Assalamu'alaykum...

Selamat Datang.... ^_^
Tampilkan postingan dengan label Resume. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resume. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Maret 2011

Wanita (Kultwit Gurunda Salim A. Fillah)



Bismillah...

Sharing kutwit tentang #Wanita dari Gurunda Salim A. Fillah :
1. Ummu Salamah bertanya pada Nabi mengapa #Wanita tak disebut dalam Al Quran secara khusus layaknya lelaki. Maka turunlah QS 33: 35 (HR Ahmad)
2. "Sesungguhnya #wanita adalah belahan tak terpisahkan (yang setara) dari kaum pria." (HR Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimi, Ibn Majah)
3. "Mukmin tersempurna imannya adalah yang terbaik akhlaqnya. Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik memperlakukan #Wanita." (HR At Tirmidzi)
4. "Sesiapa punya anak #Wanita, dididik baik-baik, diajarkan akhlaq terpuji, dinikahkan dengan lelaki shalih; baginya 2 pahala." (HR Muslim)
5. "Urut pertama yang harus ditaati #Wanita adalah suaminya. Dan yang pertama harus ditaati lelaki adalah ibunya." (HR Al Bazzar & Al Hakim)
6. "..Mati di jalan Allah itu syahid, terkena wabah & tenggelam syahid. #Wanita yang mati melahirkan ditarik anaknya ke surga." (HR Muslim)
7. #Wanita hamil, melahirkan, menyusui, menyapih; mendapat pahala seperti terluka di jalan Allah. Mati di masa itu syahid. (HR Ibn Al Jauzy)
8. Nabi adalah nan pertama membuka pintu surga. Seorang #Wanita mendahului beliau; ternyata dia mengasuh yatim sepeninggal suami. (HR Abu Ya'la)
9. "#Wanita yang hamil, melahirkan, & menyayangi anak; lalu dia menegakkan shalat & tak durhakai suami, pastilah masuk surga." (HR Al Hakim)
10. Anak dari rahim #wanita & menyusu darinya, jika bercerai maka si ibu lebih berhak atasnya selama belum menikah lagi. (HR Ahmad, dll)



11. #Wanita nan bersedekah pada suami & anak yatim dalam tanggungannya mendapat 2 pahala; pahala shadaqah & menyambung kerabat. (HR Muslim)
12. "..Lelaki itu pemimpin keluarga, #wanita pemimpin rumah tangga suami & anak-anaknya. Tiap kalian pemimpin & dimintai tanggung jawab" HR Muslim
13. "..Dia memasak makananku, mencuci bajuku, & merawat anak-anakku; padahal semua BUKAN kewajiban atasnya. Sabarlah atas #Wanita.." ('Umar)
14. #Wanita hebat itu Hajar, ditinggalkan bersama bayi di terik gurun mematikan: "Jika ini perintahNya, Dia takkan pernah menyiakan kami."
15. Kita tahu, kalimat itu sulit & berat sebab dia #Wanita bersama bayi merah & sergapan rasa menggulung; takut, sedih, kecewa & cemburu.
16. Dan kalimat iman tak serta-merta membuat langit turunkan keajaiban. #Wanita itu diuji, maka berpayah dia lari-lari 7 kali Shafa-Marwah.
17. Proklamasi iman #Wanita itu mengabdi; tanpanya kita tak bersa'i, tak jumpa zamzam, tak berjumrah & tak ber-"Kama Shallaita" di tahiyat.
18. Hajar adalah #Wanita mulia, & di sisinya pun ada suami & anak yang mulia. Tapi bagaimana jika kau bersuamikan lelaki nan jahat & keji?
19. Mari mengaca pada Asiyah, #Wanita di sisi Fir'aun itu. Ujian iman dimulai dari sosok terdekat yang seharusnya jadi pelabuhan rasa.
20. Dan #Wanita teguh itu menemukan manisnya pengaduan pada Rabb semesta alam; "Bangunkan untukku rumah di sisiMu, di surga terjanji itu."





21. Selanjutnya inilah #Wanita suci, ahli ibadah pelayan ummat yang tak pernah disentuh lelaki. Maka Allah memilihnya jadi keajaiban zaman.
22. Dan bukankah tiap karunia hakikatnya ujian, pun begitu pada Maryam. #Wanita suci itu menanggungkan aib, rasa malu, & beratnya beban.
23. Tapi begitulah iman. Ia tak menjamin tuk selalu berlimpah & tertawa. Ia hanya hadirkan lembut sapaNya di tiap dera yang menimpa. #Wanita
24. #Wanita itu diabadikan Surat bernada merdu dalam Quran; Maryam. Najasyi, para uskup Habasyah & semua pencinta pasti cucurkan air mata.
25. Lalu hadirlah Khadijah. #Wanita yang segala kata membisu di depan keagungannya. Janda mulia itu memilih si lelaki terpuji tuk hidupnya.
26. Lalu dimulailah perannya sebagai #Wanita yang menegakkan punggung suami di hadapan zaman, menyediakan rengkuh lembut & kelapangan hati.
27. Turunnya wahyu I serasa memikulkan sepenuh bumi ke pundak Muhammad, #Wanita itu menyambut gemetarnya dengan selimut, lembut tanpa tanya.
28. "Khadijah, #Wanita itu beriman padaku saat semua ingkar, dia serahkan hartanya ketika semua bakhil", kenang Muhammad bertahun kemudian.
29. Dari #Wanita ini lahir Fathimah, penghulu surgawati berikutnya. Satu hari, setimbun isi perut unta ditumpahkan ke kepala Nabi nan sujud.
30. Beliau tak bangkit, hingga #Wanita belia itu datang mengusap & menyeka penuh tangis haru. "Tenang Fathimah, Allah takkan siakan ayahmu."




31. #Wanita itu menuntun ayahnya pulang, disekakannya air hangat, dibakarkannya perca untuk hentikan darah di luka. Lalu disilakannya rehat.
32. Penuh nyali #Wanita itu kembali ke Ka'bah, ditudingnya para pemuka Quraisy yang tertawa-tawa hingga mereka terkesiap. Lalu dia bicara.
33. "Ayahku Al Amin, akhlaqnya mulia, & tak sekalipun dia pernah rugikan kalian..", #Wanita itu terus bicara & mereka khusyu' mendengarkan.
34. Fathimah; dia puteri Nabi setara raja, tapi pelayanpun tak punya. Dia isteri pahlawan, tapi tangannya melepuh menggiling gandum. #Wanita
35. #Wanita ini ibu dari 2 penghulu pemuda surga, tapi rumah cahaya itu roti berbukanya sering tandas tersedekahkan hingga lapar menyergap.
36. Mari jua mentakjubi 'Aisyah. #Wanita cerdas ini ahli tafsir, sejarah, faraidh, meriwayatkan 4000-an hadits, & hafal ribuan bait syair.
37. Ajaibnya, #wanita bergelar Ash Shiddiqah binti Ash Shiddiq (Nan amat jujur puteri pembenar kebenaran) menguasai itu semua sebelum 18 tahun.
38. Kehadiran #Wanita ini menjadikan hidup Sang Nabi warna-warni; cantiknya, cerdas-lincahnya, cemburu, juga iri & fitnah yang mengguncang.
39. Madinah jadi indah dengan ilmunya. Bashrah bergelora dengan khuthbah-khuthbahnya menuntut-bela pembunuhan 'Utsman kepada 'Ali. #Wanita
40. Berikutnya Ummu Sulaim. #Wanita ini dipinang Abu Thalhah. "Engkau lelaki yang sulit ditolak", ujarnya, "Hanya saja aku ini muslimah."




41. "Andai kau tinggalkan berhala & menjadi muslim", lanjut #Wanita itu, "Maka cukuplah islammu jadi maharku. Takkan kuminta selain itu."
42. #Wanita itu menyerahkan puteranya, Anas ibn Malik, untuk berkhidmat pada Nabi demi beroleh ilmu, tertular akhlaq, & terlimpahi berkah.
43. Satu hari, putra tersayangnya sakit keras, padahal Abu Thalhah si suami hendak pergi. #Wanita itu melepasnya dengan senyum menentramkan.
44. Ummu Sulaim melepas Abu Thalhah, menenangkan tuk bertawakkal pasrahkannya pada Allah. Saat sang suami pergi, anak itu meninggal. #Wanita
45. Ummu Sulaim meminta para pelayan tak bicara, mereka disuruh bersihkan & hiasi rumah. Dia sendiri yang akan sampaikan pada suami. #Wanita
46. Dimandikanlah sang anak lalu dibaringkan & diselimuti di kamar seakan tidur lelap. #Wanita ini lalu memasak istimewa & berdandan cantik.
47. Ketika suaminya pulang, disambutlah mesra. Lelaki itu bertanya: "Bagaimana anak kita?" Si #Wanita senyum & jawab: "Sudah lebih tenang."
48. Sang suami percaya setelah menengok kamar puteranya. Lalu dia makan dengan lahap dilayani isterinya, bahkan lalu pengantinan. #Wanita
49. Setelah puas, berbaringan mereka di ranjang. Umm Sulaim: "Apa pendapatmu jika seseorang menitipkan suatu barang pada kawannya.." #Wanita
50. "..Bolehkah yang dititipi menolak mengembalikan saat si penitip memintanya?" Si suami tersenyum: "Tentu tidak boleh begitu.." #Wanita
51. Ummu Sulaim: "Ketahuilah, Allah yang menitipkan anak pada kita, & Dia kini mengambilnya kembali. Sabarlah duhai Abu Thalhah." #Wanita
52. "Apa?!", seru sang suami tersentak. Dia lalu tergugu, "Sesudah sambutan mesra, makanan lezat, & kepuasan ini kamu baru bicara?!" #Wanita
53. Keesokan paginya seusai memakamkan jenazah, Abu Thalhah mengadukan halnya pada RasuluLlah. Beliau tersenyum & menepuk bahunya. #Wanita
54. "Pengantinankah semalam?", tanya beliau. Abu Thalhah mengangguk malu. "Semoga Allah berkahi malam kalian berdua dengan karunia." #Wanita
55. Dari malam itu Ummu Sulaim hamil. Lalu lahirlah 'Abdullah ibn Abi Thalhah. Darinya: 7 cucu nan hafizh Quran & Faqih sejak belia. #Wanita
56. Itulah keberkahan #Wanita shalihah lagi mukminah, yang ahli ibadah, yang pandai menjaga amanah atas rumahtangga suami & aturan Allah.

58. #Wanita terindah di mata lelaki, adalah mereka yang membuat cemburu bidadari; kecantikannya merasuk ke jiwa, melintas batas usia.
59. #Wanita paling kemilau dipandang pria, adalah dia yang mahkotanya fikiran jernih, liontin kalungnya hati yang ridha, gelangnya qana'ah.
60. #Wanita paling hebat di hati suaminya adalah dia yang senyumnya menyembuhkan, tatapannya meneduhi, & sambutannya menyegarkan.
61. #Wanita paling berharga adalah ahli Matematika: mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga, membagi kesedihan sampai tak berarti.
62. #Wanita yang bernilai itu pandai berhitung: menambah keyakinan hingga utuh, mengurang kegalauan hingga habis.
63. #Wanita langit yang singgah hidup di bumi; wajahnya mengingatkanmu akan surga, ibadah & bangun malamnya menghubungkanmu dengan Ilahi.
64. #Wanita musuh syaithan mengecup mesra tanganmu, melepasmu bekerja dalam bisik syahdu, "Kami lebih sabar lapar daripada makan tak halal."
65. #Wanita yang ditakjubi malaikat itu berilmu & berkeadaban; dibaringkannya sang suami di pangkuan, disimak & dibetulkannya hafalan Quran.
66. #Wanita yang dirindu surga, tuan putri para bidadari; ditunainya amanah Allah lahir & batin; sebagai anak, saudari, isteri, ibu & nenek.
67. #Wanita yang tak disudi neraka; syaithan gigit jari oleh syukurnya, putus asa oleh istighfarnya, tepok jidat oleh ridha suaminya.



Ditunggu kelanjutannya ya... :)

Semoga bermanfaat... :)

Kamis, 03 Maret 2011

Nikah (Resume Kultwit Gurunda Salim A. Fillah)



Bismillah...

Sharing resume kultwit tentang #Nikah dari Gurunda Salim A. Fillah :

1. Dalam isyarat Nabi tentang #Nikah, ialah sunnah teranjur nan memuliakan. Sebuah jalan suci untuk karunia sekaligus ujian cinta-syahwati

2. Maka #Nikah sebagai ibadah, memerlukan kesiapan & persiapan. Ia tuk yang mampu, bukan sekedar mau. “Ba’ah” adalah parameter kesiapannya

3. Maka berbahagialah mereka yang ketika hasrat #Nikah hadir bergolak, sibuk mempersiapkan kemampuan, bukan sekedar memperturutkan kemauan

4. Persiapan #Nikah hendaknya segera membersamai datangnya baligh, sebab makna asal “Ba’ah” dalam hadits itu adalah “Kemampuan seksual.”

5. Imam Asy Syaukani dalam Subulus Salam, Syarah Bulughul Mahram menambahkan makna “Ba’ah” yakni: kemampuan memberi mahar & nafkah. #Nikah

6. Mengompromikan “Ba’ah” di makna utama (seksual) & makna tambahan (mahar, nafkah), idealnya anak lelaki segera mandiri saat baligh. #Nikah

7. Jika kesiapan #Nikah diukur dengan “Ba’ah”, maka persiapannya adalah proses perbaikan diri nan tak pernah usai. Ia terus seumur hidup

8. Izinkan saya membagi Persiapan #Nikah dalam 5 ranah: Ruhiyah, ‘Ilmiyah, Jasadiyah (Fisik), Maaliyah (Finansial), Ijtima’iyah (Sosial)

9. Persiapan #Nikah perlu start awal. Salim nikah usia 20 tahun, tapi karena persiapannya dimulai umur 15 tahun, maka tak bisa disebut tergesa

10. Sebaliknya, ada orang yang #Nikah-nya umur 30 th, tapi persiapan penuh kesadaran baru dimulai umur 29,5 th. Itu namanya tergesa-gesa


11. Kita mulai dari yang pertama; Persiapan Ruhiyah. Ialah nan paling mendasar. Segala persiapan #Nikah lainnya berpijak pada yang satu ini

12. Persiapan Ruhiyah (Spiritual) ada pada soal menata diri menerima ujian & tanggung jawab hidup nan lebih berlipat, berkelindan. #Nikah

13. (QS Ali Imran 14): Sebelum nikah ujian kita linear: pasangan hidup. Begitu #Nikah berjejalin: pasangan, anak, harta, gengsi, investasi

14. Sebelum #Nikah, grafik hidup kita analog dengan amplitudo kecil. Setelah menikah, ia digital variatif; kalau bukan NIKMAT, ya MUSIBAH

15. Maka termakna jua dalam Persiapan Ruhiyah terkait #Nikah adalah kemampuan mengelola SABAR dan SYUKUR menghadapi tantangan-tantangan itu

16. SABAR & SYUKUR itu semisal tentang pasangan; ia keinsyafan bahwa tak ada yang sempurna. Setiap orang memiliki lebih & kurangnya. #Nikah

17. Khadijah itu lembut, penyabar, penuh pengertian, & dukung penuh perjuangan. Tapi tak semua lelaki mampu beristeri jauh lebih tua. #Nikah

18. ‘Aisyah: cantik, cerdas, lincah, imut. Tapi tak semua lelaki siap dengan kobar cemburunya nan sampai banting piring di depan tamu #Nikah

19. Persiapan Ruhiyah #Nikah adalah mengubah ekspektasi menjadi obsesi. Dari harapan akan apa nan diperoleh, menuju nan apa akan dibaktikan

20. Jika #Nikah masih terbayang sebab: lapar ada yang masakin, capek ada yang mijitin, baju kotor dicuciin. Itu ekspektasi. Bersiaplah kecewa



21. Ekspektasi macam itu lebih tepat dipuaskan oleh tukang masak, tukang pijit, & tukang cuci ;) Ber-obsesilah dalam #Nikah. “Apa obsesimu?”

22. Obsesi sebagai Persiapan Ruhiyah #Nikah semisal: Bagaimana kau akan berjuang sebagai suami/isteri, ayah/ibu untuk mensurgakan keluargamu?

23. Usai itu, di antara persiapan Ruhiyah #Nikah adalah menata ketundukan pada segala ketentuanNya dalam rumahtangga & masalah-masalahnya

24. Lalu persiapan ‘Ilmiyah-Tsaqafiyah (Pengetahuan) #Nikah, meliputi banyak hal semisal Fiqh, Komunikasi Pasangan, Parenting, Manajemen, dll

25. Bukan Ustadz-pun, tiap muslim harus sampai pada batas minimal ilmu syar’i nan dibutuhkan dalam berhidup, berinteraksi, berkeluarga #Nikah

26. Lalu tentang komunikasi pasangan; seringnya masalah rumah tangga bukan karena ada maksud jahat, melainkan maksud baik nan kurang ilmu #Nikah

27. Sungguh harus diilmui bahwa lelaki & perempuan diciptakan berbeda dengan segala kekhasannya, untuk saling memahami & bersinergi. #Nikah

28. Contoh beda hadapi masalah & tekanan; Wanita: berbagi, didengarkan, dimengerti. Lelaki: menyendiri, kontemplasi, rumuskan solusi #Nikah

29. Bayangkan jika perbedaan itu dibawa dalam sikap dengan asumsi: “Aku mencintaimu seperti aku ingin dicintai” Konflik pasti meraja. #Nikah

30. Suami pulang dengan masalah berat disambut isteri yang memaksa ingin tahu & dengar problemnya, padahal ia ingin sendiri & bersolusi. #Nikah




32. Sebaliknya, Isteri yang sedang ingin didengar lalu curhat ke suami, suami malah tawarkan solusi. Padahal dia hanya ingin dimengerti. #Nikah

33. Isteri: Mas aku capek, rumah berantakan bla-bla-bla. Suami: OK, kita cari pembantu. Istri: O, jadi aku dianggap pembantu?! Suami: Lho?! #Nikah

34. BEDA lagi: Suami single tasking, bisa marah kalau isterinya nan multitasking memintanya kerjakan beberapa hal berrangkai-rangkai. #Nikah

35. BEDA lagi: Isteri sering berkalimat tak langsung nan tak difahami suami. Misalnya Istri: Mas, Salma belum dijemput, aku masih harus masak! #Nikah

36. Jawab suami: Oh, kalau gitu biar nanti Salma pulang sendiri” Dijamin para isteri gondok, sebab maksudnya: Tolong jemput Salma! #Nikah

37. BEDA. Bagi suami masalah harus disederhanakan (Spiral ke dalam). Bagi isteri, tiap detail & keterkaitan sangat penting (Spiral keluar) #Nikah

38. Dan banyak lagi BEDA yang jika tak diilmui potensial jadi masalah serius. Lengkapnya di Bahagianya Merayakan Cinta #BMC

39. Next: Parenting. Waktu kita sempit; belum puas belajar jadi suami/isteri, tiba-tiba sudah jadi ayah/ibu. Maka segeralah belajar jadi Ortu #Nikah

40. Anak adalah karunia yang hiasi hidup, amanah (lahir dalam fitrah, kembalikan ke Allah dalam fitrah), pahala, sekaligus fitnah (ujian). #Nikah



41. Maka mengilmui hingga detail-detail kecil soal parenting adalah niscaya. Contoh Hadits: renggutan kasar pada bayi membekas di jiwa. #Nikah

42. Uji kecil buat calon ibu & ayah: “Apa yang anda lakukan saat anak lari-larian di depan rumah lalu GABRUSS, jatuh berdebam?” #Nikah

43. LAZIM: “Sudah dibilang, jangan lari-lari! Tuh, jatuh kan!” -> Anak belajar untuk menganggap dirinya selalu bersalah dalam hidupnya. #Nikah

44. LAZIM: “iih, batunya nakal ya Nak! Sini Ibu balaskan!” -> Anak belajar salahkan keadaan sekitar untuk excuse dari kurangnya ikhtiyar. #Nikah

45. LAZIM: “Hm, nggak apa-apa, nggak sakit, cuma kayak gitu!” -> Ketakpekaan. Hati-hati dibalas saat kita sudah tua & sakit-sakitan ;p #Nikah

46. Alangkah bahaya tiap huruf dari lisan bagi masa depan anak kita. Latihlah dia agar lempang (tanpa dusta & tipu) dalam taqwa (QS 4: 9) #Nikah

47. Kita masuk persiapan Jasadiyah (Fisik) untuk #Nikah. Ini jua perkara penting sebab terkait dengan keamanan, kenyamanan, & ketenangan

48. Awal-awal, periksa & konsultasilah ke dokter atas termungkinnya segala penyakit tubuh, lebih-lebih nan terkait kesehatan reproduksi #Nikah

49. Per #Nikah-an itu utuh di segala sisi diri, maka menjalani terapi & rawatan tertentu untuk membaikkan fisik adalah jua hal yang utama

50. Fisik kita & pasangan bertanggung jawab lahirkan generasi penerus yang lebih baik. Maka perbaiki daya & staminanya sejak sekarang. #Nikah




51. Perbaiki pola asup, tata gizi seimbang. Allah akan mintai tanggung jawab jajan sembarangan jika ia jadi sebab jeleknya kualitas penerus #Nikah

52. Bangun kebiasaan olahraga ilmiah; tak asal gerak tapi membugarkan, menyehatkan, melatih ketahanan. Tugas fisik berlipat 3 setelah #Nikah

53. Jadi, target persiapan fisik #Nikah itu 3 tingkatan; PRIMER: sehat & aman penyakit, SEKUNDER: bugar & tangkas, TERSIER: beauty & charm ;)

54. Selanjutnya, persiapan Maliyah (finansial), ini yang paling sering menghantui & membuat ragu sepertinya. Padahal ianya sederhana. #Nikah

55. Yang tepat bicara persiapan Maliyah ini sebenarnya Ust. @ahmadgozali, izinkan Salim lancang singgung sedikit dengan ilmu nan dangkal #Nikah

56. Konsep awal; tugas suami adalah menafkahi, BUKAN mencari nafkah. Nah, bekerja itu keutamaan & penegasan kepemimpinan suami. #Nikah

57. Ingat & catat: Persiapan finansial #Nikah sama sekali TIDAK bicara tentang berapa banyak uang, rumah, & kendaraan yang harus anda punya

58. Persiapan finansial #Nikah bicara tentang kapabilitas hasilkan nafkah, wujudnya upaya untuk itu, & kemampuan kelola sejumlah apapun ia

59. Maka memulai per #nikah-an, BUKAN soal apa anda sudah punya tabungan, rumah, & kendaraan. Ia soal kompetensi & kehendak baik menafkahi

60. ‘Ali ibn Abi Thalib memulai #Nikah bukan dari nol, melainkan minus: rumah, perabot, dll dari sumbangan kawan dihitung hutang oleh Nabi



61. Tetapi ‘Ali menunjukkan diri sebagai calon suami kompeten; dia mandiri, siap bekerja jadi kuli air dengan upah segenggam kurma. #Nikah

62. Maka sesudah kompetensi & kehendak menafkahi yang wujud dalam aksi bekerja -apapun ia-, iman menuntun: #Nikah itu buat kaya (QS 24: 32)

63. Agak malu, Salim juga minus saat nikah; hutang yang terrencanakan terbayar dalam 2 tahun menurut proyeksi hasil kerja saat itu. #Nikah

64. Tetapi Allah Maha Kaya, dan #Nikah menjadi pintu pengetuknya. Hadirnya isteri menjadi penyemangat; hutang itu selesai dalam 2 bulan

65. Buatlah proyeksi nafkah #Nikah secara ilmiah & executable, JANGAN masukkan pertolongan Allah dalam hitungan, tapi siaplah dengan kejutanNya;)

66. Kemapanan itu tidak abadi. Saya memilih #Nikah di usia 20 saat belum mapan agar tersiapkan isteri untuk hadapi lapang maupun sempitnya ;)

67. Bahkan ketidakmapanan yang disikapi positif menurut penelitian Linda J. Waite (Psikolog UCLA), signifikan memperkuat ikatan cinta #Nikah

68. Ketidakmapanan nan dinamis menurut penelitian Karolinska Institute Swedia, menguatkan jantung, meningkatkan angka harapan hidup. #Nikah

69. Karolinska Institute: kemapanan lemahkan daya tahan jantung terhadap serangan. Di Swedia, biasanya yang kena infark langsung wafat PNS #Nikah

70. Persiapan #Nikah yang sering terabai ialah nan kelima ini: Ijtima’iyah (Sosial). Pernikahan adalah peristiwa yang kompleks secara sosial




71. Sebuah per #Nikah-an yang utuh punya visi & misi kemasyarakatan untuk menjadi pilar kebajikan di tengah kemajemukan suatu lingkungan

72. Untuk itu, mereka yang akan me #Nikah hendaknya mengasah keterampilan sosialnya jauh-jauh hari, sekaligus sebagai bagian pendewasaan

73. Membiasakan mengkomunikasikan prinsip-prinsip nan diyakini terkait per #Nikah-an & kehidupan kepada Ortu bisa jadi bagian dari latihan

74. Prinsip Quran tentang hubungan dengan Ortu ialah ‘persahabatan’, Wa Shaahibhuma (QS Luqman 15). Gunakan itu untuk dewasakan diri. #Nikah

75. Maka kadang Salim menilai kedewasaan kawan yang ingin me #Nikah dengan keberhasilannya untuk komunikasikan prinsip pada Ortu secara ma’ruf

76. Persiapan kemasyarakatan: kumpulkan modal sosial sebanyak-banyaknya; bahasa, ilmu sosio-antropologis, kelincahan organisasi, dll. #Nikah

77. Per #Nikah-an kita harus hadir sebagai pengokoh kebajikan masyarakat, bukan beban ataupun pelengkap-penderita. Utama lagi, jadi pelopor

78. Mulailah dengan perkenalan berkesan pada lingkungan. Saat walimah nanti; tetangga rumah tinggal setelah #Nikah adalah yang paling berhak diundang

79. Jika harus pindah tempat tinggal, mulai juga dengan perkenalan. Pr tokoh: datangi silaturrahim. Masyarakat umum: undang tasyakuran. #Nikah

80. Setelah itu, target besarnya adalah menjadikan pintu rumah kita sebagai yang paling pertama diketuk saat masyarakat sekitar memerlukan bantuan. #Nikah




81. Tentu berat menopangnya sendiri. Maka yang harus kita punya bukan hanya ASET, melainkan juga AKSES. Bangun jaringan saling menguatkan. #Nikah

82. Ilmuilah bagaimana cara menguruskan jaminan kesehatan miskin, beasiswa tak mampu, biaya RS, mobil jenazah gratis, dll DEMI TETANGGA KITA #Nikah

83. Tampillah sebagai yang penting & bermanfaat dalam hajat-hajat kebahagiaan maupun duka tetangga, juga rayaan-rayaan sosial-masyarakat. #Nikah

84. Tampillah sebagai yang terbaik sejangkau sesuai kemampuan; Imam Masjid, muadzin, Guru TPA, Bendahara RT, Ketua RW, Pendoa jenazah, dst #Nikah

85. Tampillah sebagai nan paling besar kontribusi dalam kebaikan-kebaikan sosial: Agustusan, Syawalan, Kerja Bakti, Arisan, Pengajian, dst #Nikah

86. Ringkas kata untuk persiapan sosial #Nikah ini adalah bermampu diri untuk menjadi pribadi & keluarga yang AMAN, RAMAH, BERMANFAAT #Nikah

87. Tuntaslah KulTwit Persiapan #Nikah yang diambil dari bagian awal buku Bahagianya Merayakan Cinta #BMC

Nah, demikian tadi resume kultwit dari Gurunda Salim A. Fillah... :)


Nah, kalau boleh kusaranin nich, untuk mendukung yang disampaikan Gurunda Salim A. Fillah tadi, silakan sahabat baca buku yang terkait, seperti Bahagia Merayakan Cinta (Salim A. Fillah), Kado Pernikahan Untuk Istriku (Muh. Fauzil Adhim), Psikologi Suami istri, Cara Cerdas Menasehati Suami, Menjadi Istri Shalihah, Bunda Manajer Keluarga, Sakinah Bersamamu (Asma Nadia), Khadijah The True Love, 'Aisyah The True Beauty, Fatimah, dan masih banyak buku-buku lainnya... :)

Banyak buku-buku yang memuat banyak ilmu tentang pernikahan yang bisa dibaca... :)

Semoga bermanfaat ya... :)

Minggu, 27 Februari 2011

Do'a Pagi (tweet Gurunda Salim A. Fillah)


Bismillah...


Berikut ini adalah resume kultwit Gurunda Salim A. Fillah tentang #Do'aPagi :
1. Allah, susurkan & susulkan aku di jalan mereka yang Kau limpahi cinta; dalam sempit maupun lapangnya, senyum dan juga lukanya. #DoaPagi
2. Allah, walau tak Kau kayakan aku seberlimpah Sulaiman; karuniai aku syukur & tawadhu'-nya nan hormati semut & burung Hudhud. #DoaPagi
3. Allah, walau tak Kau beri aku daya raga & keajaiban seperkasa Musa, curahi aku keberanian & keteguhannya memimpin bangsa. #DoaPagi
4. Allah, walau usia tak sepanjang Nuh mulia, tegarkan aku dengan kegigihan da'wah & tekad bajanya berbagi kebenaran bermacam cara. #DoaPagi
5. Allah, walau paras tak setampan Yusuf rupawan, kuatkan diri ini menahan segala goda & derita, tajamkan nurani baikkan negeri. #DoaPagi
6. Allah, walau keajaiban tak sertai perjalanan, penuhilah hati ini dengan kasih mesra seperti 'Isa, tunduklah musuh dalam cinta. #DoaPagi
7. Allah, walau tak perlu ditelan ikan di gelap lautan, hiaskan jiwa ini dengan kepasrahan Yunus nan rintih doanya Kau dengarkan. #DoaPagi
8. Allah, walau tak usah kehilangan, dicekik sakit, miskin, & musibah; sejukkan hati ini dengan kesabaran & dzikir Ayyub nan tabah. #DoaPagi
9. Allah walau ujian cinta tak seberat Ibrahim, Hajar, & Sarah; kurniai kami sakinah-mawaddah-rahmah, & keturunan shalih-shalihah. #DoaPagi
10. Allah, walau ibadah tak seterpelihara Zakaria & kesucian tak seterjaga Maryam; nikmatkan kami bakti anak seperti Yahya & 'Isa. #DoaPagi
11. Allah, walau belum pernah cicipi surga bak Adam-Hawa, jadikan rumah kami surga sebelum surga, terimalah taubat atas dosa-dosa. #DoaPagi
12. Allah, walau jangan sampai Kau beri kami pasangan mirip Fir'aun; teguhkan kami bagai Asiyah, anugerahkan rumah surga di sisiMu. #DoaPagi
13. Allah, walau kerajaan tak seluas Dzul Qarnain, curahi kami akhlaq pemimpin; menyeru iman, membebas ummat, menebar manfaat. #DoaPagi
14. Allah, walau hidup tak sewarna-warni Ya'qub, jadikan kami mengadu padaMu saja, tampilkan kesabaran cantik yang mencahaya. #DoaPagi
15. Allah, walau ilmu & kebijaksanaan tak seutuh Luqman Al Hakim; tajamkan fikir & rasa kami tuk mengambil 'ibrah di tiap kejadian. #DoaPagi
16. Allah, walau soalan hidup tak sepelik Ibunda Musa, bisikkan selalu kejernihanMu di firasat kami saat hadapi musykilnya hari. #DoaPagi
17. Allah, walau tak harus lari-sembunyi seperti Ashabul Kahfi, beri kami keberanian & lindungan saat katakan Al Haq di depan tiran #DoaPagi

Rabu, 23 Februari 2011

Tentang Akhlaq (Resume Kultwit Gurunda Salim A. Fillah)


1. “Akal yang sempurna ditandai dengan baiknya Akhlaq. Sebab ialah yang memuliakan manusia di atas segala makhluq.” -Ibn Al Mubarak-

2. “Para ‘ulama yang ‘amilin & shalihin mempelajari ilmu dari guru-gurunya sekaligus mencerap & meneladani Akhlaq mereka.” -Ibn Sirrin-

3. “Guru-guru kami senantiasa melazimkan bepergian setidaknya 2 tahun sekali untuk mengasah Akhlaq mulianya.” -Al Hasan Al Bashri-

4. “Mempelajari Akhlaq dari ‘ulama yang kau pergauli tiap harinya, lebih berharga daripada banyak bicara dengan mereka.” -Habib ibn Syahid-

5. “Akhlaq-ku ialah menyimak tiap huruf guruku seakan belum pernah kudengar & kuharap seluruh anggota badanku punya telinga.” -Asy Syafi’i-

6. “Kuburu Akhlaq tuk diteladani dari tiap insan nan kutemui, bagai seorang ibu yang mencari anak semata wayang nan hilang.” -Asy Syafi’i-

7. “Majelis Imam Ahmad dihadiri 50.000 orang; 500 orang saja nan mencatat hadits. Sisanya memperhatikan Akhlaq & adab beliau.” -Adz Dzahabi-

8. “Aku bergaul dengan Ahmad ibn Hanbal 12 tahun lamanya. Tak satupun hadits kutulis. Kuperhatikan selalu Akhlaq nya saja.” -Al Muthawwa’i-

9. “Aku belajar Akhlaq 30 tahun lamanya. Aku belajar ilmu 20 tahun lamanya. Yang 20 tahun itu tiada bernilai tanpa 30 tahunnya.” -Ibn Al Mubarak-

10. “Jadikan ‘amalmu sebagai garam & Akhlaq-mu sebagai gandumnya. Jangan sebaliknya. Itulah roti terlezat bagi hati nan lapar.” -Al Qarafi-

11. “Aku menyela guruku di majelisnya & bertanya. Maka murid lain menegurku; “Perbaiki adab & Akhlaq-mu, kan kuberikan jawabnya.” -Ibn Sina-

12. “Inti Din adalah Akhlaq. ‘Aqidah & ibadah itu akhlaq pada Allah, muamalah ialah akhlaq pada sesama, begitu seterusnya.” -Ibn ‘Utsaimin-

13. “Al Bukhari hafal sejuta hadits. Banyak ucapan berharga lalu digugurkannya karena Rawi-nya tak menjaga Akhlaq pada hewan.” -Al Arnauth-

Misalnya :untuk menangkap binatang, dia manggil-manggil seakan mau kasih makan padahal tidak;)



Demikian Shalih(in+at) 13 quotes Akhlaq; Ia penanda kesempurnaan akal. Palsulah yang mengaku berilmu tapi tak beradab dalam kata & laku.



Sebab yang berilmu adalah ia nan paling menjaga tunduk-takutnya pada Allah ‘Azza wa Jalla (QS35: 28) lalu hiasi diri dengan Akhlaq terpuji.



Memang benar “Lihat apa yang dikatakan, jangan lihat siapanya”, tapi kita seharusnya mengupayakan diri agar layak didengar. Dengan Akhlaq;)



Semoga bermanfaat... :)

Tentang Jilbab (dari Bunda Helvy Tiana Rosa)


Kenapa sich harus pakai jilbab? Kurang lebih ada 8 alasan, sebagai berikut:

1. Karena itu merupakan perintah Allah SWT sebagaimana dalam Al Qur'an, Surat Al Ahzab : 59 dan An Nuur : 31.

2. Karena jilbab menjadi identitas utama bagi muslimah. Dimanapun berada bila kita berjilbab kita akan dikenali sebagai muslimah :)

Astri Ivo mulai mengenakan jilbabnya justru saat kuliah di Jerman :)

3. Dengan mengenakan jilbab, insyaAllah akan merasa lebih aman karena tidak diganggu, paling disapa dengan salamu' alaikum atau dengan panggilan "Bu Haji" (malah didoakan :))

Tentu akan berbeda perlakuannya bila kita mengenakan baju yang you can see everything :)

4. Dengan jilbab insyaAllah akan merasa lebih merdeka dalam arti sebenarnya. Contoh: naik kendaraan apapun termasuk angkot bisa duduk bebas, leluasa, santai.

Padahal apabila senang pakai rok mini, malah tersiksa sendiri sehingga harus menutupi paha dengan tas, duduk juga resah :)

Jilbab membuat kita merdeka :)

5. Dengan jilbab kita merdeka dari pandangan orang yang mengukur seseorang dari segi fisik. Seseorang yang berjilbab tak lagi diukur dari besar kecilnya betis, atau bagian tubuh lainnya :)

Orang akan mengukurnya dari kebaikan hati dan kecerdasan, bukan fisik :)

6. Dengan jilbab maka kontrol ada di tangan perempuan :). Perempuan bebas mengontrol dan menentukan pria mana yang boleh atau tidak melihatnya.

7. Bagi seorang gadis, dengan mengenakan jilbab pada dasarnya ia sudah melakukan proses seleksi terhadap calon suaminya kelak :)

8. Jilbab tak pernah menghalangi muslimah untuk maju dalam kebaikan. Berprofesi, berkiprah, bercahayalah :)

Demikian alasan mengapa harus berjilbab, semoga selamanya istiqomah :)



Tentu saja jilbab bukan satu-satunya indikator ketakwaan seseorang. Tapi jilbab menjadi salah satu realisasi amaliyah dari keimanan kita :)



Hanya Allah yang berhak menilai mana yang lebih baik di antara kita. Jangan terlalu bangga dengan jilbab tapi juga jangan mencibir kalau belum mengenakannya :)



Jilbab bisa menjadi terlihat buruk bila akhlak kita jelek. Hati-hati jangan merusak citra muslimah dengan jilbab yang kita kenakan ya :)



Kalau belum bisa berjilbab, tidak usah katakan: "kalau aku yang penting hati dulu dijilbabin". Tidak ada pemisahan hati dan kepala kok :)



Pernyataan itu menyinggung saudara-saudara kita yang berjilbab. Mereka juga bukan kalangan yang sudah suci. Kita semua berproses. Allah yang Maha Tahu :)



Sebagai bagian dari umat yang besar ini, masalah jilbab bukan masalah yang harus dibesar-besarkan. Pakai dengan kesadaran. Jangan mengejek mereka yang belum. Justru mari kira rangkul mereka :)



Semoga bermanfaat... :)