Assalamu'alaykum...

Selamat Datang.... ^_^

Senin, 26 Desember 2011

49 Days



Bagi para pecinta drama Korea tentunya tahu dong, drama yang satu ini. Ya, 49 Days yang dibintangi oleh Lee Yoo Won, Nam Gyu Ri, Jung Il Wo, Bae Soo Bin, dan Song Ji Hye. Kalau dilihat dari komposisi pemainnya, drama ini didominasi oleh artis senior. Jung Il Woo merupakan pemain pria termuda di jajaran pemain utamanya.

49 Days ini merupakan drama bergenre roman fantasi. Ada romantisme di dalam kisah fantasinya. Bagi penikmat drama Korea tentu tidak akan terkejut jika sebelumnya telah menikmati drama yang bergenre serupa, "My Girl Friend Is Gumiho". Kali ini, drama 49 Days berkisah tentang Ji Hyun yang sebenarnya sudah mati tapi masih belum terdaftar untuk mati, begitulah kata Song Yi Soo, sang malaikat maut yang baru saja menjabat selama lima tahun. Sehingga dia diberi kesempatan untuk bisa kembali menikmati kehidupan sebagai manusia. Syaratnya adalah mengumpulkan airmata tiga orang yang mencintainya dengan tulus.

Awalnya Ji Hyun menyangka bahwa semua akan mudah selama dia memiliki ayah, ibu dan tunangannya, Min Ho. Ternyata Yi Soo menyatakan bahwa tiga airmata murni itu selain ayah dan ibunya. Tadinya Ji Hyun merasa semua akan mudah karena dia mempunyai tunangan dan sahabat-sahabatnya. Ternyata semua tak semudah yang dia duga. Setelah memasuki tubuh Song Yi Kyung, Ji Hyun bekerja di restoran teman SMA-nya. Dan perlahan, seiring berjalannya waktu, Ji Hyun menyadari ada pengkhianatan diantara sahabatnya, In Jung dan tunangannya, Min Ho. Sejak saat itu dia merasa bahwa perjalanan mendapatkan tiga airmata murni akan lebih sulit dari dugaaanya.



Nah, sekilas dari cerita tersebut sudah kelihatan kan bahwa drama ini erat kaitannya dengan hal-hal mistis. 49 Days memang merupakan drama yang mengeksplorasi tentang nasib, eksorsisme, topik spiritual, reinkarnasi dan karma. 49 Days ini terilhami dunia klenik masyarakat Korea yang meyakini bahwa biasanya terdapat pengembaraan selama 49 hari di bumi sebelum melanjutkan ke kehidupan selanjutnya. Sehingga jika diperhatikan kembali tentang kisah 49 Days ini maka referensi yang relevan adalah Buddha, dimana merupakan kepercayaan mayoritas masyarakat Korea. Tapi jika diperhatikan kembali, tiga hal terkait dengan airmata murni, pengampunan dan cinta sejati tersebut mengingatkan kita pada konsep Trinitas agama Kristen.

Kalau menikmati drama ini, tidak membosankan ya. Selain dari pemainnya yang cantik dan ganteng, muda, penuh semangat dan penuh daya tarik, tapi kisahnya juga tidak monoton. Entah kenapa, kita sering menikmati drama produk luar negeri meskipun temanya tidak jauh berbeda dengan drama alias sinetron di negeri sendiri. Di negeri sendiri sebenarnya sering mengeksplorasi tema-tema serupa, tapi sayangnya seringkali di negeri kita ini tidak bisa menampilkan dengan menarik. Lebih sering justru mengedapankan klenik atau mistisnya dan justru semakin membosankan.

Ternyata tema setidak masuk akal seperti apapun tetap menarik jika dikemas dengan bagus ya. Tentu tidak lupa dengan Harry Potter yang sangat sukses di pasaran, padahal idenya berawal dari imajinasi yang tidak masuk akal. Demikian juga tentang Lord of The Ring, Twilight, Eclipse, dll. Kemasan saat ini ternyata lebih mendominasi untuk menentukan pilihan ya... :)



Jika Menjadi Anggota DPD, Aku Akan...


Dewan Perwakilan Daerah (DPD) seakan menjadi wadah baru untuk menjadi perebutan kursi kekuasaan selanjutnya setelah kursi “panas” Presiden dan pimpinan serta anggota DPR/DPRD. DPD yang mana memegang tiga fungsi yaitu fungsi legislasi, pertimbangan dan pengawasan ini bertujuan agar terjadi keseimbangan antara pembangunan di pusat dan daerah sehingga amanat Undang-undang terkait kesejahteraan rakyat benar-benar dapat tercapai.

Jika aku ditempat pada posisi salah satu anggota DPD maka akan kugerakkan rekan-rekan sekerjaku untuk mendesak DPR dan Pemerintah terutama kaitannya dengan penegakan hukum. Selama ini, hukum yang diciptakan di negara kita tidaklah buruk. Akan tetapi oknum yang kemudian menyalahgunakan kekuasaan dan wewenangnya menjadikan hukum berbelok sesuka hati kaum borjuis. Kasarnya siapa yang punya kekuasaan dan sanggup membayar, maka masalah sebesar apapun dapat mudah untuk dihilangkan dan dianggap tidak pernah ada atau seolah-olah begitu mudahnya di-”maaf”-kan. Ironis bukan, pencuri ayam dipenjara hingga tahunan tapi pencuri uang rakyat yang mana akibatnya mampu memberi efek domino, dengan sangat mudahnya mendapatkan remisi. Tak jarang, sekalipun dipenjara tapi masih bisa mendapatkan layanan bagaikan raja/ratu. Dan hal-hal semacam itu seakan sudah menjadi rahasia umum. Rakyat mulai jengah dan lelah dengan segenap janji reformasi yang tak henti diteriakkan. Toh, sebagian besar golongan masih berpihak kepada siapa yang sanggup membayar bukan siapa yang benar.

Itulah mengapa pada dasarnya, penegakan hukum itulah yang utama. Seandainya hukum telah benar-benar ditegakkan, tidak ada lagi oknum aparat penegak hukum yang main mata dengan para penjahat negeri, maka perbaikan di bidang lain akan lebih mudah dilakukan. Jika kemudian muncul pemikiran bahwa semua kembali kepada akhlak dan karakter masing-masing, itu bukan berarti akhir dari segalanya. Akhlak dan karakter masih bisa diperbaiki dengan upaya keras dan sunguh-sungguh, melalui penegakan hukum yang tidak pandang bulu itulah perubahan ke arah lebih baik dapat dimulai. Jika memang dasar karakter orang tersebut jahat atau buruk, tidak ada yang tidak mungkin untuk berubah menuju kebaikan jika dia mengalami tempaan selama masa hukuman. Sehingga pengartian penjara tidak hanya sesempit sebagai ruang hukuman tapi juga bimbingan menuju kebaikan. 

Jika hukum sudah benar-benar ditegakkan, aku akan memprioritaskan kesehatan dan pendidikan. Memberikan hak masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan dan pendidikan tanpa ada lagi embel-embel yang akan mempersulit mereka. Selama ini, tidak jarang kita menemukan fenomena ada seseorang yang terusir dari rumah sakit karena tidak sanggup membayar. Atau sebuah keluarga membiarkan anaknya sakit tanpa penanganan medis dengan alasan ketiadaan biaya. Tidak jarang juga kita temukan anak-anak usia sekolah yang bertebaran di pinggir jalan pada jam-jam sekolah. Ketika ditanya kenapa mereka tidak sekolah, jawabannya seragam, orang tua mereka tidak memiliki biaya untuk pendidikan mereka. Program wajib belajar sembilan tahun yang sering digemborkan pemerintah bahkan adanya kata-kata “gratis” untuk sekolah negeri tidak serta merta menjadi solusi atas permasalahan pendidikan di negeri ini. Sebagian masyarakat tidak mampu menyekolahkan anak-anak mereka padahal sudah sering digemborkan sekolah gratis karena selama ini masih saja ada iuran yang dipungut pihak sekolah terkait ekstrakurikuler ataupun biaya pembangunan sekolah.

Jadi tiga hal utama yang akan kusampaikan di sini adalah bahwa yang utama untuk diperbaiki adalah penegakan hukum, kemudian disusul kesehatan dan pendidikan. 



Minggu, 25 Desember 2011

Korean Wave : Reality Show




Korean Wave ternyata tidak sekedar drama dan K-Pop, tapi juga reality show. Running Man misalnya, nyaris mayoritas temen kuliahku pun sangat menikmatinya. Bahkan beberapa temanku tertular virus Running Man gara-gara sempat melihatku nonton salah satu episode-nya. Digiring rasa penasaran, kemudian menjadikan mereka ketagihan untuk tahu misi-misi di episode selanjutnya. Bahkan kini, Running Man sudah sampai pada episode 74 dan sedang shoot untuk episode 75 dimana bintang tamunya adalah Siwon SuJu dan Minho Shinee. :)



Running Man sebenarnya adalah reality show yang tujuan utamanya adalah menghibur. Membuat penontonnya tertawa karena tingkah dan polah para tokoh di dalamnya. Running Man adalah reality show dimana tokoh utamanya terdiri dari delapan orang, yaitu tujuh running man (Yoo Jae Suk, Ji Suk Jin, Lee Gwang Soo, Ha Dong Hon, Gary, Song Jong Ki, Kim Jong Kook) dan satu running girl (Song Jihyo).hehehe... istilah running girl kubikin sendiri sih...hehe



Pada setiap episode-nya mereka akan menerima misi yang berbeda-beda dan terkadang berhadapan dengan bintang tamu yang selalu berganti pada tiap episode-nya. Selalu ada hal yang bisa menimbulkan tawa pada setiap episode-nya. Tingkah konyol Gwang Soo, Suk Jin dan Gary. Atau kadang kesuksesan Jong Kook dan Jihyo membodohi anggota timnya demi keberhasilan dan kemenangannya menyelesaikan misinya. Running Man juga mengemban misi untuk mengenalkan Korea melalui acaranya. Dan seiring bertambahnya fans Running Man, maka mereka pun mengambil lokasi shooting di luar negeri seperti di Thailand (sewaktu Nichkhun dan Min Jung sebagai guest-nya), China ( Kang Jiyoung, Kim Joohyuk dan Lee Yoenhee sebagai guest-nya) dan yang terakhir, yaitu pada episode 72-73 Running Man mengambil lokasi shooting di Hongkong (Yong Hwa dan Min Jung sebagai guest-nya).



Selain Running Man, yang juga digandrungi oleh para penonton khususnya perempuan adalah We Got Married. Reality show ini mempertemukan antara artis perempuan dan laki-laki untuk dipasangkan sebagai pasangan suami istri. Mereka menjalani hubungan mereka sesuai misi dari PD dan kadang juga bisa improvisasi. Seru sih, ada lucu, romantisme dan hal-hal yang sering membuat tercengang dan terharu.



Sudah banyak pasangan yang lahir dari reality show ini. Tapi yang berbekas di hati dan selalu menarik untuk diikuti, bagiku ada dua pasangan yaitu Khuntoria (Victoria f (x) dan Nichkhun 2PM) serta Dimple couple ( Leeteuk Suju dan Kang Sora). :)



Dimple couple sendiri sejauh ini baru sampai pada episode 10. Seru dan selalu menarik untuk diikuti. :)



Kadang berharap di Indonesia ini, kelak mampu membuat acara reality show yang semenarik acara-cara tersebut dan tentu saja ga lebay. :)

Semoga para generasi kita nanti bisa lebih kreatif lagi ya untuk bikin acara-acara yang lebih bagus lagi dan ga lebay. :)




Korean Wave : Boy/Girl Band



Tahun 2011 seakan menjadi surga bagi para pecinta K-Pop. Kenapa? Tentu saja di tahun 2011 ini banyak sekali event yang melibatkan banyak artis Korea. Beberapa waktu lalu bahkan 2PM sempat datang ke Indonesia. Sebelumnya bahkan Halyu Star Korea, Super Junior juga menyemarakkan festival Korean Idols Music Concert Hosted In Indonesia (KIMCHI) di Istora Senayan, Jakarta.



Seakan tak cukup sampai di situ. Acara musik di salah satu stasiun TV bahkan memberikan waktu khusus untuk lagu-lagu K-pop seperti yang dilakukan Derings tiap hari Rabu. Dan kini, Indosiar menyiarkan siaran ulang Music Bank, tangga musik K-Pop, yang telah bekerja sama dengan pihak Korea.

Demam K-Pop seakan semakin menjadi dengan munculnya boyband Indonesia, SM*SH. Selanjutnya disusul oleh girlband dan boyband lainnya. Belum cukup sampai di situ, beberapa stasiun televisi bahkan menggelar ajang pencari bakat untuk boyband dan girlband ala Indonesia.



Di SCTV misalnya, sekarang marak sekali dengan acara Boy & Girlband Indonesia. Aku sendiri melihatnya sebagai fenomena musiman. Kenapa demikian? Menurutku pribadi nih, Indonesia itu sangat mudah latah dengan apa yang saat ini sedang nge-trend. Jika dulu Indonesia seperti kecanduan film-film India yang dimulai dari Kuch Kuch Ho Ta Hai, kemudian digeser oleh drama-drama asal Taiwan yang memutar ulang Meteor Garden selama beberapa kali. Kemudian sempat hilang diganti dengan drama asal Jepang dan Korea. Bahkan ironisnya, sempat muncul sinetron Indonesia yang mengadaptasi drama Korea.



Kini, Indonesia sedang dimabuk K-Pop. Sampai kapan? Jawabnya sampai para penggemarnya jenuh dan berganti idola. Seperti halnya dulu, booming India hingga menampilkan bintang-bintang India di acara Indonesia. Seingatku dulu, sempat ada konser yang mengundang Shah Rukh Khan dan Juhi Chawla. Kemudian demam drama Taiwan, sempat menghadirkan F4 di Indonesia. Kemudian berganti dengan demam drama Korea yang sempat mengundang Lee Dong Wook. Besok siapa lagi? :)


Tidak masalah sih, demam apapun itu, selama jangan sampai mematikan produktivitas anak negeri. Sangat disayangkan jika generasi penerus terbuai dengan budaya luar hingga melupakan budaya sendiri.

Sekedar berpendapat sih... :)




Sabtu, 24 Desember 2011

Sherlock Holmes : A Game Of Shadows




Akhir tahun ini bioskop dipenuhi dengan film-film bagus dan layak tonton. Tentu abaikan film horor Indonesia yang lebih sering sexy horor dimana sexy-nya lebih menonjol ketimbang horornya. :p

Salah satu film yang saat ini sedang ramai menjadi incaran pecinta perfilman adalah Sherlock Holmes : A Game Of Shadows. Bagi mereka yang telah menikmati Sherlock Holmes 1 pasti tidak akan melewatkan kisah konyol, bodoh dan gilanya Holmes meski tak dipungkiri kecerdasannya yang luar biasa. Holmes dengan gayanya yang khas, mampu dengan apik menyimpan kecerdasannya dibalik tingkah bodoh dan konyolnya. Dalam film ini, penonton akan diajak untuk ikut berfikir apa yang dilakukan Holmes dalam menghadapi Professor Moriarty? Penonton juga akan dibuatnya tertawa hingga teriak histeris.

Penonton pasti sudah bisa menebak bahwa Holmes tidak mati meskipun terjun dari ketinggian yang sangat mengerikan tersebut. Masalahnya adalah penonton masih bertanya-tanya, apa kira-kira yang membuat Holmes bisa bertahan?

Nah, mau tahu garis besar ceritanya? Simak berikut ini:


Sherlock Holmes : A Game Of Shadows



Pada tahun 1891, Irene Adler (Rachel McAdams) mengirimkan sebuah paket ke Dr Hoffmanstahl-pembayarannya adalah sebuah surat yang harus dia sampaikan. Hoffmanstahl membuka paket, memicu sebuah ledakan bom tersembunyi yang berhasil dicegah oleh intervensi Sherlock Holmes (Robert Downey, Jr). Holmes mengambil surat dan membuang bom sementara Adler dan Hoffmanstahl melarikan diri. Holmes kemudian menemukan Hoffmanstahl dibunuh.

Di tempat lain, tepatnya di sebuah restoran, Profesor Moriarty bertemu Adler (Jared Harris) untuk menjelaskan peristiwa tersebut. Namun Moriarty menyadari bahwa Adler terlibat jalinan cinta dengan Holmes, maka Moriarty memberikan racun TB-deeming untuk menyingkirkan Adler.




Beberapa waktu kemudian, Dr Watson (Jude Law) tiba di 221B Baker Street, di mana Holmes mengungkapkan bahwa ia sedang menyelidiki serangkaian pembunuhan yang tampaknya tidak berhubungan, serangan teroris, dan akuisisi bisnis, bahwa ia tahu bahwa semua itu terhubung ke Moriarty. Holmes bertemu dengan gipsi bernama Mother Simza, penerima surat yang dimaksudkan dari surat yang diambil dari Adler, dikirim oleh Rene, kakaknya. Holmes mengalahkan pembunuh yang dikirim untuk membunuh Simza, tapi dia melarikan diri sebelum Holmes dapat menginterogasinya.




Setelah pernikahan Watson dan Mary Watson (Kelly Reilly), Holmes bertemu Moriarty untuk pertama kalinya. Moriarty memberitahu Holmes bahwa ia telah membunuh Adler dan akan membunuh Watson dan Maria jika gangguan Holmes 'terus berlanjut.




Orang-orang suruhan Moriarty menyerang Mary dan Watson di kereta dalam perjalanan bulan madu mereka. Holmes, mengikuti pasangan tersebut untuk memberikan perlindungan. Holmes melempar Maria dari kereta api ke sungai di mana di bawah sana, dia dijemput oleh saudara Holmes, Mycroft Holmes (Stephen Fry). Setelah mengalahkan orang-orang suruhan Moriarty, Holmes dan Watson melanjutkan perjalanan ke Paris untuk mencari Simza. Ketika dia ditemukan, Holmes mengatakan kepada Simza bahwa ia telah ditargetkan untuk dibunuh karena Rene bekerja untuk Moriarty, dan Moriarty berpikir bahwa mungkin Rene bercerita tentang rencananya kepada Simza. Simza membawa Holmes dan Watson ke markas sebuah kelompok anarkis yang ia dan Rene sebelumnya bekerja di sana. Mereka tahu bahwa kaum anarkis telah dipaksa untuk membantu Moriarty.



Holmes berusaha menggagalkan serangan bom dalam Opera Paris. Namun, Holmes terlambat menyadari bahwa ia telah ditipu dan bom tersebut sebenarnya di sebuah hotel terdekat. Bom tersebut berhasil membunuh sejumlah pengusaha. Holmes menemukan bahwa bom itu untuk menutupi pembunuhan terhadap Meinhart-salah satu peserta-oleh ajudan Moriarty, penembak jitu sewaan, Sebastian Moran (Paul Anderson). Kematian Meinhart itu bertujuan agar hibah kepemilikan dari pabrik senjata Meinhart di Jerman segera menjadi milik Moriarty. Holmes, Watson, dan Simza melanjutkan perjalanan sesuai petunjuk dalam surat-surat Rene.


Di pabrik, Moriarty menangkap dan menyiksa Holmes, sementara Watson memasuki pertempuran dengan Moran. Moriarty mengungkapkan bahwa ia memiliki saham dalam beberapa perusahaan sebagai keuntungan perang, dan bermaksud untuk menghasut perang dunia untuk membuat dirinya meningkatkan keutungan. Sementara itu, Watson menggunakan meriam besar untuk menghancurkan sebuah mercusuar di mana terdapat Moran yang tersembunyi. Struktur runtuh ke dalam gudang di mana Moriarty memegang captive Holmes. Watson, Simza, dan Holmes yang terluka berusaha melarikan diri naik kereta bergerak. Holmes menyimpulkan bahwa target akhir Moriarty adalah pertemuan puncak perdamaian di Swiss, menciptakan sebuah insiden internasional dan memicu perang.

Di puncak, Holmes mengungkapkan bahwa Rene merupakan pembunuh dan bahwa dia menyamar sebagai salah satu duta besar-setelah melakukan operasi radikal rekonstruksi wajah oleh Hoffmanstahl untuk mengubah penampilannya. Watson dan Simza mulai mencari tanda-tanda si pembunuh, sementara Holmes dan Moriarty-juga hadir- di luar untuk mendiskusikan rencana mereka bersaing. Watson dan Simza menemukan Rene dan menghentikan upaya pembunuhan, tapi Rene kemudian dibunuh oleh Moran. Di luar, Holmes mengaku bahwa ia mencuri buku harian pribadi Moriarty di Jerman-catatan rencana dan keuangan-dan menggantinya dengan duplikat. Asli buku tersebut dikirim ke Maria di London yang menguraikan dekripsi kode yang digunakan sdalam buku Moriarty tersebut. Holmes melihat kode-kode tersebut di kantor Moriarty selama pertemuan pertama mereka. Maria menggunakan informasi tersebut melalui Inspektur Lestrade (Eddie Marsan) yang merebut sebagian aset finansial Moriarty itu, untuk melumpuhkan dia. Holmes dan Moriarty mengantisipasi konfrontasi fisik yang akan datang dan me Holmes menyadari Moriarty akan menang, mengingat keuntungan dengan bahu Holmes terluka. Holmes memilih untuk bukan bergulat melawan Moriarty melainkan menekuk lutut mereka berdua di atas balkon dan menjatuhkan diri ke air terjun di bawahnya.

Mayat Holmes dan Moriarty tidak ditemukan, sehingga mereka berdua dinyatakan mati. Setelah pemakaman Holmes, Watson dan Maria mempersiapkan diri untuk menikmati bulan madu mereka yang tertunda ketika Watson menerima paket berisi perangkat pernapasan Mycroft Holmes yang telah dilihatnya sempat digunakan Holmes tepat sebelum acara puncak perdamaian Swiss tersebut. Menyadari bahwa Holmes masih hidup, Watson meninggalkan kantornya untuk menemukan orang pengiriman paket tersebut. Holmes, setelah bersembunyi di kantor Watson menggunakan pakaian kamuflase perkotaannya, membaca pidato segar pada mesin tik Watson dan menambahkan tanda tanya setelah kata "THE END".

Itulah Holmes, meskipun dia dianggap gila oleh beberapa orang tapi kecerdasannya seakan melekat padanya bagai kutukan untuk membuatnya mampu memecahkan kasus-kasus yang dihadapinya. :)


Berikut beberapa cuplikannya : ^-^











Kamis, 22 Desember 2011

Mission Impossible 4 : Ghost Protocol


Pecinta Mission Impossible pastinya ga ketinggalan berita dong soal kembalinya mas ganteng, Tom Cruise?hehehe...

Yup, si ganteng Tom Cruise kembali memukau penggemarnya di Mission Impossible 4 : Ghost Protocol. Meskipun usianya semakin bertambah tapi kemampuan aktingnya tetap pantas diacungi jempol. Demikian juga film yang dibintanginya memang tak akan sulit untuk mendapatkan acungan jempol dari para pemirsanya.


Mission Impossible 4 : Ghost Protocol

Sebuah dokumen yang berisi tentang kode bom nuklir sedang diincar oleh IMF. Dan ternyata mereka tidak sendiri, ada pihak luar yang mengincar dokumen tersebut untuk sebuah misi jahat.

Agen IMF Ethan Hunt (Tom Cruise) yang sedang melakukan operasi rahasia di Moskow, mendapatkan panggilan tugas untuk mendapatkan dokumen itu kembali ke tangan IMF.

Ia mendapat misi untuk menyusup ke dalam Kremlin untuk mendapatkan dokumen tersebut. Saat ia menyusup ke Kremlin, ternyata pihak luar sudah berhasil menge-bom Kremlin dan membuat Ethan Hunt (orang Amerika) yang menjadi tersangka bagi polisi Rusia.

Pemerintah Rusia mengkategorikan serangan itu sebagai "an undeclared act of war" mendorong pemerintah Amerika Serikat untuk memulai operasi hitam dikenal sebagai "ghost protocol".

Ethan Hunt akhirnya mendapatkan misi melarikan diri tanpa bantuan dari IMF. Tidak ada telepon, tidak ada kontak, dan tidak dapat dilacak untuk mendapatkan dokumen tersebut bersama tim barunya Jane Carter (Paula Patton), Benji Dunn (Simon Pegg), dan William Brandt (Jeremy Renner).

Sebelum Ethan Hunt dapat melarikan diri, sekretaris IMF dibunuh oleh pasukan keamanan Rusia yang dipimpin oleh Sidirov, meninggalkan Hunt dan analis intelijen William Brandt untuk menemukan cara mereka sendiri keluar. Tim mengidentifikasi Cobalt sebagai Kurt Hendricks, strategist nuklir Rusia kelahiran Swedia yang berprinsip bahwa yang lemah harus mati dan yang kuat untuk bertahan hidup, sehingga ia berencana untuk memulai sebuah perang nuklir untuk memulai tahap berikutnya dari evolusi manusia. Hendricks mengebom Kremlin dan memperoleh kontrol perangkat peluncuran nuklir Rusia dan sekarang membutuhkan kode dari kurir Budapest untuk meluncurkan rudal nuklir di Amerika.

Pertukaran antara Moreau dan tangan kanan Hendricks itu, Wistrom, berlangsung di Khalifa Burj di Dubai. Hunt dan anggota timnya secara terpisah meyakinkan Moreau dan Wistrom bahwa mereka telah membuat pertukaran satu sama lain. Namun, Moreau mengidentifikasi Brandt sebagai agen. Sementara Hunt mengejar Wistrom dan menyadari bahwa sebenarnya Wistrom adalah Hendricks yang menyamar, melarikan diri dengan kode dari Moreau. Moreau mencoba untuk membunuh Dunn dan Carter melemparnya keluar jendela dari lantai 130 dan akhirnya Moreau mati. Brandt menuduh Carter mengorbankan misi balas dendam terhadap Moreau, tapi Hunt menuduh Brandt menyimpan rahasia dari mereka, karena ia memiliki keterampilan seperti seorang agen daripada sebagai seorang analis. Sementara Hunt mencari informasi lebih lanjut dari Bogdan, Brandt mengakui bahwa ia ditugaskan untuk melindungi Hunt dan istrinya Julia saat bertugas. Julia dibunuh oleh penyerang Serbia, mendorong Ethan untuk mengejar dan membunuh mereka sebelum dia tertangkap oleh Rusia dan dikirim ke penjara.

Bogdan dan sepupunya menginformasikan kepada Hunt bahwa Hendricks akan berada di Mumbai. Hendricks memanfaatkan fasilitas dari pengusaha telekomunikasi India yang menjual satelit militer kepada Soviet sebelum Uni Soviet runtuh, Brij Nath, yang dapat digunakan untuk mengirimkan perintah untuk menembak rudal. Sementara Brandt dan Dunn menyusup ke ruang server untuk mengambil offline satelit, Carter akan meminta kode pengendali satelit Nath. Tapi Hendricks telah mengantisipasi rencana Hunt dan membutuhkan server Nath yang offline sebelum mengirim sinyal dari sebuah menara penyiaran televisi untuk kapal selam nuklir Rusia di Pasifik. Hunt mengejar Hendricks dan berusaha menggagalkan peluncuran nuklir tersebut. Hunt dan Hendricks berebut perangkat kontrol sebelum peluncuran. Hendricks melompat dan membawa kontrol nuklir itu untuk memastikan peluncurannya. Dunn membunuh Wistrom, memungkinkan Brandt untuk mengembalikan daya ke stasiun dan memungkinkan Hunt untuk menonaktifkan rudal itu. Dia dihadapkan oleh Sidorov, yang melihat Hunt menghentikan rudal, membuktikan IMF tidak bersalah dalam pemboman Kremlin.

Pada akhirnya, mereka berhasil menyelesaikan misi itu. Mereka berkumpul kembali setelah misi itu selesai, Hunt menawarkan misi kepada mereka. Tapi Brandt menolak. Hunt menahan kepergian Brandt dan menceritakan semua kejadiannya, dia juga menjelaskan bahwa istrinya masih hidup tapi dia meminta kepada IMF agar membuat seolah-olah istrinya telah mati. Brandt terkejut. Menatap Hunt dan menyakinkan dirinya sendiri bahwa semua itu benar. Pada akhirnya, Brandt menerima misi itu.

Di film ini, Tom tetap memukau dan mampu menghipnotis para penonton. Two thumbs up deh pokoknya. Yang belum nonton, wajib nonton... :)

Beberapa potongan dan cuplikannya nih sebagai bocoran...hehehe...












Rabu, 21 Desember 2011

Crazy Traveller ^-^

Kisah ini berawal dari sebuah ide gila yang tiba-tiba muncul di beberapa kepala. Ya, ide gila dadakan di kala beberapa anak sudah berlibur ria di kampung halaman, beberapa anak itu masih tetap menikmati "indahnya" Jakarta.

Ide itu sebenarnya sederhana sih, ingin gathering dan jalan-jalan bareng temen-temen sekelas. Awalnya kami menunggu event resmi yang akan diluncurkan oleh ketua kelas atau beberapa pihak yang cukup dominan di kelas. Sayangnya, apa yang kami nanti tak kunjung datang. Maka ide untuk gathering dan jalan-jalan ini muncul demi mengobati kekecewaan kami, atau lebih tepatnya aku.hehehe...

Maka kemudian diputuskanlah kawasan Kota Tua sebagai tujuan untuk jalan-jalan menikmati hari bersama teman-teman. Hari itu, Kamis 17 November 2011, dimulailah petualangan menjelajah Kota Tua. :)

Dan jika boleh jujur hari itulah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di Kota selama 4 tahun atau mungkin sudah menjelang 5 tahun keberadaanku di Jakarta ini. Sedikit memalukan, bukan?hehehe...

Kami menjelajah Museum Fatahillah yang merupakan bangunan sejarah utama di sana. Melihat foto perubahan Jakarta dari masa penjajahan hingga kini. Menikmati beberapa siluet yang seakan membawa kami menjelajah kembali masa silam yang telah sekian lama berlalu. Gambar-gambar, foto-foto, lukisan, dan beberapa barang peninggalan yang kami lihat di sana menyimpan sejuta misteri tentang masa lalu. Untungnya, ada penjelasan tertulis di sekitar benda-benda itu. Jadilah kami bisa sedikit memahami tanpa harus bertanya kepada benda-benda mati itu seperti orang gila. Ya iyalah... :p

Nah, beberapa gambar yang sempat diambil di Museum Fatahillah ini adalah sebagai berikut :



Lukisan wanita jaman penjajahan dulu



Foto Djakarta Tempo Doeloe ^-^





















Selanjutnya kami mengunjungi Museum wayang. Jujur, sampai saat ini baru pertama kali aku mengunjungi museum wayang. Meskipun aku orang Jawa tulen, tapi tidak pernah terpikir untuk berkunjung ke museum wayang. Sejauh ini, aku hanya mengenal cerita wayang dari penuturan kakek dan juga buku-buku yang kubaca. Dan ketika mengunjungi museum wayang itu, baru kusadari bahwa ternyata wayang bukan saja milik orang Jawa, tapi di Cina, India, dan bahkan Eropa pun mengenal wayang meskipun di sana, wayang lebih mirip boneka. :)

Mau tahu seperti apa sekilas tentang Museum Wayang? Lihat beberap foto di bawah... :)










Namun, sayang sekali kami tidak bisa menyelesaikan berkelana di area Kota Tua. Kami membagi waktu dengan agenda lain, yaitu nonton bareng dan makan-makan....hehehe...

Nah, acara selanjutnya adalah nonton di Gandaria City, saat itulah waktunya nonton Real Steel yang pernah saya ulas sebelumnya. :)


Sekian dulu ya bagi-bagi ceritanya, lain kali akan kuulas jalan-jalan lainnya... :)

(Sore hari, mengumpulkan kembali memory saat itu... :) )