Assalamu'alaykum...

Selamat Datang.... ^_^
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label film. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2011

Hafalan Sholat Delisa



Akhir Tahun ini bioskop benar-benar dipenuhi film-film bermutu. Selain film-film barat seperti Mission Imposible dan Sherlock Holmes, ada sederet film karya anak negeri yang berjajar di sana. Setelah kesusksesan Sang Penari, kini perfilman dalam negeri menghadirkan Hafalan Sholat Delisa. Film yang diangkat dari novel karya Tere Liye ini sukses menguras airmata. Sebelumnya saya sudah membaca novelnya dan berhasil membacanya meski penuh tetesan airmata. Kini, kisah itu ditampilkan dalam visualisasi yang lebih menyentuh jiwa.

Hafalan Sholat Delisa berkisah tentang seorang anak yang berusaha menyelesaikan hafalan sholatnya. Namun ketika sedang menjalani ujian hafalan sholat, gempa dan tsunami meluluhlantakkan desanya, Lhok Nga, Aceh. Kenyataan pahit yang dihadapinya tak membuatnya lantas bersedih hati. Kehilangan kakak-kakaknya - Fatimah, Zahra dan Aisyah - kemudian umminya yang tidak diketahui keberadaannya serta kakinya yang harus diamputasi tidak langsung merenggut sifat cerianya. Namun, ketika Delisa merasa bahwa semua orang meninggalkannya, jiwa kecilnya memberontak dan merasa bahwa itu semua tidak adil.



Secara garis besar, penyajian visualisasi dari novel karya Tere Liye ini cukup bagus. Mulai dari pemilihan pemainnya yang menurutku cukup memuaskan, setting tempat yang memang mendukung dan juga alur cerita yang meskipun berbeda dengan novelnya tapi masih bisa diterima. Seperti apa yang pernah disampaikan oleh Salman Aristo dan Aditya Gumay bahwa wajar jika film itu berbeda dengan novel karena ada beberapa penyesuaian. Bahasa tertulis itu berbeda dengan bahasa tubuh dan bahasa lisan yang disajikan dalam film. That's right! Itulah kenapa sulit untuk membuat film yang sama persis seperti di novel.

Dalam film ini, sekali lagi saya memuji kemampuan akting Reza Rahadian. Setelah kesuksesannya di film Emak Ingin Naik Haji dan Alangkah Lucunya Negeri Ini, kali ini Reza Rahadian kembali membuktikan kemampuannya. Reza Rahadian berhasil mempertahankan imej sebagai tokoh utama yang mampu all out. Berakting sepenuh jiwa dan dengan segenap cinta sehingga tokoh yang diperankannya seakan benar-benar hidup dan mewujud dalam dirinya. Two Thumbs up deh buat Reza Rahadian. :)

Tapi di sisi lain, terdapat beberapa hal yang menurut saya sedikit mengganggu. Ada beberapa hal yang sempat membuat saya harus berekspresi tidak puas dengan penggarapan film tersebut. Pertama, efek tsunami yang disajikan menurut saya masih kurang bagus. Akan lebih memuaskan para penonton jika efek tsunami yang dihadirkan di sana mampu mengembalikan ingatan para penonton terhadap bencana gempa dn tsunami aceh tujuh tahun silam. Efek yang disajikan masih kurang hebat sebagaimana hebatnya bencana tersebut pada kenyataannya. Kedua, adegan dimana Delisa berkomunikasi dengan Sofie dan Mr. Smith juga sedikit aneh. Kenapa mereka bisa berkomunikasi dengan amat mudahnya padahal terdapat perbedaan bahasa. Dan untuk seumuran Delisa yang belum mengenal Bahasa Inggris seharusnya membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami apa yang dimaksud oleh keduanya. Tapi di film itu seolah-olah Delisa sanggup memahami maksud dari keduanya lebih mudah dan lebih cepat dari yang seharusnya atau pada umumnya.

Ketiga, penggunaan percakapan Bahasa Inggris yang sedikit janggal dimana para pemain mengucapkannya dengan pelan. Terlebih ketika adegan Ustad Rahman berbicara dalam Bahasa Inggris yang teramat pelan seakan membaca teks di depannya. Juga pemilihan kata yang kurang tepat dalam beberapa percakapan antara Ustad Rahman, Abi, Sofie dan Mr. Smith. Keempat, pemeran Koh Achan yang kurang menghadirkan sosok China dalam dirinya. Sehingga agak sulit untuk mempercayai bahwa dia sedang memerankan tokoh pedagang emas yang berdarah China. Kelima, rumah Delisa yang kembali terbangun lebih cepat dari yang terpikir, bagaimana bisa Abi membangun rumah itu sedemikian cepatnya sedangkan yang lainnya masih bertahan di tenda darurat? Keenam, adegan ketika Delisa menemukan kalung di tangan umminya. Di dalam novel, kalung itu berada di genggaman jemari yang sudah menjadi tulang belulang dari sesosok mayat yang tersangkut di rerimbunan semak belukar. Tapi di dalam film itu, kalung itu ditemukan oleh Delisa dalam genggaman tubuh umminya yang masih utuh dan sebagian tubuhnya tertutup pasir.

Ketujuh, adegan percakapan antara Delisa dan umminya yang berlatar belakang berupa penggambaran taman surga. Sebenarnya penggambaran taman surga sudah bagus. Sayangnya, ketika diclose up lagi Delisa di taman itu, tampak janggal dan seakan ada gap antara settingnya dengan Delisa. Seolah-olah keduanya terpisah bahwa setting itu hanya gambar yang sengaja diletakkan di belakang Delisa. Kurang menyatu. Mungkin kita masih perlu belajar masalah penggunaan teknologi dalam memberikan efek ini ke pakar perfilman di Hollywood. Sehingga ketika kelak kita menciptakan film yang menggabungkan animasi dengan shooting manusia beneran, atau pemberian efek dalam perfilman kita akan lebih terlihat nyata dan mampu memukau penonton.




Oke, secara garis besar penggarapan film ini cukup bagus dan mampu membuat penonton berurai airmata sepanjang pemutarannya. Berharap bahwa perfilman Indonesia ke depannya akan didominasi oleh film-film bermutu yang serupa. Sehingga semakin tergeser dan kelak hilanglah film-film sexy horor yang lebih cenderung mengarah pada pornografi yang saat ini masih sering menghiasi layar bioskop di seantero negeri ini.

Semangat berkarya anak negeri... Optimis bahwa kita kelak bisa melahirkan karya-karya spektakuler. Mari tambah lagi deretan film yang mampu menarik minat produser besar kelas dunia seperti Laskar Pelangi... Kita pasti bisa... :)

Oh iya, ini ada bocoran trailernya. Bagi yang belum nonton biar semakin penasaran dan tertarik untuk segera menonton. Ayo dukung karya anak negeri... :)


Sabtu, 24 Desember 2011

Sherlock Holmes : A Game Of Shadows




Akhir tahun ini bioskop dipenuhi dengan film-film bagus dan layak tonton. Tentu abaikan film horor Indonesia yang lebih sering sexy horor dimana sexy-nya lebih menonjol ketimbang horornya. :p

Salah satu film yang saat ini sedang ramai menjadi incaran pecinta perfilman adalah Sherlock Holmes : A Game Of Shadows. Bagi mereka yang telah menikmati Sherlock Holmes 1 pasti tidak akan melewatkan kisah konyol, bodoh dan gilanya Holmes meski tak dipungkiri kecerdasannya yang luar biasa. Holmes dengan gayanya yang khas, mampu dengan apik menyimpan kecerdasannya dibalik tingkah bodoh dan konyolnya. Dalam film ini, penonton akan diajak untuk ikut berfikir apa yang dilakukan Holmes dalam menghadapi Professor Moriarty? Penonton juga akan dibuatnya tertawa hingga teriak histeris.

Penonton pasti sudah bisa menebak bahwa Holmes tidak mati meskipun terjun dari ketinggian yang sangat mengerikan tersebut. Masalahnya adalah penonton masih bertanya-tanya, apa kira-kira yang membuat Holmes bisa bertahan?

Nah, mau tahu garis besar ceritanya? Simak berikut ini:


Sherlock Holmes : A Game Of Shadows



Pada tahun 1891, Irene Adler (Rachel McAdams) mengirimkan sebuah paket ke Dr Hoffmanstahl-pembayarannya adalah sebuah surat yang harus dia sampaikan. Hoffmanstahl membuka paket, memicu sebuah ledakan bom tersembunyi yang berhasil dicegah oleh intervensi Sherlock Holmes (Robert Downey, Jr). Holmes mengambil surat dan membuang bom sementara Adler dan Hoffmanstahl melarikan diri. Holmes kemudian menemukan Hoffmanstahl dibunuh.

Di tempat lain, tepatnya di sebuah restoran, Profesor Moriarty bertemu Adler (Jared Harris) untuk menjelaskan peristiwa tersebut. Namun Moriarty menyadari bahwa Adler terlibat jalinan cinta dengan Holmes, maka Moriarty memberikan racun TB-deeming untuk menyingkirkan Adler.




Beberapa waktu kemudian, Dr Watson (Jude Law) tiba di 221B Baker Street, di mana Holmes mengungkapkan bahwa ia sedang menyelidiki serangkaian pembunuhan yang tampaknya tidak berhubungan, serangan teroris, dan akuisisi bisnis, bahwa ia tahu bahwa semua itu terhubung ke Moriarty. Holmes bertemu dengan gipsi bernama Mother Simza, penerima surat yang dimaksudkan dari surat yang diambil dari Adler, dikirim oleh Rene, kakaknya. Holmes mengalahkan pembunuh yang dikirim untuk membunuh Simza, tapi dia melarikan diri sebelum Holmes dapat menginterogasinya.




Setelah pernikahan Watson dan Mary Watson (Kelly Reilly), Holmes bertemu Moriarty untuk pertama kalinya. Moriarty memberitahu Holmes bahwa ia telah membunuh Adler dan akan membunuh Watson dan Maria jika gangguan Holmes 'terus berlanjut.




Orang-orang suruhan Moriarty menyerang Mary dan Watson di kereta dalam perjalanan bulan madu mereka. Holmes, mengikuti pasangan tersebut untuk memberikan perlindungan. Holmes melempar Maria dari kereta api ke sungai di mana di bawah sana, dia dijemput oleh saudara Holmes, Mycroft Holmes (Stephen Fry). Setelah mengalahkan orang-orang suruhan Moriarty, Holmes dan Watson melanjutkan perjalanan ke Paris untuk mencari Simza. Ketika dia ditemukan, Holmes mengatakan kepada Simza bahwa ia telah ditargetkan untuk dibunuh karena Rene bekerja untuk Moriarty, dan Moriarty berpikir bahwa mungkin Rene bercerita tentang rencananya kepada Simza. Simza membawa Holmes dan Watson ke markas sebuah kelompok anarkis yang ia dan Rene sebelumnya bekerja di sana. Mereka tahu bahwa kaum anarkis telah dipaksa untuk membantu Moriarty.



Holmes berusaha menggagalkan serangan bom dalam Opera Paris. Namun, Holmes terlambat menyadari bahwa ia telah ditipu dan bom tersebut sebenarnya di sebuah hotel terdekat. Bom tersebut berhasil membunuh sejumlah pengusaha. Holmes menemukan bahwa bom itu untuk menutupi pembunuhan terhadap Meinhart-salah satu peserta-oleh ajudan Moriarty, penembak jitu sewaan, Sebastian Moran (Paul Anderson). Kematian Meinhart itu bertujuan agar hibah kepemilikan dari pabrik senjata Meinhart di Jerman segera menjadi milik Moriarty. Holmes, Watson, dan Simza melanjutkan perjalanan sesuai petunjuk dalam surat-surat Rene.


Di pabrik, Moriarty menangkap dan menyiksa Holmes, sementara Watson memasuki pertempuran dengan Moran. Moriarty mengungkapkan bahwa ia memiliki saham dalam beberapa perusahaan sebagai keuntungan perang, dan bermaksud untuk menghasut perang dunia untuk membuat dirinya meningkatkan keutungan. Sementara itu, Watson menggunakan meriam besar untuk menghancurkan sebuah mercusuar di mana terdapat Moran yang tersembunyi. Struktur runtuh ke dalam gudang di mana Moriarty memegang captive Holmes. Watson, Simza, dan Holmes yang terluka berusaha melarikan diri naik kereta bergerak. Holmes menyimpulkan bahwa target akhir Moriarty adalah pertemuan puncak perdamaian di Swiss, menciptakan sebuah insiden internasional dan memicu perang.

Di puncak, Holmes mengungkapkan bahwa Rene merupakan pembunuh dan bahwa dia menyamar sebagai salah satu duta besar-setelah melakukan operasi radikal rekonstruksi wajah oleh Hoffmanstahl untuk mengubah penampilannya. Watson dan Simza mulai mencari tanda-tanda si pembunuh, sementara Holmes dan Moriarty-juga hadir- di luar untuk mendiskusikan rencana mereka bersaing. Watson dan Simza menemukan Rene dan menghentikan upaya pembunuhan, tapi Rene kemudian dibunuh oleh Moran. Di luar, Holmes mengaku bahwa ia mencuri buku harian pribadi Moriarty di Jerman-catatan rencana dan keuangan-dan menggantinya dengan duplikat. Asli buku tersebut dikirim ke Maria di London yang menguraikan dekripsi kode yang digunakan sdalam buku Moriarty tersebut. Holmes melihat kode-kode tersebut di kantor Moriarty selama pertemuan pertama mereka. Maria menggunakan informasi tersebut melalui Inspektur Lestrade (Eddie Marsan) yang merebut sebagian aset finansial Moriarty itu, untuk melumpuhkan dia. Holmes dan Moriarty mengantisipasi konfrontasi fisik yang akan datang dan me Holmes menyadari Moriarty akan menang, mengingat keuntungan dengan bahu Holmes terluka. Holmes memilih untuk bukan bergulat melawan Moriarty melainkan menekuk lutut mereka berdua di atas balkon dan menjatuhkan diri ke air terjun di bawahnya.

Mayat Holmes dan Moriarty tidak ditemukan, sehingga mereka berdua dinyatakan mati. Setelah pemakaman Holmes, Watson dan Maria mempersiapkan diri untuk menikmati bulan madu mereka yang tertunda ketika Watson menerima paket berisi perangkat pernapasan Mycroft Holmes yang telah dilihatnya sempat digunakan Holmes tepat sebelum acara puncak perdamaian Swiss tersebut. Menyadari bahwa Holmes masih hidup, Watson meninggalkan kantornya untuk menemukan orang pengiriman paket tersebut. Holmes, setelah bersembunyi di kantor Watson menggunakan pakaian kamuflase perkotaannya, membaca pidato segar pada mesin tik Watson dan menambahkan tanda tanya setelah kata "THE END".

Itulah Holmes, meskipun dia dianggap gila oleh beberapa orang tapi kecerdasannya seakan melekat padanya bagai kutukan untuk membuatnya mampu memecahkan kasus-kasus yang dihadapinya. :)


Berikut beberapa cuplikannya : ^-^











Kamis, 22 Desember 2011

Mission Impossible 4 : Ghost Protocol


Pecinta Mission Impossible pastinya ga ketinggalan berita dong soal kembalinya mas ganteng, Tom Cruise?hehehe...

Yup, si ganteng Tom Cruise kembali memukau penggemarnya di Mission Impossible 4 : Ghost Protocol. Meskipun usianya semakin bertambah tapi kemampuan aktingnya tetap pantas diacungi jempol. Demikian juga film yang dibintanginya memang tak akan sulit untuk mendapatkan acungan jempol dari para pemirsanya.


Mission Impossible 4 : Ghost Protocol

Sebuah dokumen yang berisi tentang kode bom nuklir sedang diincar oleh IMF. Dan ternyata mereka tidak sendiri, ada pihak luar yang mengincar dokumen tersebut untuk sebuah misi jahat.

Agen IMF Ethan Hunt (Tom Cruise) yang sedang melakukan operasi rahasia di Moskow, mendapatkan panggilan tugas untuk mendapatkan dokumen itu kembali ke tangan IMF.

Ia mendapat misi untuk menyusup ke dalam Kremlin untuk mendapatkan dokumen tersebut. Saat ia menyusup ke Kremlin, ternyata pihak luar sudah berhasil menge-bom Kremlin dan membuat Ethan Hunt (orang Amerika) yang menjadi tersangka bagi polisi Rusia.

Pemerintah Rusia mengkategorikan serangan itu sebagai "an undeclared act of war" mendorong pemerintah Amerika Serikat untuk memulai operasi hitam dikenal sebagai "ghost protocol".

Ethan Hunt akhirnya mendapatkan misi melarikan diri tanpa bantuan dari IMF. Tidak ada telepon, tidak ada kontak, dan tidak dapat dilacak untuk mendapatkan dokumen tersebut bersama tim barunya Jane Carter (Paula Patton), Benji Dunn (Simon Pegg), dan William Brandt (Jeremy Renner).

Sebelum Ethan Hunt dapat melarikan diri, sekretaris IMF dibunuh oleh pasukan keamanan Rusia yang dipimpin oleh Sidirov, meninggalkan Hunt dan analis intelijen William Brandt untuk menemukan cara mereka sendiri keluar. Tim mengidentifikasi Cobalt sebagai Kurt Hendricks, strategist nuklir Rusia kelahiran Swedia yang berprinsip bahwa yang lemah harus mati dan yang kuat untuk bertahan hidup, sehingga ia berencana untuk memulai sebuah perang nuklir untuk memulai tahap berikutnya dari evolusi manusia. Hendricks mengebom Kremlin dan memperoleh kontrol perangkat peluncuran nuklir Rusia dan sekarang membutuhkan kode dari kurir Budapest untuk meluncurkan rudal nuklir di Amerika.

Pertukaran antara Moreau dan tangan kanan Hendricks itu, Wistrom, berlangsung di Khalifa Burj di Dubai. Hunt dan anggota timnya secara terpisah meyakinkan Moreau dan Wistrom bahwa mereka telah membuat pertukaran satu sama lain. Namun, Moreau mengidentifikasi Brandt sebagai agen. Sementara Hunt mengejar Wistrom dan menyadari bahwa sebenarnya Wistrom adalah Hendricks yang menyamar, melarikan diri dengan kode dari Moreau. Moreau mencoba untuk membunuh Dunn dan Carter melemparnya keluar jendela dari lantai 130 dan akhirnya Moreau mati. Brandt menuduh Carter mengorbankan misi balas dendam terhadap Moreau, tapi Hunt menuduh Brandt menyimpan rahasia dari mereka, karena ia memiliki keterampilan seperti seorang agen daripada sebagai seorang analis. Sementara Hunt mencari informasi lebih lanjut dari Bogdan, Brandt mengakui bahwa ia ditugaskan untuk melindungi Hunt dan istrinya Julia saat bertugas. Julia dibunuh oleh penyerang Serbia, mendorong Ethan untuk mengejar dan membunuh mereka sebelum dia tertangkap oleh Rusia dan dikirim ke penjara.

Bogdan dan sepupunya menginformasikan kepada Hunt bahwa Hendricks akan berada di Mumbai. Hendricks memanfaatkan fasilitas dari pengusaha telekomunikasi India yang menjual satelit militer kepada Soviet sebelum Uni Soviet runtuh, Brij Nath, yang dapat digunakan untuk mengirimkan perintah untuk menembak rudal. Sementara Brandt dan Dunn menyusup ke ruang server untuk mengambil offline satelit, Carter akan meminta kode pengendali satelit Nath. Tapi Hendricks telah mengantisipasi rencana Hunt dan membutuhkan server Nath yang offline sebelum mengirim sinyal dari sebuah menara penyiaran televisi untuk kapal selam nuklir Rusia di Pasifik. Hunt mengejar Hendricks dan berusaha menggagalkan peluncuran nuklir tersebut. Hunt dan Hendricks berebut perangkat kontrol sebelum peluncuran. Hendricks melompat dan membawa kontrol nuklir itu untuk memastikan peluncurannya. Dunn membunuh Wistrom, memungkinkan Brandt untuk mengembalikan daya ke stasiun dan memungkinkan Hunt untuk menonaktifkan rudal itu. Dia dihadapkan oleh Sidorov, yang melihat Hunt menghentikan rudal, membuktikan IMF tidak bersalah dalam pemboman Kremlin.

Pada akhirnya, mereka berhasil menyelesaikan misi itu. Mereka berkumpul kembali setelah misi itu selesai, Hunt menawarkan misi kepada mereka. Tapi Brandt menolak. Hunt menahan kepergian Brandt dan menceritakan semua kejadiannya, dia juga menjelaskan bahwa istrinya masih hidup tapi dia meminta kepada IMF agar membuat seolah-olah istrinya telah mati. Brandt terkejut. Menatap Hunt dan menyakinkan dirinya sendiri bahwa semua itu benar. Pada akhirnya, Brandt menerima misi itu.

Di film ini, Tom tetap memukau dan mampu menghipnotis para penonton. Two thumbs up deh pokoknya. Yang belum nonton, wajib nonton... :)

Beberapa potongan dan cuplikannya nih sebagai bocoran...hehehe...












Jumat, 18 November 2011

REAL STEEL






















Awesome Movie : REAL STEEL



Berawal dari sebuah kebosanan mengisi awal liburan, aku dan beberapa teman kelas memutuskan untuk nonton bareng. Berhubung salah satu dari kami sudah menonton Tintin, maka diputuskan untuk memilih Real Steel sebagai santapan bersama. Dan di luar dugaan kami, film ini benar-benar mampu memikat hati. Tidak hanya tentang teknologi dan action para robot dalam pertandingan Robotic Boxing, tapi juga ada kasih sayang antara ayah dan anak yang tidak saling mengenal. Mereka bertemu dalam sebuah keterpaksaan. Namun keterpaksaan itu yang kemudian menjadikan ikatan diantara keduanya semakin kuat dan erat. Like son like father! Mungkin demikianlah kira-kira.

Ok, selanjutnya akan saya ceritakan sedikit tentang REAL STEEL tersebut. Semoga berkenan untuk menyimaknya... :)


REAL STEEL

Pada tahun 2020, manusia dalam dunia pertinjuan (apa deh istilahnya...hehehe) telah digantikan posisinya oleh robot. Charlie Kenton (Hugh Jackman) merupakan salah satu yang menyukai tinju dan memiliki sebuah robot bernama Ambush.



Dengan menggunakan Ambush untuk beradu tinju, Charlie berusaha untuk mengeruk keuntungan demi menutup hutang yang menumpuk untuk membeli robot dan segala suku cadangnya. Sayangnya, Ambush kemudian dikalahkan oleh seekor banteng, Black Thunder, milik promotor bernama Ricky (Kevin Durand). Pertandingan berakhir tidak fair, Ambush dihancurkan oleh Black Thunder. Charlie kemudian berhutang $20.000 pada Ricky dan berusaha kabur.

Setelah kekalahannya, Charlie justru bertemu dengan seseorang yang memberitahunya bahwa mantan pacarnya telah meninggal dan anaknya, Max Kenton (Dakota Goyo) yang berusia 11 tahun, saat ini sedang berada di pengadilan untuk memutuskan hak asuh. Debra (Hope Davis) dan Marvin (James rebhorn) yang tak lain adalah paman dan bibi Max yang ingin memiliki hak asuh sepenuhnya atas Max. Charlie menemukan ide untuk menyerahkan Max ke pengasuhan Debra dengan meminta sejumlah uang kepada Marvin. Dan dicapai kesepakatan bahwa Marvin akan memberikan $100.000 kepada Charlie. $50.000 akan dibayarkan dimuka dan sebagian lagi akan diberikan setelah Debra dan Marvin kembali dari luar kota. Debra tidak tahu tentang persekongkolan Marvin dan Charlie terkait uang demi perolehan hak asuh atas Max.

Selama Marvin dan Debra pergi, Max akan berada dibawah pengasuhan ayahnya, Charlie. Rasa tidak suka satu sama lain antara Max dan Charlie membuat keadaan semakin sulit. Terlebih ketika Max tahu bahwa Charlie menerima sejumlah uang dari Marvin. Max meminta separuhnya untuk menghidupi dirinya sendiri tapi Charlie menolak. Charlie menggunakan uang itu untuk membeli robot lain. Kali ini yang dibelinya adalah Noisy Boy, sebuah robot legendaris yang pernah bertanding dalam pertandingan internasional WRB.



Kemarahan Max mereda setelah melihat Noisy Boy di hadapannya.
"Wow... Ini sungguh Noisy Boy? Keren," kata Max.
"Iya. Ini Noisy Boy yang dibuat pada tahun 2016 dan pernah masuk ke pertandingan internasional," jawab Bailey.

Dan ketika Charlie hampir putus asa karena Noisy Boy tidak mendengar perintahnya dan tidak seperti yang dibayangkannya, Max muncul dengan instruksi dalam bahasa Jepang dan Noisy Boy bergerak sesuai perintahnya.

"Apa? Kamu bisa Bahasa Jepang? Darimana kamu belajar?" tanya Charlie tidak percaya.
"Games. Semua games copyan dari Jepang memang yang terbaik," jawab Max bangga.

Dari sanalah mulai terlihat kesamaan diantara keduanya, sama-sama suka games dan robot.

Bailey Tallet (Evangeline Lilly), teman Charlie sejak kecil, kemudian merubah bahasa instruksinya menjadi bahasa Inggris. Charlie sangat senang, artinya dia bisa membawanya ke sebuah pertandingan Robotic Boxing ilegal. Dan karena kecerobohan Charlie, Noisy Boy dikalahkan oleh Midas. Max sangat marah karena merasa bahwa Charlie sangat bodoh dan tidak bergerak berdasarkan perhitungan yang matang. Charlie semakin marah dengan sikap sok tahu dan sok dewasa anaknya.



Sepulang dari pertandingan yang menanggung kekalahan telak dan hanya menyisakan rongsokan dari tubuh gagah dan perkasa Noisy Boy, Charlie mencari beberapa suku cadang ilegal di sebuah tempat pengumpulan rongsokan. Dan kejadian yang hampir merenggut nyawa Max karena tergelincir pun membuat Max dan Charlie lebih dekat.

"Tunggu. Kupikir ada robot utuh di sini. Dia yang telah menyelamatkanku. Sebaiknya kita bawa dia," kata Max.

"Tidak. Tidak lagi. Aku sudah selesai. Kalau kamu mau, ambil dan derek sendiri," kata Charlie sambil meninggalkan Max.



Kesal, Max menggali sendiri robot itu dan membawanya dengan derek. Saking marahnya karena ditinggal sendiri oleh Charlie, Max memukul tubuh Charlie.

Sesampainya di bengkel milik Bailey, Charlie menunjukkan semua yang dibawanya. Dan Bailey kesal karena menemukan puing-puing rongsokan Noisy Boy.
"Hanya ini yang tersisa dari Noisy Boy?" tanya Bailey.
"Ya, aku menjual kepalanya di sana seharga $4.000 untuk dijadikan hiasan. Coba kamu lihat rongsokan yang dibawa anak itu tadi malam. Mungkin ada yang bisa kita lakukan atau mungkin menjualnya," kata Charlie.

"Itu milikku. Aku mendereknya sendiri," sahut Max tiba-tiba.
"Ini adalah robot generasi kedua. Dia diciptakan pada tahun 2014. Tapi kurasa tidak ada yang bisa kita lakukan. Dia bukan type robot petarung. Tapi lihatlah. Dia punya kemampuan unik untuk menirukan gerakan dan menyimpannya di memory," jelas Bailey.


"Bersihkan dirimu dan juga robotmu ini," kata Charlie meninggalkan Max.
Max membersihkan robotnya. Dan mengetahui bahwa robot itu bernama Atom.


Max terus merayu Charlie agar menjadikan Atom sebagai robot petarung. Tapi Charlie tetap menolak dan mengatakan bahwa itu tidak akan berguna. Sampai akhirnya mereka mencoba untuk bertarung di Zoo. Itu menjadi pertarungan pertama Atom dan Max. Dan sungguh menakjubkan ketika pada akhirnya Atom berhasil menang melawan Metro.



Max sangat optimis bahwa Atom bisa menjadi petarung. Dia mengupgrade Atom dengan beberapa bagian dari Ambush dan Noisy Boy. Bahkan Max menggunakan alat kendali suara pada Noisy Boy untuk Atom dan berhasil. Ketika sedang mengutak-atik program untuk Atom, Max menyalakan musik dan menari. Atom mengikuti gerakannya dan Max tertawa. Charlie melihatnya dan menggoda Max.

"Tarianmu bersama Atom sangat menarik. Kamu pintar juga dance. Kalau begitu tunjukkan kemampuanmu minggu malam nanti," kata Charlie.



"Tidak, Ayah," jawab Max.

"Kenapa tidak? Kamu masih anak-anak dengan umurmu..."

"11 tahun," sahut Max.

"Ya, 11 tahun jika itu katamu. Mereka butuh hiburan dan kamu bisa melakukannya," kata Charlie.

"Baiklah. Aku akan melakukannya jika kamu mau melatih Atom bertinju," jawab Max.

"Oh Tidak," sahut Charlie.

"Kenapa? Dulu kamu adalah petinju hebat. Kamu pasti bisa melakukannya. Dan aku akan berdansa dengan Atom nanti. Bagaimana?" tantang Max.

"Kamu mau menari bersamanya?" tanya Charlie.

"Ya. Dan kamu mengajarinya teknik tinju. Deal?" sahut Max.



Keduanya setuju. Dan mulai keesokan harinya Charlie mengajari Atom bertinju.



Perjalanan Atom dalam pertarungan semakin lancar. Dia semakin terkenal karena intro yang unik dengan dancenya bersama Max. Hingga mengantar keduanya ke pertandingan Internasional di WRB. Dan lawan pertama Atom di sana adalah Twin Cities, robot berkepala dua.



Sebelum memulai pertandingannya, Max dan Charlie dipanggil oleh Farra Lemkova, pemilik Robot super kuat, Zeus.
Farra menawarkan untuk membeli Atom sebagai lawan berlatih Zeus. Charlie tergoda dengan sejumlah uang yang ditawarkan tapi Max bersikukuh untuk tidak menjual Atom. Max marah melihat sikap ayahnya dan sekali lagi dia mengatakan bahwa Atom miliknya.

Dalam pertandingan pemanasan di laga internasional, awalnya Atom sempat terpojok karena Twin Cities berkepala dua sehingga gerakan Atom mudah sekali untuk diawasi. Max panik karena melihat Atom semakin terdesak dan meminta ayahnya untuk mencari kelemahannya.

"Lihat itu. Setiap kali dia bergerak memukul, bahunya ikut bergerak. Serang di sebelah sana," kata Charlie.

Max menyerangnya bertubi hingga akhirnya mengantarnya kepada kemenangan. Setelah kemenangannya dari Twin Cities, Max menyampaikan tantangannya untuk melawan Zeus.

"Dan aku menantang seorang wanita cantik yang entah siapa namanya, Farra Lemkova. Bahwa aku menantang Zeus untuk bertanding dengan atom," seru Max di atas ring setelah kemenangan Atom.

Para penonton bersorak. Tak sabar untuk menantikan pertandingan tersebut. Sayangnya, malam ketika Max dan Charlie hendak merayakann kemenangan mereka, Ricky datang bersama anak buahnya dan memukul Charlie hingga babak belur serta mengambil semua uang mereka.

Kemudian, Charlie bermaksud menyerahkan Max kepada Debra karena merasa bahwa itulah yang terbaik untuk Max. Max marah, karena dia merasa seperti dilempar dari satu tangan ke tangan lain. Terlebih dia merasa tidak berharga di mata ayahnya.

"Max, katakan sesuatu sebelum kamu pergi. Jika ingin marah, marahi saja aku. Please," pinta Charlie sebelum Max pergi.

“I want you to fight for me! That’s all I ever wanted!” kata Max sebelum masuk ke mobil Debra.

Setelah kepergian Max, Charlie marasa ada yang berbeda dengan dirinya. Merasa sepi dan sendirian yang kemudian membawanya kembali menemui Bailey. Setelah saling berbicara satu sama lain, Bailey meminta Charlie untuk membawa Max kembali.

Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, Charlie menemui Max di rumah Debra.
"Jadi kamu kesini hanya untuk minta maaf?" tanya Max.
"Tidak. Oh, maksudku ya. Dan aku...," Charlie bingung bagaimana berbicara dengan anaknya sendiri.
"Kamu sudah setuju bahwa Max akan berada di bawah pengasuhanku, Charlie," sahut Debra ketika melihat Charlie.
"Ya, aku tahu. Kamu punya hak sepenuhnya atas Max. Tapi berikan aku satu kesempatan lagi. Satu malam ini saja," pinta Charlie.

Dan Debra mengijinkannya. Max sangat bahagia. Terlebih mengingat bahwa malam ini adalah pertandingan Atom denga Zeus.


"Apakah kita akan kalah?" tanya Max.
"Kita lihat saja," jawab Charlie.

Pertandingan menegangkan itu pun berlangsung. Berkali-kali Atom terpukul hingga terjatuh tapi masih sanggup untuk bangkit kembali.

Hingga di ronde terakhir, yaitu ronde 5, kendali suara tidak lagi bekerja pada Atom akibat serangan Zeus yang membabi-buta.
"Aku mengaktifkan sistem meniru gerakan pada Atom. Dan kini, tolong bantu dia untuk menang," pinta Max.

Awalnya Charlie menolak.
"Lihatlah, mereka sudah mulai panik dan ketakutan. Ini saat terbaik untuk memberi mereka pelajaran. Ayolah, ayah," pinta Max.



Melihat Max sedemikian semangatnya akhirnya dia mengalah dan menuruti apa yang diinginkannya.

"Aku tahu kamu tidak akan bisa mendengarku. Mulai saat ini, tetap tatap aku dan ikuti gerakanku," kata Charlie pada Atom.

"Ayah, kamu sedang berbicara dengan robot?" tanya Max sambil tertawa.

"Ya," jawab Charlie sambil menatap ke arah Max.


Dan Max tertawa. Selanjutya di ronde terakhir ini, Charlie bergerak mengelilingi ring agar Atom bisa melihatnya dan menirukan gerakannya. Hingga kondisi dimana Atom terpojok dan terus menerima serangan Zeus. Max khawatir Atom akan kalah dan hancur. Tapi Charlie membiarkan Zeus menyerang untuk menghabiskan energinya.

"Charlie, lakukan sesuatu atau Atom akan hancur," pinta Max dalam kepanikannya.

"Belum waktunya, Nak," jawab Charlie sambil tersenyum.

Dan kejadian itu berlangsung lama hingga Max tidak tahan dan menitikkan airmata.
Setelah melihat bahwa Zeus mulai lemah dan berhenti menyerang Atom, Charlie melirik ke arah Max.
"Sekarang saatnya."



Dan Atom menyerang Zeus hingga terjatuh. Ketika Zeus terbangun lagi, Atom menyerangnya kembali bertubi-tubi. Tax Mashido semakin kesal dan menghancurkan layar kendali Zeus, sementara Farra Lemkova stress melihat Zeus semakin terpukul mundur. Zeus diselamatkan oleh waktu. Dan meskipun Atom telah berjuang sedemikian keras, para juri tetap memilih Zeus sebagai pemenangnya. Para penonton bersorak karena merasa itu tidak adil.

Para reporter dan penonton menyerukan bahwa Atom adalah pemenang di hati rakyat.

“People’s champion? Sounds pretty good to me,” kata Max sambil tersenyum bangga.

Ya, akhirnya Atom bisa mengalahkan Zeus yang terkenal dengan robot yang tercipta untuk mebghancurkan semua lawan dihadapannya. Atom membuktikan bahwa itu tidak berlaku atasnya.


ANOTHER PICTURE:


Charlie & Max



Max & Atom



Bailey



Bailey & Charlie



Max Kenton




So, yang masih penasaran segera tonton ya... :)


(Jum'at pagi, sedikit mendung
Bintaro, 18 November 2011)

Rabu, 02 Maret 2011

Fanaa (Review Film... Lagi iseng... ^_^)



Bismillah...

Mentang-mentang ujian buat besok adalah Take Home Test, jadilah ga belajar, paper buat ujian udah siap... :)

Nah, iseng-iseng dikasih tahu ma temen untuk nonton Fanaa, yang main Aamir Khan dan Kajol...
Ini si Aamir Khan pas jaman kapan ya... Ini film lama, udah jaman bahela...hehe...
Tapi bener dech si Aamir Khan ini keren banget, muslim lagi...hehe..
Kan di India muslim nya masih minoritas, jadi keren aja kalau banyak artis yang muslim bermunculan... :)

Eh... kok jadi bahas aktornya sich... :)
Yuk, kita bahas sedikit tentang film nya... :)

Fanaa mengisahkan seorang gadis buta yang berhati baik, juga pandai menari, Zooni Ali Beg (Kajol). Dia ingin berkelana untuk mendapatkan pengalaman hidup. Dia pergi meninggalkan rumahnya dan pergi ke New Delhi.
Nah, di sinilah ia bertemu Rehan Qadri (Aamir Khan), pria yang akan mengubah hidupnya.

Rehan benar-benar terpesona dengan Zooni sejak pertama kali bertemu, terlebih ketika dia telah bisa mengenalnya lebih baik. Dia melihat di luar kebutaan Zooni dan melihat ke dalam jiwanya yang murni. Dia ingin Zooni merasakan keindahan dunia ini. Dia memberikan waktu, pikiran dan hatinya.

Rehan membawa Zooni berjalan-jalan. Dia menjadi guide tour dan membawanya ke berbagai tempat di New Delhi. Zooni menghargai setiap momen yang dihabiskannya dengan Rehan. Tetapi sedikitpun ia tak tahu bahwa kebahagiaan romantis ini akan segera hancur.

Ada sisi lain dari Rehan yang sulit untuk diungkapkannya pada Zooni. Dia tahu jika mengatakan yang sebenarnya akan membuat Zooni meninggalkannya. Tapi ia juga khawatir bahwa dirinya menjadi bagian dari hidupnya dapat menghancurkannya.

Zooni dan keluarganya tinggal di kashmir, lalu ceritanya mulai menegang ketika terjadi ledakan bom di istana negara dan diduga salah satu korbannya adalah Rehan.
Padahal saat itu, Zooni baru saja selesai operasi mata dan dapat melihat. Sedangkan yang ia lihat pertama kali adalah kematian Rehan.

Eng...ing...eng... Ternyata Rehan masih hidup, dan dialah otak dibalik terorisme yang melakukan bom di istana negara. Inilah pengkhianatan Rehan terhadap cintanya, yang diberikan oleh Zooni, gadis polos yang sangat mencintainya.

Dia meninggalkan Zooni dan melupakan Zooni sebagai bagian masa lalunya demi tugas nya mencapai kemerdekaan yang dituntut Kashmir dari India, untuk menjadi negara baru. Gerakan Kashmir yang menginginkan tidak sekedar berusaha mengusir India dari Kashmir, tapi juga mengusir Pakistan dari Kashmir. (Untuk bagian ini, kalau mau lebih tahu lebih lengkap baca sejarahnya India dan Pakistan aja ya.. ^_^ Dan memang sampai sekarang masalah Kashmir masih menjadi rebutan 2 negara yang selalu bermusuhan layaknya musuh bebuyutan, India vs Pakistan... Ini sekilas yang saya tahu dari berita-berita tentang Kashmir ^_^ Kalau salah mohon maaf...)

Dan seiring berjalannya waktu, suatu ketika Rehan tertembak dan terluka parah. Dia terdampar di sebuah rumah dan ternyata rumah itu adalah rumah Zooni. Takdir telah mempertemukan mereka kembali. Namun Zooni tak lagi sendiri karena dia telah bersama anak lelakinya yang diberi nama Rehan, seperti nama ayahnya yang dianggap telah mati.

Zooni selalu menyalahkan dirinya atas kematian Rehan, suaminya. Dan itulah kenapa dia memberi nama putranya dengan nama yang sama seperti nama ayah anaknya, agar ia selalu ingat dengan suami tercintanya yang telah tiada.


Ya, pada intinya 'Fanaa' adalah salah satu kisah cinta, pengkhianatan, kepercayaan, dan rasa sakit. Ini adalah kisah di mana protagonis harus membuat pilihan terberat hidup mereka.

Pokoknya lihat filmnya aja dech... Bagus kok... :)

Beberapa kalimat dalam film Fanaa :

Rehan : "Jangan mendekatiku lagi, karena badai ini akan menghancurkanmu."

Zooni : "Semoga nafasku selalu menyertaimu. Jika cinta ini hancur, maka hidupku juga akan hancur."

Rehan : "Jika matahari itu panas, kenapa bumi tidak terbakar olehnya? Jika karena mataku aku mencintaimu, kenapa hatiku yang merasakan sakitnya?"

Ibu Zooni : "Berikan hatimu untuk seseorang yang sangat mencintaimu. Tapi kasihanilah seseorang yang rela hancur untuk kekasihmu."


Oh iya, di film ini ada satu lagu yang bagus... Judulnya SubhanAllah... :)
Yang translate bahasa inggris syairnya kurang lebih seperti ini :
"Subhan Allah...
The moon gives us its blessings and tells us
it's time to drop this veil of modesty and commit a sin.
I'm determined to obliterate myself, to be annihilated by your love.
The moon gives us its blessings and tells us
it's time to drop this veil of modesty and commit a sin.
You remind me of the wind; touch me as you pass.
You move as sinuously as a reed; plant yourself in my heart.
Come, make some excuse to move into my arms; I want to be destroyed by you.
The moon gives us its blessings and tells us
it's time to drop this veil of modesty and commit a sin.

Subhan Allah...
If I told you my intentions, you'd be flustered and embarrassed.
If I let you hear how my heart pounds, you'd grow anxious.
I don't know how to hide it away; let me be destroyed in you.
The moon gives us its blessings and tells us
it's time to drop this veil of modesty and commit a sin.
I'm determined to obliterate myself, to be annihilated by you"


Yang mau tahu cerita lengkapnya silakan nonton sendiri ya... :)

Ini hasil keisengan malam ini... Mau tahu keisengan lainnya?? Tunggu edisi iseng selanjutnya... :D