Assalamu'alaykum...

Selamat Datang.... ^_^

Rabu, 23 Februari 2011

Menari Bersama Hujan


Hari ini hujan... Tanpa diduga...
Gimana enggak, pagi tadi pas mau berangkat ke kampus masih terang benderang, giliran sudah waktunya pulang, eh... tiba-tiba diguyur hujan...

Daaaannn... berita gembiranya adalah bahwa hari ini aku tidak membawa payung...
Gimana ceritanya mau pulang kalau seperti ini?
Beruntung Allah SWT melalui malaikat Mika'il menurunkan hujannya berirama...
Kadang deraaaaaassss banget... terus seketika berhenti... begitu terus rythmenya...
Alhasil mempelajari rythme tersebut mulai mengatur strategi buat pulang...hihihi... (kayak apaan aja)

Ketika tiba-tiba hujannya reda... wus... langung ngacir ke warung makan jawa timur...
Beli ransum buat makan siang...
Nah, kan... hujannya deras lagi....
Bersiap memasang senyum paling manis, lalu bilang sama mbak-mbaknya yang jualan kalau mau numpang sebentar hingga hujan reda...
Yes, berhasil... Mbaknya klepek-klepek (yang ini hiperbolis..hehe) dan ngasih ijin untuk tetap duduk di warungnya hingga hujannya reda...

Sesuai rythme lagi, hujanpun reda...
Selanjutnya...
Ini dia waktunya menari..
Eh... jangan salah, bukan nari hujan atau nari anti hujan apalagi nari hula-hula... bukaaaaannnn...

Maksudku adalah waktunya bagiku menari bersama hujan (hujan yang rintik-rintik alias gerimis..hehe)
Aku mulai berjalan lebih cepat dari biasanya, ga mau kalah sama hujan yang menggunakan rythme indah, akupun melangkah dengan rythme tertentu (cukup aku dan Allah SWT saja yang tahu)
Dengan sedikit mengangkat rok biar ga basah (maklum di sana banyak jalan yang berlubang hingga air tergenang) aku mulai meloncat-loncat indah menghindari lubang jalan penuh air...
Hup...hup...hup...
Yeah... rasanya ringan sekali..
Sudah lama sekali aku tidak melakukan hal seperti ini... entah kapan terakhir aku berjingkat-jingkat seperti ini... mungkin ketika aku masih kecil dulu kali ya...hehe

Perlahan-lahan tapi pasti (Cieileh..cuit..cuit)dengan rythme tersebut dan berjalan ala putri raja (menaikkan sedikit rok) nyampe juga di depan gerbang kost tercinta...
Kost yang oleh teman-temanku dibilang kost egois karena hanya orang dalam yang bisa mengakses masuk, belum lagi pintu gerbangnya yang tinggggiiiiiii sekali sehingga sulit dipanjat (emang ada yang mau manjat, GR)..
Perlahan membuka pintu gerbang dengan kunci di tangan, sedikit berlari menuju kamar... daaaaaannnnnnnnnn............
Breeeeeesssssssssssssss............. Hujaaaann deraaasss sekali pun turun..
Yup, sesuai rythme lagi...

Jadi intinya apa sich??
Enggak, cuma pengen cerita kalau hari ini sudah menari bersama hujan, hal yang sangat jarang aku lakukan... dan sudah lamaaa sekali tidak kulakukan...

Eits... tunggu dulu... belum selesai ceritanya...

Pelajaran hari ini : Benar bahwa Allah SWT itu Maha Indah, Maha Teliti dan Maha dengan segala sifatnya...
Buktinya hujan yang hari ini diturunkan ke bumi melalui malaikat Mika'il saja menggunakan rythme tertentu, indah bukan?
Pernahkah kita merenungkan hal-hal sekecil ini? Bahwa sebenarnya Allah itu Maha Teliti, detail terhadap apapun dan Maha Indah serta menyukai keindahan... Hujan pun punya irama.. kenapa? karena Allah SWT tidak sekedar memberikan rizki melalui hujan itu, tapi juga menghibur kita dengan irama-irama alam...

Nah, ini baru soal hujan... Yakin dech, teman-teman yang lain mungkin pernah mengalami hal yang lebih indah dari ini...
Yang harus diingat, apapun kejadian di sekeliling kita, coba kita cermati dan syukuri karena sungguh di tiap kejadian ada hikmah dan kasih sayangNya... :)

Subhanallah... :)

Tentang Akhlaq (Resume Kultwit Gurunda Salim A. Fillah)


1. “Akal yang sempurna ditandai dengan baiknya Akhlaq. Sebab ialah yang memuliakan manusia di atas segala makhluq.” -Ibn Al Mubarak-

2. “Para ‘ulama yang ‘amilin & shalihin mempelajari ilmu dari guru-gurunya sekaligus mencerap & meneladani Akhlaq mereka.” -Ibn Sirrin-

3. “Guru-guru kami senantiasa melazimkan bepergian setidaknya 2 tahun sekali untuk mengasah Akhlaq mulianya.” -Al Hasan Al Bashri-

4. “Mempelajari Akhlaq dari ‘ulama yang kau pergauli tiap harinya, lebih berharga daripada banyak bicara dengan mereka.” -Habib ibn Syahid-

5. “Akhlaq-ku ialah menyimak tiap huruf guruku seakan belum pernah kudengar & kuharap seluruh anggota badanku punya telinga.” -Asy Syafi’i-

6. “Kuburu Akhlaq tuk diteladani dari tiap insan nan kutemui, bagai seorang ibu yang mencari anak semata wayang nan hilang.” -Asy Syafi’i-

7. “Majelis Imam Ahmad dihadiri 50.000 orang; 500 orang saja nan mencatat hadits. Sisanya memperhatikan Akhlaq & adab beliau.” -Adz Dzahabi-

8. “Aku bergaul dengan Ahmad ibn Hanbal 12 tahun lamanya. Tak satupun hadits kutulis. Kuperhatikan selalu Akhlaq nya saja.” -Al Muthawwa’i-

9. “Aku belajar Akhlaq 30 tahun lamanya. Aku belajar ilmu 20 tahun lamanya. Yang 20 tahun itu tiada bernilai tanpa 30 tahunnya.” -Ibn Al Mubarak-

10. “Jadikan ‘amalmu sebagai garam & Akhlaq-mu sebagai gandumnya. Jangan sebaliknya. Itulah roti terlezat bagi hati nan lapar.” -Al Qarafi-

11. “Aku menyela guruku di majelisnya & bertanya. Maka murid lain menegurku; “Perbaiki adab & Akhlaq-mu, kan kuberikan jawabnya.” -Ibn Sina-

12. “Inti Din adalah Akhlaq. ‘Aqidah & ibadah itu akhlaq pada Allah, muamalah ialah akhlaq pada sesama, begitu seterusnya.” -Ibn ‘Utsaimin-

13. “Al Bukhari hafal sejuta hadits. Banyak ucapan berharga lalu digugurkannya karena Rawi-nya tak menjaga Akhlaq pada hewan.” -Al Arnauth-

Misalnya :untuk menangkap binatang, dia manggil-manggil seakan mau kasih makan padahal tidak;)



Demikian Shalih(in+at) 13 quotes Akhlaq; Ia penanda kesempurnaan akal. Palsulah yang mengaku berilmu tapi tak beradab dalam kata & laku.



Sebab yang berilmu adalah ia nan paling menjaga tunduk-takutnya pada Allah ‘Azza wa Jalla (QS35: 28) lalu hiasi diri dengan Akhlaq terpuji.



Memang benar “Lihat apa yang dikatakan, jangan lihat siapanya”, tapi kita seharusnya mengupayakan diri agar layak didengar. Dengan Akhlaq;)



Semoga bermanfaat... :)

Tentang Jilbab (dari Bunda Helvy Tiana Rosa)


Kenapa sich harus pakai jilbab? Kurang lebih ada 8 alasan, sebagai berikut:

1. Karena itu merupakan perintah Allah SWT sebagaimana dalam Al Qur'an, Surat Al Ahzab : 59 dan An Nuur : 31.

2. Karena jilbab menjadi identitas utama bagi muslimah. Dimanapun berada bila kita berjilbab kita akan dikenali sebagai muslimah :)

Astri Ivo mulai mengenakan jilbabnya justru saat kuliah di Jerman :)

3. Dengan mengenakan jilbab, insyaAllah akan merasa lebih aman karena tidak diganggu, paling disapa dengan salamu' alaikum atau dengan panggilan "Bu Haji" (malah didoakan :))

Tentu akan berbeda perlakuannya bila kita mengenakan baju yang you can see everything :)

4. Dengan jilbab insyaAllah akan merasa lebih merdeka dalam arti sebenarnya. Contoh: naik kendaraan apapun termasuk angkot bisa duduk bebas, leluasa, santai.

Padahal apabila senang pakai rok mini, malah tersiksa sendiri sehingga harus menutupi paha dengan tas, duduk juga resah :)

Jilbab membuat kita merdeka :)

5. Dengan jilbab kita merdeka dari pandangan orang yang mengukur seseorang dari segi fisik. Seseorang yang berjilbab tak lagi diukur dari besar kecilnya betis, atau bagian tubuh lainnya :)

Orang akan mengukurnya dari kebaikan hati dan kecerdasan, bukan fisik :)

6. Dengan jilbab maka kontrol ada di tangan perempuan :). Perempuan bebas mengontrol dan menentukan pria mana yang boleh atau tidak melihatnya.

7. Bagi seorang gadis, dengan mengenakan jilbab pada dasarnya ia sudah melakukan proses seleksi terhadap calon suaminya kelak :)

8. Jilbab tak pernah menghalangi muslimah untuk maju dalam kebaikan. Berprofesi, berkiprah, bercahayalah :)

Demikian alasan mengapa harus berjilbab, semoga selamanya istiqomah :)



Tentu saja jilbab bukan satu-satunya indikator ketakwaan seseorang. Tapi jilbab menjadi salah satu realisasi amaliyah dari keimanan kita :)



Hanya Allah yang berhak menilai mana yang lebih baik di antara kita. Jangan terlalu bangga dengan jilbab tapi juga jangan mencibir kalau belum mengenakannya :)



Jilbab bisa menjadi terlihat buruk bila akhlak kita jelek. Hati-hati jangan merusak citra muslimah dengan jilbab yang kita kenakan ya :)



Kalau belum bisa berjilbab, tidak usah katakan: "kalau aku yang penting hati dulu dijilbabin". Tidak ada pemisahan hati dan kepala kok :)



Pernyataan itu menyinggung saudara-saudara kita yang berjilbab. Mereka juga bukan kalangan yang sudah suci. Kita semua berproses. Allah yang Maha Tahu :)



Sebagai bagian dari umat yang besar ini, masalah jilbab bukan masalah yang harus dibesar-besarkan. Pakai dengan kesadaran. Jangan mengejek mereka yang belum. Justru mari kira rangkul mereka :)



Semoga bermanfaat... :)

Renungan (bersama Gurunda Salim A. Fillah)


Jawaban termulia pada yang memuji: "Semoga Allah ampuni yang tak kau ketahui, semoga doamu membaikkan diriku & dirimu."

Jawaban terbaik pada penghina & pencela: "Yang kau katakan tadi adalah pujian, sebab aslinya diriku lebih mengerikan."

Jawaban teragung pada caci maki & kebusukan: "Bahkan walau ingin membalas,aku tak kuasa sebab tak punya kekata keji & nista"

Jawaban terindah pada pemfitnah: "Jika kau benar, semoga Allah mengampuniku. Jika engkau dusta, semoga Allah mengampunimu."

Istighfar (Resume Kultwit Gurunda Salim A. Fillah)


1. Moga Allah jaga kita dari banyak berdosa hingga tak sempat ber-istighfar. Moga dijadikanNya kita sibuk istighfar & tak sempat berdosa.

2. Yang ber istighfar itu menggembirakan Allah melebihi bahagia orang yang untanya kembali setelah hilang di gurun. (HR Al Bukhari-Muslim)

3. Yang ber istighfar itu dicintai Allah (QS 2: 222) Orang yang bertaubat adalah kekasih kesayanganNya (HR Ibn Majah).

4. Yang ber istighfar itu diampuni khilafnya, dihapus kesalahannya, & disembuhkan dari dosanya seperti terobatinya penyakit. (Qatadah, RA)

5. Yang ber istighfar itu diampuni dosanya bagai selamatnya terpidana yang dimaafkan korbannya, dihapus bukti-buktinya, dipulihkan namanya.

6. Yang ber istighfar selamat dari neraka seperti selamatnya puncak gunung dari gelap jurang & timur dari sentuhan barat. (HR An Nasa’i)

7. Yang ber istighfar dapat balasan surga, di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal di dalamnya, sebaik-baik pahala amal. (QS 3: 135-136)

8. Yang ber istighfar itu mengecewakan syaithan yang bersumpah dengan kemuliaan Allah tuk sesatkan insan selama ruh di jasadnya. (HR Ahmad)

9. Yang ber istighfar membuat syaithan putus asa sebab segala jerih payahnya di dunia justru buat si hamba termuliakan di surga. (Ali, RA)

10. Istighfar meredam ‘adzab nan nyaris saja menimpa (QS 8: 33). Allah takkan ilhamkan istighfar pada mereka nan hendak di’adzab. (Ali, RA)

11. Sesiapa ber istighfar terGEMBIRAkan di tiap duka, terLAPANGkan dalam sempitnya, & RIZQI dari arah tak terduga. (HR Ahmad & Abu Dawud)

12. Rizqi seseorang bisa tertahan oleh dosa-dosanya (HR Ahmad dll) Pembukanya istighfar, maka langit & bumi curahkan rizqi. (QS 71: 10-12)

13. Istighfar itu membersihkan hati, seteluah dikeruhkan dosa yang bagai noktah hitam. (HR At Tirmidzi) Hati bersih, suci pula fikir & laku.

14. Seseorang DIANGKAT DERAJAT-nya di surga, lalu dia bertanya pada Allah: Mengapa? Dijawab: Karena istighfar anakmu untukmu. (HR Ahmad)

15. Istighfar adalah sunnah Nabi SAW yang beliau tekankan bahkan dengan angka 70 & 100 per hari (HR Al Bukhari). Mengikut sunnah itu mulia.

16. Yang ber istighfar adalah sebaik-baik anak Adam yang semua berkesalahan & semulia-mulia hambaNya. (HR At Tirmidzi, Ibn Majah, Al Hakim)

17. Istighfar adalah sifat dari hamba Allah yang sejati nan melekat dengan sifat sabar, benar, berketaatan, & dermawan. (QS 3: 15-17)

18. Istighfar itu menyelamatkan dari sifat zhalim, sebab yang tak mau bertaubat hakikatnya menzhalimi diri & orang lain. (QS 7: 23, 49: 11)

19. Istighfar itu mempermudah karunia KETURUNAN & harta luar biasa berupa kebun produktif & sungai pribadi nan mengalir. (QS 71: 10-12)

20. Istighfar itu mencegah paceklik kekeringan, mengundang hujan yang menyuburkan bumi, & menguatkan negara-bangsa. (QS 11: 52)

21. Istighfar menghadirkan keberuntungan (QS 24: 31). 'Aisyah: beruntunglah yang catatan amalnya terisi banyak istighfar. (HR Al Bukhari)

22. Istighfar itu menjadikan keburukan & kejahatan dalam diri diganti Allah dengan tersemayamnya kebajikan. (QS 25: 70)

23. Istighfar itu menjaga iman si pendosa "..Selama dia bertaubat & yakin tiada yang mengampuni kecuali Allah, maka dia mukmin." (HR Ahmad)

24. Istighfar mempertahankan keberadaan iman. "Berdosa-bertaubat-berdosa-bertaubat dst, masih termasuk cirinya mukmin." -Hasan Al Bashri-

Rabu, 19 Januari 2011

Renungan...

Dalam lara ini, aku akui tangis tak bisa ku tahan lagi...
Air mata membanjiri pipiku dalam beberapa hari...
Lalu kurenungi kembali...
Haruskah aku masih menangisi???
Bahkan untuk sesuatu yang memang TIDAK KUMILIKIi???

Apa dasarku menangisinya???
Bukankah SEMUA adalah MILIK-NYA??
Saat Dia meminta, memang seharusnya kita memberikan milik-Nya kan??
Lalu kenapa harus ada lara, sakit, kecewa, sedih bahkan kehilangan???

Oh, manusia....ingatlah hakikatmu...bahwa engkau tidak memiliki apa-apa...
Semua yang ada padamu adalah AMANAH
Yang pertanggungjawabannya adalah PASTI adanya
Lalu, siapkah kamu mempertanggungjawabkannya???

Ingatlah, TIADA yang akan terlewat di hari pertanggungjawaban kelak
bahkan CANDAANMU pun akan ditimbang-Nya...

Kedipan matamu, desahan nafasmu, setiap gerak tubuhmu, langkah kakimu,
uluran tanganmu terlebih gerak lidah dan ucapan lisanmu akan diperhitungkan-Nya..
sungguh, berapa hati yang telah terlukai karena lisan???
Itu pun akan ada pertanggungjawabannya....
Siapkah kamu, duhai manusia???


Tujuan manakah yang akan kamu raih?? Surga?? Neraka??
Jalan manakah yang telah kamu pilih?
Dan sudahkah langkahmu terarah ke jalan itu??

DUHAI SAUDARAKU....
Ingatkan aku akan CINTA-NYA...dan kemurahan-Nya...
Ingatkan aku tentang pertanggungjawaban kepada-Nya...
Agar aku bisa mempersiapkan segala yang terbaik untuk ku haturkan di hadapan-Nya kelak...

Permohonanku Pada-Mu

Ya Rabbi,,,,,,
Hati adalah kuasa-Mu...
Segala yang kurasa dengannya adalah karunia-Mu
Dan semua terjadi karena ijin-Mu....

Ya Rahman,,,,,,
Biarlah kefakiran harta menemaniku
Dalam berjalan meniti hidup bekal akhiratku
Namun....
Jangan biarkan kefakiran iman dan hati yg penuh syukur dan ikhlas karena-Mu menggelayut dalam diriku
Sungguh....itu adalah awal kehancuran dunia-akhiratku...

Ya Rahim,,,,,,,
Sungguh aku takut jika hatiku kering dari iman kepada-Mu
Kosong dari cinta dan rindu pada-Mu
Juga kerinduan untuk berjumpa dengan-Mu

Namun.....
Aku juga malu
Jika aku berjumpa dengan-Mu dengan segala kehinaan diri...
Maka sucikan diri ini dari segala kehinaan tak terperi...
Hingga kelak aku punya sedikit saja keberanian menatap-Mu...


Ya Rabb, Yang Maha Pecinta....
Hiasi hati ini dengan kecintaan kepada-Mu...
Juga dengan kasih sayang kepada hamba-hambaMu hanya karena-Mu
Agar nurani selalu memimpin
Dan mampu mengurung keganasan nafsu duniawi....
Agar syukur dan qana'ah menjadi sifatku
dan tamak bukan bagian dari diri...