Assalamu'alaykum...

Selamat Datang.... ^_^

Kamis, 24 Februari 2011

Alhamdulillah :)

Alhamdulillah.... Hari ini banyak sekali mendapatkan nikmatNya...
Saking banyaknya jadi bingung nyebutin satu-satu... Tapi mungkin akan diambil beberapa saja dech...hehe

Pagi ini memang dimulai dengan perasaan tidak baik, perasaan ga enak akibat mimpi buruk sepanjang malam... Mimpi buruk tentang seseorang yang entah sadar atau tidak bahwa dia sedang dipikirkan...
Tapi... Ah, sudahlah... Jangan sampai hal itu mengurangi rasa syukurku padaNya...
Allah SWT pasti memberikan itu tidak "cuma-cuma" melainkan ada hikmah di dalamnya...
Mungkin saja inilah cara Allah SWT untuk mengajariku sabar dan ikhlas (ilmu yang paliiiiiinnngggg sulit sekali untuk diimplementasikan dalam kehidupan, meski mudah sekali untuk diucapkan dan disampaikan kepada yang lain)

Selanjutnya, hari ini adalah jatah "manggung" kami di kelas... Presentasi Mata Kuliah Teori Akuntansi tentang materi Akuntansi Internasional dan Perkembangan SAK di Indonesia...
Alhamdulillah meski dengan data dan informasi seadanya kami lancar melewati masa-masa sulit itu (berlebihan banget dech yang ini...hehe)
Sedikit mengevaluasi diri, kata teman satu kelompok, pada beberapa materi jatah presentasiku, kecepatan bicaraku terlalu cepat dan terkesan berteriak supaya terdengar seluruh isi kelas.
Yup, that's right!
Sengaja sedikit berteriak karena menyadari bahwa suara saya memang pelan, lembut dan merdu, takut teman-teman sekelas akan tertidur saking terbuainya, makanya menaikkan beberapa oktaf supaya semua bisa mendengarkannya. :)

Alhamdulillah juga untuk diskusi kami "cukup" memuaskan dalam memberikan jawaban atas pertanyaan teman-teman, meski sesekali (atau mungkin banyak kali) pak dosen yang imut dan baik hati itu pun berbaik hati membantu kami. (senangnya, jadi ga terlalu grogi dan tegang selama duduk di depan, di kursi panas presentasi...hehe)

Nah, lega sekali rasanya saat semua telah selesai dan kami mendapat hadiah tepuk tangan meriah dari bapak dosen dan teman-teman sekelas. Senang... hore.. hore...

Nah, satu lagi...
Yang ini benar-benar bikin senyum-senyum sendiri... (pas nulis ini pun masih senyum-senyum...hehe)
Finally, tunjangan pendidikan nya sudah masuk, jatah Januari-Februari 2011. ALHAMDULILLAH... (giliran masalah uang, syukurnya berlebihan..)
Allah SWT benar-benar Maha Menepati Janji... Sesuai janjiNya akan didatangkan rizqi dari arah yang tidak disangka-sangka...
Kemarin-kemarin menduga bahwa tunjangan tersebut baru akan masuk sekitar awal maret, ternyata Allah SWT sangaaaaaaaaaaaattt mencintaiku... hingga ketika kemarin uang habis untuk bayar buku pesanan, Allah SWT mempercepat pencairan tunjangan itu...
ALHAMDULILLAH...
Terima kasih Ya Rabb...
Segala puji bagimu, Rabb semesta alam...

Nah, kan... hari ini indah sekali, banyak sekali nikmat yang diberikanNya untukku...
Hayoo...lihat keluar, di luar panas terik lho...
Jadi, beruntunglah bagi mereka yang hari ini mencuci, insyaAllah cepat kering...
Tuch kan, Allah SWT sungguh-sungguh menyayangi dan mencintai kita, dengan memberikan apa yang kita butuhkan di saat yang tepat... tak harus selalu yang kita inginkan, bukan? Karena yang Allah SWT berikan adalah yang terbaik untuk kita... :)

Rabu, 23 Februari 2011

Jadi Model? Ah, terima kasih :)



Tiba-tiba teringat percakapan kemarin dengan teman satu kelompok di kampus...
Awalnya ngobrolin apa ya kemarin?? (mikir dulu... memutar memori ke kejadian kemarin)
Ah, iya... Gara-gara kami sudah sama-sama ngantuk di tengah mata kuliah yang bertubi-tubi, bayangin coba, kuliah dari habis subuh sampai menjelang maghrib... (Aih, kayak puasa aja)
Jadi wajar dunk kalau jam 4an kami sudah mulai mengantuk (cih, cari pembelaan... dasar mahasiswi)
Nah, masalahnya bukan ngantuknya, tapi keisengan karena ngantuk itu sendiri. Ya, kan ga etis aja kalau kita tidur di kelas, di depan mata dosen yang baik itu, secara posisiku tepat di depan mata pak dosen yang malang itu (maafkan kami, pak... mulai nggak konsen ma kuliahnya *merasa bersalah. mode on)
Nah, untuk menahan kantuk yang kian gencar menyerang itu, mulailah tangan ini usil. Buka laptop dan akses internet. Tenang, bukan usil yang gimana-gimana kok, cuma buka Facebook dan lihat-lihat iklan jilbab serta gamis. Habis itu ngiler lihat modelnya bagus-bagus, sayangnya sudah tanggal tua, uang sudah sangat tipiiiiiiissss sekali (makanya cari suami biar kalau kepengen sesuatu tinggal bilang ma suami, minta beliin *hayyah mulai ngelantur :p )

Naasnya (aih, kayak apaan aja) pas lagi terpesona, dengan pandangan antusias terhadap produk-produk jilbab dan gamis yang ditawarkan di sana, temenku lihat.
Terus, nyeletuk, "Lina, gimana kalau kamu jadi model buat iklan produk jilbab? Kan kalau produk jilbab harus ada modelnya biar tahu nanti seperti apa kalau dipake."
Heh?? Kaget dunk, pastinya.
Iya sich, selama ini telah banyak sudah yang bilang kalau aku ini cantik (narsis), imut dan muaniiissss (lebay.com). Bahkan sebelum teman kelompokku ini yang nawarin, pernah ada someone yang menawarkan aku untuk jadi model, seseorang nan jauuuuuuhhhh di sana (apa kabarmu sekarang? :) )
Balik lagi ke pertanyaan teman kelompok ku tadi.
Iseng aku jawab, "Jilbab produk mana lagi? Perasaan tiap produk dah punya model masing-masing dech. Lagian emang ada yang ijinin aku jadi model dan icon produk mereka? Nggak nyesel nanti merekanya?"

Eh, si temen yang satu ini dengan ringan dan PD tingkat tingginya menjawab, "Tenang, kalau itu mah gampang. Nggak bakal nolak lah mereka, nggak bakal nyesel juga kalau kamu jadi modelnya. Masalahnya lina nya mau atau nggak?"

Dueeennkkk.....!!!!

Dengan senyum malu-malu dan pipi bersemu merah (ga perlu dibayangin :p) aku menjawab, "Ah, terima kasih. Aku kan demam kamera. Aku itu pemalu, ga bisa narsis seperti orang lain. Apalagi kalau fotografernya cowok. Kalau fotografernya cewek sich masih memungkinkan untuk pasang gaya terbaik... hehehe."

Dan sontak temenku menjawab, "Yah, sayang sekali dunk. Masa nanti kamu difoto nunduk? kan nggak keliatan wajahnya dan keseluruhan gaya jilbabnya. Berarti kamu nggak bisa jadi model dunk!"

Yap, aku mungkin memang nggak bakat jadi model dan nggak bisa untuk berkiprah di dunia tersebut. Tapi aku nggak akan nyerah untuk mewujudkan mimpiku menjadi penulis. Karena dengan rajin dan rutin menulis, aku pasti bisa. Semoga ini bukan ke-PD-an, tapi motivasi dan keyakinan. :)

Jadi?? Mau jadi model??
Ah, Terima kasih :)

Menari Bersama Hujan


Hari ini hujan... Tanpa diduga...
Gimana enggak, pagi tadi pas mau berangkat ke kampus masih terang benderang, giliran sudah waktunya pulang, eh... tiba-tiba diguyur hujan...

Daaaannn... berita gembiranya adalah bahwa hari ini aku tidak membawa payung...
Gimana ceritanya mau pulang kalau seperti ini?
Beruntung Allah SWT melalui malaikat Mika'il menurunkan hujannya berirama...
Kadang deraaaaaassss banget... terus seketika berhenti... begitu terus rythmenya...
Alhasil mempelajari rythme tersebut mulai mengatur strategi buat pulang...hihihi... (kayak apaan aja)

Ketika tiba-tiba hujannya reda... wus... langung ngacir ke warung makan jawa timur...
Beli ransum buat makan siang...
Nah, kan... hujannya deras lagi....
Bersiap memasang senyum paling manis, lalu bilang sama mbak-mbaknya yang jualan kalau mau numpang sebentar hingga hujan reda...
Yes, berhasil... Mbaknya klepek-klepek (yang ini hiperbolis..hehe) dan ngasih ijin untuk tetap duduk di warungnya hingga hujannya reda...

Sesuai rythme lagi, hujanpun reda...
Selanjutnya...
Ini dia waktunya menari..
Eh... jangan salah, bukan nari hujan atau nari anti hujan apalagi nari hula-hula... bukaaaaannnn...

Maksudku adalah waktunya bagiku menari bersama hujan (hujan yang rintik-rintik alias gerimis..hehe)
Aku mulai berjalan lebih cepat dari biasanya, ga mau kalah sama hujan yang menggunakan rythme indah, akupun melangkah dengan rythme tertentu (cukup aku dan Allah SWT saja yang tahu)
Dengan sedikit mengangkat rok biar ga basah (maklum di sana banyak jalan yang berlubang hingga air tergenang) aku mulai meloncat-loncat indah menghindari lubang jalan penuh air...
Hup...hup...hup...
Yeah... rasanya ringan sekali..
Sudah lama sekali aku tidak melakukan hal seperti ini... entah kapan terakhir aku berjingkat-jingkat seperti ini... mungkin ketika aku masih kecil dulu kali ya...hehe

Perlahan-lahan tapi pasti (Cieileh..cuit..cuit)dengan rythme tersebut dan berjalan ala putri raja (menaikkan sedikit rok) nyampe juga di depan gerbang kost tercinta...
Kost yang oleh teman-temanku dibilang kost egois karena hanya orang dalam yang bisa mengakses masuk, belum lagi pintu gerbangnya yang tinggggiiiiiii sekali sehingga sulit dipanjat (emang ada yang mau manjat, GR)..
Perlahan membuka pintu gerbang dengan kunci di tangan, sedikit berlari menuju kamar... daaaaaannnnnnnnnn............
Breeeeeesssssssssssssss............. Hujaaaann deraaasss sekali pun turun..
Yup, sesuai rythme lagi...

Jadi intinya apa sich??
Enggak, cuma pengen cerita kalau hari ini sudah menari bersama hujan, hal yang sangat jarang aku lakukan... dan sudah lamaaa sekali tidak kulakukan...

Eits... tunggu dulu... belum selesai ceritanya...

Pelajaran hari ini : Benar bahwa Allah SWT itu Maha Indah, Maha Teliti dan Maha dengan segala sifatnya...
Buktinya hujan yang hari ini diturunkan ke bumi melalui malaikat Mika'il saja menggunakan rythme tertentu, indah bukan?
Pernahkah kita merenungkan hal-hal sekecil ini? Bahwa sebenarnya Allah itu Maha Teliti, detail terhadap apapun dan Maha Indah serta menyukai keindahan... Hujan pun punya irama.. kenapa? karena Allah SWT tidak sekedar memberikan rizki melalui hujan itu, tapi juga menghibur kita dengan irama-irama alam...

Nah, ini baru soal hujan... Yakin dech, teman-teman yang lain mungkin pernah mengalami hal yang lebih indah dari ini...
Yang harus diingat, apapun kejadian di sekeliling kita, coba kita cermati dan syukuri karena sungguh di tiap kejadian ada hikmah dan kasih sayangNya... :)

Subhanallah... :)

Tentang Akhlaq (Resume Kultwit Gurunda Salim A. Fillah)


1. “Akal yang sempurna ditandai dengan baiknya Akhlaq. Sebab ialah yang memuliakan manusia di atas segala makhluq.” -Ibn Al Mubarak-

2. “Para ‘ulama yang ‘amilin & shalihin mempelajari ilmu dari guru-gurunya sekaligus mencerap & meneladani Akhlaq mereka.” -Ibn Sirrin-

3. “Guru-guru kami senantiasa melazimkan bepergian setidaknya 2 tahun sekali untuk mengasah Akhlaq mulianya.” -Al Hasan Al Bashri-

4. “Mempelajari Akhlaq dari ‘ulama yang kau pergauli tiap harinya, lebih berharga daripada banyak bicara dengan mereka.” -Habib ibn Syahid-

5. “Akhlaq-ku ialah menyimak tiap huruf guruku seakan belum pernah kudengar & kuharap seluruh anggota badanku punya telinga.” -Asy Syafi’i-

6. “Kuburu Akhlaq tuk diteladani dari tiap insan nan kutemui, bagai seorang ibu yang mencari anak semata wayang nan hilang.” -Asy Syafi’i-

7. “Majelis Imam Ahmad dihadiri 50.000 orang; 500 orang saja nan mencatat hadits. Sisanya memperhatikan Akhlaq & adab beliau.” -Adz Dzahabi-

8. “Aku bergaul dengan Ahmad ibn Hanbal 12 tahun lamanya. Tak satupun hadits kutulis. Kuperhatikan selalu Akhlaq nya saja.” -Al Muthawwa’i-

9. “Aku belajar Akhlaq 30 tahun lamanya. Aku belajar ilmu 20 tahun lamanya. Yang 20 tahun itu tiada bernilai tanpa 30 tahunnya.” -Ibn Al Mubarak-

10. “Jadikan ‘amalmu sebagai garam & Akhlaq-mu sebagai gandumnya. Jangan sebaliknya. Itulah roti terlezat bagi hati nan lapar.” -Al Qarafi-

11. “Aku menyela guruku di majelisnya & bertanya. Maka murid lain menegurku; “Perbaiki adab & Akhlaq-mu, kan kuberikan jawabnya.” -Ibn Sina-

12. “Inti Din adalah Akhlaq. ‘Aqidah & ibadah itu akhlaq pada Allah, muamalah ialah akhlaq pada sesama, begitu seterusnya.” -Ibn ‘Utsaimin-

13. “Al Bukhari hafal sejuta hadits. Banyak ucapan berharga lalu digugurkannya karena Rawi-nya tak menjaga Akhlaq pada hewan.” -Al Arnauth-

Misalnya :untuk menangkap binatang, dia manggil-manggil seakan mau kasih makan padahal tidak;)



Demikian Shalih(in+at) 13 quotes Akhlaq; Ia penanda kesempurnaan akal. Palsulah yang mengaku berilmu tapi tak beradab dalam kata & laku.



Sebab yang berilmu adalah ia nan paling menjaga tunduk-takutnya pada Allah ‘Azza wa Jalla (QS35: 28) lalu hiasi diri dengan Akhlaq terpuji.



Memang benar “Lihat apa yang dikatakan, jangan lihat siapanya”, tapi kita seharusnya mengupayakan diri agar layak didengar. Dengan Akhlaq;)



Semoga bermanfaat... :)

Tentang Jilbab (dari Bunda Helvy Tiana Rosa)


Kenapa sich harus pakai jilbab? Kurang lebih ada 8 alasan, sebagai berikut:

1. Karena itu merupakan perintah Allah SWT sebagaimana dalam Al Qur'an, Surat Al Ahzab : 59 dan An Nuur : 31.

2. Karena jilbab menjadi identitas utama bagi muslimah. Dimanapun berada bila kita berjilbab kita akan dikenali sebagai muslimah :)

Astri Ivo mulai mengenakan jilbabnya justru saat kuliah di Jerman :)

3. Dengan mengenakan jilbab, insyaAllah akan merasa lebih aman karena tidak diganggu, paling disapa dengan salamu' alaikum atau dengan panggilan "Bu Haji" (malah didoakan :))

Tentu akan berbeda perlakuannya bila kita mengenakan baju yang you can see everything :)

4. Dengan jilbab insyaAllah akan merasa lebih merdeka dalam arti sebenarnya. Contoh: naik kendaraan apapun termasuk angkot bisa duduk bebas, leluasa, santai.

Padahal apabila senang pakai rok mini, malah tersiksa sendiri sehingga harus menutupi paha dengan tas, duduk juga resah :)

Jilbab membuat kita merdeka :)

5. Dengan jilbab kita merdeka dari pandangan orang yang mengukur seseorang dari segi fisik. Seseorang yang berjilbab tak lagi diukur dari besar kecilnya betis, atau bagian tubuh lainnya :)

Orang akan mengukurnya dari kebaikan hati dan kecerdasan, bukan fisik :)

6. Dengan jilbab maka kontrol ada di tangan perempuan :). Perempuan bebas mengontrol dan menentukan pria mana yang boleh atau tidak melihatnya.

7. Bagi seorang gadis, dengan mengenakan jilbab pada dasarnya ia sudah melakukan proses seleksi terhadap calon suaminya kelak :)

8. Jilbab tak pernah menghalangi muslimah untuk maju dalam kebaikan. Berprofesi, berkiprah, bercahayalah :)

Demikian alasan mengapa harus berjilbab, semoga selamanya istiqomah :)



Tentu saja jilbab bukan satu-satunya indikator ketakwaan seseorang. Tapi jilbab menjadi salah satu realisasi amaliyah dari keimanan kita :)



Hanya Allah yang berhak menilai mana yang lebih baik di antara kita. Jangan terlalu bangga dengan jilbab tapi juga jangan mencibir kalau belum mengenakannya :)



Jilbab bisa menjadi terlihat buruk bila akhlak kita jelek. Hati-hati jangan merusak citra muslimah dengan jilbab yang kita kenakan ya :)



Kalau belum bisa berjilbab, tidak usah katakan: "kalau aku yang penting hati dulu dijilbabin". Tidak ada pemisahan hati dan kepala kok :)



Pernyataan itu menyinggung saudara-saudara kita yang berjilbab. Mereka juga bukan kalangan yang sudah suci. Kita semua berproses. Allah yang Maha Tahu :)



Sebagai bagian dari umat yang besar ini, masalah jilbab bukan masalah yang harus dibesar-besarkan. Pakai dengan kesadaran. Jangan mengejek mereka yang belum. Justru mari kira rangkul mereka :)



Semoga bermanfaat... :)

Renungan (bersama Gurunda Salim A. Fillah)


Jawaban termulia pada yang memuji: "Semoga Allah ampuni yang tak kau ketahui, semoga doamu membaikkan diriku & dirimu."

Jawaban terbaik pada penghina & pencela: "Yang kau katakan tadi adalah pujian, sebab aslinya diriku lebih mengerikan."

Jawaban teragung pada caci maki & kebusukan: "Bahkan walau ingin membalas,aku tak kuasa sebab tak punya kekata keji & nista"

Jawaban terindah pada pemfitnah: "Jika kau benar, semoga Allah mengampuniku. Jika engkau dusta, semoga Allah mengampunimu."

Istighfar (Resume Kultwit Gurunda Salim A. Fillah)


1. Moga Allah jaga kita dari banyak berdosa hingga tak sempat ber-istighfar. Moga dijadikanNya kita sibuk istighfar & tak sempat berdosa.

2. Yang ber istighfar itu menggembirakan Allah melebihi bahagia orang yang untanya kembali setelah hilang di gurun. (HR Al Bukhari-Muslim)

3. Yang ber istighfar itu dicintai Allah (QS 2: 222) Orang yang bertaubat adalah kekasih kesayanganNya (HR Ibn Majah).

4. Yang ber istighfar itu diampuni khilafnya, dihapus kesalahannya, & disembuhkan dari dosanya seperti terobatinya penyakit. (Qatadah, RA)

5. Yang ber istighfar itu diampuni dosanya bagai selamatnya terpidana yang dimaafkan korbannya, dihapus bukti-buktinya, dipulihkan namanya.

6. Yang ber istighfar selamat dari neraka seperti selamatnya puncak gunung dari gelap jurang & timur dari sentuhan barat. (HR An Nasa’i)

7. Yang ber istighfar dapat balasan surga, di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal di dalamnya, sebaik-baik pahala amal. (QS 3: 135-136)

8. Yang ber istighfar itu mengecewakan syaithan yang bersumpah dengan kemuliaan Allah tuk sesatkan insan selama ruh di jasadnya. (HR Ahmad)

9. Yang ber istighfar membuat syaithan putus asa sebab segala jerih payahnya di dunia justru buat si hamba termuliakan di surga. (Ali, RA)

10. Istighfar meredam ‘adzab nan nyaris saja menimpa (QS 8: 33). Allah takkan ilhamkan istighfar pada mereka nan hendak di’adzab. (Ali, RA)

11. Sesiapa ber istighfar terGEMBIRAkan di tiap duka, terLAPANGkan dalam sempitnya, & RIZQI dari arah tak terduga. (HR Ahmad & Abu Dawud)

12. Rizqi seseorang bisa tertahan oleh dosa-dosanya (HR Ahmad dll) Pembukanya istighfar, maka langit & bumi curahkan rizqi. (QS 71: 10-12)

13. Istighfar itu membersihkan hati, seteluah dikeruhkan dosa yang bagai noktah hitam. (HR At Tirmidzi) Hati bersih, suci pula fikir & laku.

14. Seseorang DIANGKAT DERAJAT-nya di surga, lalu dia bertanya pada Allah: Mengapa? Dijawab: Karena istighfar anakmu untukmu. (HR Ahmad)

15. Istighfar adalah sunnah Nabi SAW yang beliau tekankan bahkan dengan angka 70 & 100 per hari (HR Al Bukhari). Mengikut sunnah itu mulia.

16. Yang ber istighfar adalah sebaik-baik anak Adam yang semua berkesalahan & semulia-mulia hambaNya. (HR At Tirmidzi, Ibn Majah, Al Hakim)

17. Istighfar adalah sifat dari hamba Allah yang sejati nan melekat dengan sifat sabar, benar, berketaatan, & dermawan. (QS 3: 15-17)

18. Istighfar itu menyelamatkan dari sifat zhalim, sebab yang tak mau bertaubat hakikatnya menzhalimi diri & orang lain. (QS 7: 23, 49: 11)

19. Istighfar itu mempermudah karunia KETURUNAN & harta luar biasa berupa kebun produktif & sungai pribadi nan mengalir. (QS 71: 10-12)

20. Istighfar itu mencegah paceklik kekeringan, mengundang hujan yang menyuburkan bumi, & menguatkan negara-bangsa. (QS 11: 52)

21. Istighfar menghadirkan keberuntungan (QS 24: 31). 'Aisyah: beruntunglah yang catatan amalnya terisi banyak istighfar. (HR Al Bukhari)

22. Istighfar itu menjadikan keburukan & kejahatan dalam diri diganti Allah dengan tersemayamnya kebajikan. (QS 25: 70)

23. Istighfar itu menjaga iman si pendosa "..Selama dia bertaubat & yakin tiada yang mengampuni kecuali Allah, maka dia mukmin." (HR Ahmad)

24. Istighfar mempertahankan keberadaan iman. "Berdosa-bertaubat-berdosa-bertaubat dst, masih termasuk cirinya mukmin." -Hasan Al Bashri-