan The Kitchen’s King Culinary Institute. Kemunculan seorang perempuan yang sering mengirim hadiah untuk Dirga membuat perasaannya semakin tak menentu. Siapa sebenarnya perempuan itu? Apa yang diinginkannya dari Dirga? Demikian halnya ketika Tuan Wildan kembali ke Indonesia, Dirga semakin merasa terpuruk. Siapa Tuan Wildan? Apa yang membuat Dirga merasa sedemikian terpuruknya? Selain The Kitchen's King, masih ada sepuluh cerita lain yang tak kalah menarik untuk disimak. Apa saja kisahnya? Semenarik apa? Temukan jawabannya di buku ini!
Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!
Tahun Baru, Buku Baru ^-^

Memasuki tahun 2012 ini sepertinya saya disambut oleh banyak hal baik. Salah satunya adalah terbitnya kumpulan cerpen pertama saya, The Kitchen's King. Alhamdulillah, tak henti syukur terucap kehadirat Allah Swt yang telah mengijabahkan do'a dan memudahkanku untuk mewujudkan mimpiku.
Awalnya aku ingin menghadiahi diriku sendiri dengan buku ini di ulang tahunku, Desember 2011 kemarin. Tapi proses produksi ternyata memakan waktu, harus melalui tahap editing dan juga layout serta persiapan cover. Sebelum terbit pun, pihak leutika prio meminta pendapatku terkait covernya. Dan aku suka sekali dengan cover tersebut. :)
Meskipun sedikit terlambat, tapi terbitnya buku ini menjadi sebuah hadiah istimewa untukku. Setidaknya mimpi dan juga janjiku kepada Mb Asma Nadia dan Mb Alberthiene Endah sudah terpenuhi. Satu buku sebelum mati, itulah janjiku dulu. Tapi, terbitnya buku ini tidak akan menghentikan langkahku dalam berkarya. Masih banyak yang harus kulakukan, salah satunya adalah melahirkan karya yang jauh lebih baik dari yang telah terbit saat ini.
Seorang penulis tidak akan berhenti berkarya hanya karena merasa puas dengan karya yang telah diterbitkan. Justru itu membuatnya merasa semakin haus untuk memberikan karya-karya terbaiknya lagi.
So, setelah ini akan saya posting promo kumcer pertamaku. Silakan diorder dan jangan lupa ajak teman-teman yang lain untuk membelinya... :)
Langganan:
Postingan (Atom)