Assalamu'alaykum...

Selamat Datang.... ^_^
Tampilkan postingan dengan label prosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label prosa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 September 2011

Sometimes

Sometimes
Aku ingin berlari jauh sekali
Hingga tak dapat lagi aku kembali
Lalu menghilang dan terlupa dari ingatan
Tak satupun tahu akan diriku yang pernah di antara mereka

Sometimes
Aku ingin bisa menghilang
Lenyap tanpa jejak
Hingga tak ada yang bisa mencariku
Dan menemukanku
Kembali

And sometimes
Aku ingin memutar waktu kembali
Agar sempat kuperbaiki apa yang salah
Hingga sempat kuhindari apa yang tak baik
Dan kulakukan lebih baik lagi dari yang telah terlalui

Tapi...
Bukankah dari setiap kesalahan
Setiap kekeliruan
Setiap ketidakbaikan yang datang
Menyapa dan meninggalkan jejak luka
Menggores kenangan kelam
Menghadirkan temaram atau kegelapan dalam kehidupan
Darinyalah kita banyak belajar
Belajar untuk menemukan cahaya saat gelap melanda
Belajar berdiri dan tegak kembali kala tubuh terpelanting jatuh
Atau belajar berani membuka mata
Dan menatap kembali hari esok


Hidup itu bukan hanya hari ini
Bukan pula cukup hari kemarin
Tapi masih ada esok yang menanti
Ketika kemarin dan kini salah itu terlanjur tertumpah
Maka esok hari adalah saat tuk perbaiki
Bangkit dan berdiri kembali
Hapus airmata dan buka mata kembali
Lalu...
Dengan tegap, melangkahlah kembali

It's not time to cry and cry
But, it's time to wake up, stand up
And move on...


Ingatlah kawan,
Tuhan tak henti menemani
Tak henti mendampingi
Dan kasih sayangNya tak henti membanjiri
Maka jangan pernah merasa sendiri
Apalagi merasa tak berarti

Sungguh, pelangi itu tampak setelah hujan berhenti
Kupu-kupu terlahir setelah bertapa dalam sebuah kepompong
Dan mutiara terlahir setelah kerang merasakan begitu banyak kesakitan
Atau cangkir cantik tanah liat terlahir setelah melewati tempaan dan pembakaran yang sangat menyakitkan


Jangan pernah putus asa, kawan
Melangkah dan melangkahlah meski tertatih
Atas setiap kesalahan dan kekhilafan
Belajarlah tuk memperbaiki dan menghindari
Agar tiada terulang kembali


(Iseng di tengah diskusi kelas...hehehe... )


Jumat, 16 September 2011

Tentan Hujan

Dan aku selalu suka mencium harumnya air langit yg mengguyur gersangnya bumi. Keharuman yg penuh dengan kerinduan. Rindu akan kesejukan dan kesegaran.
Hanya masih tak kumengerti apa kata yg hendak disampaikan angin dalam bahasanya yg mengalun kasar...

Langit yang terlalu gelap, guntur yang menggelegar, serta angin yang bertiup terlalu kencang...
Sangat menakutkan, bukan?
Tapi tetap tak mampu membuatku melupakan rasa sukaku pada hujan...
Pada keharumannya yang begitu menyeruak ketika ia bertemu dengan pelukan lembut pada bumi...
Pada setiap bagiannya yang mampu menarik kuat kembali pada setiap kenangan masa lalu...

Dan derasnya sudah berlalu. Tapi rintiknya masih setia mengalun merdu, menemaniku melalui malam dan mengingatkanku tuk terus mendekat padaMu...
Dan rintiknya menghilang. Terdiam, menyisakan kesunyian. Malam yang kelam, mungkin tak kan berkawan bulan ataupun bintang. Hanya kegelapan.

Dan pada setiap bulir hujan, aku merangkai rindu yang terpendam...
Rindu pada seseorang yang entah siapa dan dimana?
Rindu pada satu atau beberapa orang sekaligus?
Rindu yang seperti apa?
Ah, entahlah...

Hujan, entah bagaimana caranya selalu mampu menarikku jatuh kembali ke jurang. Sebuah jurang kerinduan yang terkadang terlalu menakutkan.

Terkadang, aku takut tak menemukan jalan pulang. Atau terlupa tentang kata 'pulang' jika aku telah merasa nyaman berpeluk dengan kerinduan.

Dan hujan, selalu mampu menghentakkanku kembali pada beberapa siluet kenangan masa lalu...
Entah itu kenangan yang indah mewarnai hidup...
Atau kenangan kelam yang membuatku tergugu...

Ah, hujan...
Ada rasa suka dan takut berpadu jadi satu ketika bertemu denganmu...

Takut, karena gelapnya langit, kerasnya guntur dan kencangnya angin
Seakan menandakan kemarahan dan kemurkaanNya...

Suka, karena aroma khasmu yang menyejukkan kembali bumi yang gersang
dan lagi, bukankah pelangi akan hadir setelahmu?

Pelangi indah yang sangat kami suka untuk menatapnya bersama, menghiasi langit biru atau pun kelabu
Tapi cantiknya pelangi tak akan pernah pudar karenanya...

Dan hujan...
Aku akan selalu menantimu...


(menuliskan kisah hujan kemarin malam
Sepulang mengajar
Di sudut kamar yang temaram :) )

Jumat, 29 Oktober 2010

Rindu Itu.......


Rindu itu adalah saat aku merasakan sesak dalam dadaku saat engkau tiada disisiku...

Rindu itu adalah saat aku menghabiskan malamku untuk menangis karena seharian tak mendapatkan kabar darimu...

Rindu itu adalah saat aku menghabiskan waktuku untuk memandangi fotomu dan membayangkan engkau ada di hadapanku...

Rindu itu adalah saat aku merasakan dingin dan berharap berada dalam dekapanmu...

Dan Rindu itu adalah saat aku tak dapat melihatmu di hadapanku, di sampingku atau saat aku menoleh ke belakang dan tak kudapati engkau di sana...




Rabu, 07 Juli 2010

Rindu Diri.......



Aku biasa menatap bulan dan bintang di teras rumah...menikmati kelap-kelip manja sang bintang yg berusaha mengalihkan perhatianku pada rembulan...Subhanallah...sungguh pemandangan yang sangat cantik... ^_^
Aku bisa menikmati sembari senyum-senyum di teras...melihat kilat cahaya yg dipancarkan rembulan saat malam terus berjalan...terlebih ketika bulan purnama...bisa menghabiskan waktu berjam-jam di teras sambil bercengkrama bersama Ibu, Bapak dan adikku tercinta... ^_^
Sayangnya, saat ini aku bahkan lupa secantik apa kerlingan manja sang bintang dan seindah apa kilatan cahaya rembulan...terlalu lama sudah aku melewati malam-malam tanpa menikmati pemandangan seindah itu...


Pun...aku jatuh hati pada kecantikan pelangi seusai hujan turun membasahi bumi bersambutkan cahaya mentari....Subhanallah...indah tiada terurai lagi kalimat untuk mengungkapnya...
Setelah puas menikmati hujan yang membasahi diri, aku akan terduduk manis menikmati indahnya pelangi...terkadang aku bermimpi ingin menjadi setitik warna pelangi agar bisa memberi warna cantik di langit sana...
Dan kini...telah lama aku tiada menunggu-nunggu kedatangan pelangi seperti dulu..terlalu asyik dengan selimut hangatku...melewatkan pemandangan cantik lukisan alam....
Dan aku sadari...Aku rindu..serindu hatiku terhadap kerlingan manja sang bintang dan kilatan cahaya rembulan...


Kemudian kutengok kamar mungilku...kudapati bertumpuk buku di sana, beberapa bahkan masih cantik dengan bungkus plastiknya...
Duh, kemanakah diriku yg dulu...yang bertahan berjam-jam bercengkrama dengan buku hingga lupa dengan berbincang bersama teman...
Lalu apa yg selama ini kulakukan, ikut berbincang dengan banyak bahasan hingga terkadang lupa tentang batasan?? menikmati acara demi acara di TV...terbawa dengan alunan merdu lagu-lagu yg melenakanku dari menuntut ilmu???

Duh, kenapa aku lupa dengan diriku???
Lalu siapakah sebenarnya aku???

Jika aku sendiri tak mengenal jati diriku, bagaimana aku bisa mengenal Tuhanku???
Duh, betapa jauhnya diri ini dari-Mu...bahkan tak hanya dari-Mu...diri ini bahkan menjauh dari diri itu sendiri... Lalu seperti apa rupa yg sekarang ada dalam diri ini???

Masihkah bercahaya seperti dulu??? Atau telah padam dan gelap gulita cahaya itu?? Sirnakah semuanya tanpa sisa??
Duh, betapa celakanya diri ini jika bukan kebaikan yg kuberikan dalam hari esok melainkan keburukan dibanding hari kemarin....
Duh, sia-sianya hidup ini jika aku bahkan tak bisa memberi manfaat untuk siapapun...

Duhai, Rabb Sang Penyayang...ampuni diri ini dan bimbinglah untuk lebih mengenal dan mencintai-Mu...serta berilah diri ini petunjuk untuk bisa memberi sedikit manfaat kepada makhluk-Mu...

(Saat malam terus merayap di Karimun... 23 Mei 2010)
Repost dari Notes FB.... :)

Selasa, 06 Juli 2010

Aku Mencintaimu.....


Aku mencintaimu dengan segala ketidaksempurnaan cintaku.....
Aku mencintaimu dengan segala sifat manja dan kekanak-kanakkanku....
Aku mencintaimu dengan segala kesederhanaan dan kerumitannya...

Aku mencintaimu sekalipun itu pada setiap butir-butir air mataku...
Aku mencintaimu sekalipun dalam kemarahanmu...karena dengan itu aku pahami betapa salahnya aku padamu...
Dan kusadari betapa tak sempurnanya cintaku padamu...yang hanya akan sempurna ketika kita jalin dan rajut bersama...

Aku mencintaimu dalam setiap gelap dan terangnya dunia....
Aku mencintaimu dalam suka dan dukanya hidup....
Aku mencintaimu dalam bahagia dan duka....
Aku mencintaimu pada kelebihanmu yang sanggup melengkapi segala kekuranganku....

Aku jatuh hati padamu saat senyum mengembang di bibir manismu....
Aku jatuh hati padamu saat lembut tanganmu menghapus air mataku...
Aku jatuh hati padamu saat candamu membuyarkan kesedihanku...
Aku jatuh hati padamu saat tawamu membuatku tersipu...

Aku jatuh hati padamu pada setiap kerlingan manjamu...
Aku jatuh hati padamu pada setiap sapaan mesramu...
Aku jatuh hati padamu pada setiap keluh rindumu...
Aku jatuh hati padamu pada setiap senyum dan maafmu untukku akan setiap kesalahan dan kealpaanku...

Aku mencintaimu dengan segala rasa syukurku bahwa hati ini telah memilihmu...

(dalam dekapan gelapnya mendung di langit Batam, 6 Juli 2010)
*Sedang berusaha berpuisi... ^_^

Tentang Air Mataku


Ketika aku menangis....tidak selalu karenamu...
Atau juga tidak karena derita yang tak kuungkapkan padamu...
Hanya saat itu air mata memang harus menetes...
Agar hatiku merasa lebih lega dan tenang..

Itulah sifat kewanitaanku..
Yang memiliki perasaan selembut sutera..

Seperti yang sering engkau lihat...
Saat membaca buku, menonton film atau kadang melihat berita, kemudian tiba-tiba aku menangis tersedu...
Begitulah sifat kewanitaanku...

Mungkin terkesan akan kelemahanku..
Atau ketidakberanianku...
Hingga hanya air mata pelarianku...
Tapi bagiku,,,air mata adalah penawar dari segala rasa....

Ketika itu terjadi dan terulang lagi...
Biarkan aku sendiri...menangis tersedu di sudut ruang...
Atau ijinkan aku menangis dalam pelukanmu...

Jangan merasa bersalah, duhai kanda....
Tapi peluk eratlah tubuhku hingga keinginan menangis itu perlahan memudar...
Atau temani ku bercerita hingga lupa akan air mata...
Seperti yang selalu engkau lakukan dan engkau usahakan...


Terima kasih untuk semua kesabaranmu, duhai kanda...
Semoga Allah SWT selalu menjagamu dalam kebaikan dan kebenaran....amin

(dalam gelapnya mendung, di sudut ruang, 6 Juli 2010)