Assalamu'alaykum...

Selamat Datang.... ^_^

Jumat, 04 Maret 2011

My #1 & #2 Books ;)





Bismillah...

Hai sahabat, apa kabarmu hari ini? Semoga senantiasa dalam kerinduan padaNya dan RasulNya yang semakin hari semakin tiada terkira... :)

Hari ini mau share lagi nich...
Kali ini mau promo buku pertama dan kedua...hehe
Sedikit narsis ga apa-apa ya, sahabat?
Alhamdulillah beberapa waktu lalu saya ikut proyeknya @nulisbuku untuk menulis dengan tema #Sahabat...
Kebetulan saya memang hobby sangat menulis alias suka sekali menulis... Dari waktu saya masih di SD dulu saya sudah sering nulis, ya sekedar koleksi pribadi yang sekarang entah dimana dech buku-bukunya...hehe
Sewaktu SMP juga masih suka menulis, tapi ya masih kebawa SD gitu dech, jadi nulisnya sekitar dongeng-dongeng bikinan sendiri dan kisah anak-anak gitu dech... :)
Dan mulai bagus tulisannya ketika tiba-tiba sayang didaulat untuk ikut lomba Mading (Majalah Dinding) antar SMP...
Nah, sejak saat itulah kemampuan menulis saya lebih terarah dan kualitas tulisan saya perlahan mulai membaik... :)
Terbukti dunk, beberapa kali saya mewakili sekolah untuk tampil kembali di ajang lomba Mading antar SMP se-provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta... :)

Nah, waktu SMA ini udah mulai bikin cerpan (Cerita Panjang...hehe)... Karena waktu SMA ini saya sudah sangat gila menulis... Jadi tiap kali teman-teman saya meminta untuk menulis cerpen, yang ada malah jadi cerpan karena melebihi batas-batas aturan sebuah cerpen...hehehe...
Beneran ga bisa nge-rem buat berhenti kalau udah mulai menulis... Jadi dech sebuah cerpan, kata teman-teman saya...
Kebetulan juga ketika di SMA saya menjadi salah satu kontributor dalam kepenulisan di sebuah buletin Bahasa Inggris Sekolah bernama "CONTRAST"...
Waktu itu bahasa Inggris saya bagus... Kalau sekarang sich udah banyak yang menguap...hehe

Waktu kuliah, awalnya saya masih aktif menulis dan pernah ikutan pelatihan menulis bersama mb Azimah Rahayu, penulis buku "Hari Ini Aku Makin Cantik"... :)
Saat itu, kami diberi waktu 10 menit untuk menulis, menggambarkan sebuah setting tentang Tsunami Aceh... Dan Mb Azimah Rahayu memilih 2 terbaik dari semua tulisan kami...
Alhamdulillah, tulisan saya terpilih... Beliau bilang juga bahwa saya punya potensi untuk menulis dan jadi penulis... (saat itu sungguh dech, berbunga-bunga banget... gimana ga, wong dipuji ma seorang penulis...hehehe)
Tapi, karena kesibukan kuliah dan ngajar privat jadi ga sempat nulis dech... Maklum, waktu itu saya masih jadi tanggungan orang tua, jadi berusaha untuk cari tambahan uang saku dengan mengajar privat, ya hitung-hitung mengurangi beban orang tua untuk menanggung biaya hidup saya di Jakarta ini...hehe
Jadilah saat itu obsesi saya bukan jadi penulis, tapi jadi guru...hehe
Terbukti dengan jadwal mengajar 2 kali dalam seminggu... Dan saat itu murid saya ada 5 orang, terbayangkan bagaimana sibuknya?hehehe..
Belum lagi dengan aktivitas saya di beberapa organisasi dan kepanitiaan di kampus... Sungguh menyita waktu dan menguras energi... Tapiiii menyenangkaaaaaaaaannnn sekali....hehehe...

Nah, jadi dech saya pasif menulis sejak saat itu... Apalagi setelah lulus D3 dan penempatan... Selama kerja mana sempat menulis seperti ini? Seringnya nulis temuan pemeriksaan dan Laporan Hasil Pemeriksaan, atau menulis pembukuan atau kesekretariatan yang lain...
Makin tumpul dech ilmu menulisnya... Lalu mulailah sekitar 1 tahun yang lalu saya aktif menulis lagi... Menulis kisah-kisah untuk nulis bareng Mb Asma Nadia... :)
Memang sich sampai saat ini belum ada yang terbit bareng beliau... :)
Tapi ga kapok kok buat tetep nulis...hehe

Lalu saya juga sempat beberapa kali ikut event lomba menulis... Dan kalah...hehe
Tapi ga lantas bikin saya kapok menulis lagi... :)

Lalu sampailah saya di kampus tercinta ini kembali untuk melanjutkan kuliah D4 saya... Dan di sinilah saya kembali aktif menulis... :)


Daaannn... Setelah saya follow @nulisbuku di twitter... Saya jadi seriiiiinng sekali ikut event-event atau proyek-proyek menulisnya yang tanpa henti, sambung menyambung terus.... Sukaaaaaaa bangeeeettt dech... Serasa saya menemukan dunia saya kembali... Serasa saya lahir kembali... Serasa saya menemukan surga dunia saya... :)

Dan meski masih proyek gabungan alias antologi, tapi saya bangga menyebut diri saya penulis... Karena naskah saya ada yang telah terbit dan dibukukan lho... :)

Ini salah duanya... Ada di dua buku ini yaitu #Sahabat buku 1 ada naskah saya yang berjudul "Jejak Sahabat Tanpa Wajah" dan di #Sahabat buku 3 ada naskah saya "Bait Rindu Untuk Bunda"... :)

Sahabat, penasaran dengan hasil tulisan saya??hehe
Silakan teman-teman beli dan baca bukunya ya... :)
Di buku ini ada banyak tulisan dari penulis-penulis yang lain lho... Jadi ga akan bosen ngebacanya karena ceritanya macem-macem dengan gaya penulisan yang berbeda-beda juga... :)

Namun, karena ini diterbitkan melalui self publishing, jadi pesan dan bayar dulu baru cetak... :)

Sahabat yang berkenan membeli dan membacanya, bisa order melalui www.nulisbuku.com

Nah, untuk Sahabat buku 1, yang ini nich.... :)



Dan Sahabat buku 3, yang ini.... :)



Semoga bermanfaat ya, sahabat.... :)


Wanita (Kultwit Gurunda Salim A. Fillah)



Bismillah...

Sharing kutwit tentang #Wanita dari Gurunda Salim A. Fillah :
1. Ummu Salamah bertanya pada Nabi mengapa #Wanita tak disebut dalam Al Quran secara khusus layaknya lelaki. Maka turunlah QS 33: 35 (HR Ahmad)
2. "Sesungguhnya #wanita adalah belahan tak terpisahkan (yang setara) dari kaum pria." (HR Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimi, Ibn Majah)
3. "Mukmin tersempurna imannya adalah yang terbaik akhlaqnya. Yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik memperlakukan #Wanita." (HR At Tirmidzi)
4. "Sesiapa punya anak #Wanita, dididik baik-baik, diajarkan akhlaq terpuji, dinikahkan dengan lelaki shalih; baginya 2 pahala." (HR Muslim)
5. "Urut pertama yang harus ditaati #Wanita adalah suaminya. Dan yang pertama harus ditaati lelaki adalah ibunya." (HR Al Bazzar & Al Hakim)
6. "..Mati di jalan Allah itu syahid, terkena wabah & tenggelam syahid. #Wanita yang mati melahirkan ditarik anaknya ke surga." (HR Muslim)
7. #Wanita hamil, melahirkan, menyusui, menyapih; mendapat pahala seperti terluka di jalan Allah. Mati di masa itu syahid. (HR Ibn Al Jauzy)
8. Nabi adalah nan pertama membuka pintu surga. Seorang #Wanita mendahului beliau; ternyata dia mengasuh yatim sepeninggal suami. (HR Abu Ya'la)
9. "#Wanita yang hamil, melahirkan, & menyayangi anak; lalu dia menegakkan shalat & tak durhakai suami, pastilah masuk surga." (HR Al Hakim)
10. Anak dari rahim #wanita & menyusu darinya, jika bercerai maka si ibu lebih berhak atasnya selama belum menikah lagi. (HR Ahmad, dll)



11. #Wanita nan bersedekah pada suami & anak yatim dalam tanggungannya mendapat 2 pahala; pahala shadaqah & menyambung kerabat. (HR Muslim)
12. "..Lelaki itu pemimpin keluarga, #wanita pemimpin rumah tangga suami & anak-anaknya. Tiap kalian pemimpin & dimintai tanggung jawab" HR Muslim
13. "..Dia memasak makananku, mencuci bajuku, & merawat anak-anakku; padahal semua BUKAN kewajiban atasnya. Sabarlah atas #Wanita.." ('Umar)
14. #Wanita hebat itu Hajar, ditinggalkan bersama bayi di terik gurun mematikan: "Jika ini perintahNya, Dia takkan pernah menyiakan kami."
15. Kita tahu, kalimat itu sulit & berat sebab dia #Wanita bersama bayi merah & sergapan rasa menggulung; takut, sedih, kecewa & cemburu.
16. Dan kalimat iman tak serta-merta membuat langit turunkan keajaiban. #Wanita itu diuji, maka berpayah dia lari-lari 7 kali Shafa-Marwah.
17. Proklamasi iman #Wanita itu mengabdi; tanpanya kita tak bersa'i, tak jumpa zamzam, tak berjumrah & tak ber-"Kama Shallaita" di tahiyat.
18. Hajar adalah #Wanita mulia, & di sisinya pun ada suami & anak yang mulia. Tapi bagaimana jika kau bersuamikan lelaki nan jahat & keji?
19. Mari mengaca pada Asiyah, #Wanita di sisi Fir'aun itu. Ujian iman dimulai dari sosok terdekat yang seharusnya jadi pelabuhan rasa.
20. Dan #Wanita teguh itu menemukan manisnya pengaduan pada Rabb semesta alam; "Bangunkan untukku rumah di sisiMu, di surga terjanji itu."





21. Selanjutnya inilah #Wanita suci, ahli ibadah pelayan ummat yang tak pernah disentuh lelaki. Maka Allah memilihnya jadi keajaiban zaman.
22. Dan bukankah tiap karunia hakikatnya ujian, pun begitu pada Maryam. #Wanita suci itu menanggungkan aib, rasa malu, & beratnya beban.
23. Tapi begitulah iman. Ia tak menjamin tuk selalu berlimpah & tertawa. Ia hanya hadirkan lembut sapaNya di tiap dera yang menimpa. #Wanita
24. #Wanita itu diabadikan Surat bernada merdu dalam Quran; Maryam. Najasyi, para uskup Habasyah & semua pencinta pasti cucurkan air mata.
25. Lalu hadirlah Khadijah. #Wanita yang segala kata membisu di depan keagungannya. Janda mulia itu memilih si lelaki terpuji tuk hidupnya.
26. Lalu dimulailah perannya sebagai #Wanita yang menegakkan punggung suami di hadapan zaman, menyediakan rengkuh lembut & kelapangan hati.
27. Turunnya wahyu I serasa memikulkan sepenuh bumi ke pundak Muhammad, #Wanita itu menyambut gemetarnya dengan selimut, lembut tanpa tanya.
28. "Khadijah, #Wanita itu beriman padaku saat semua ingkar, dia serahkan hartanya ketika semua bakhil", kenang Muhammad bertahun kemudian.
29. Dari #Wanita ini lahir Fathimah, penghulu surgawati berikutnya. Satu hari, setimbun isi perut unta ditumpahkan ke kepala Nabi nan sujud.
30. Beliau tak bangkit, hingga #Wanita belia itu datang mengusap & menyeka penuh tangis haru. "Tenang Fathimah, Allah takkan siakan ayahmu."




31. #Wanita itu menuntun ayahnya pulang, disekakannya air hangat, dibakarkannya perca untuk hentikan darah di luka. Lalu disilakannya rehat.
32. Penuh nyali #Wanita itu kembali ke Ka'bah, ditudingnya para pemuka Quraisy yang tertawa-tawa hingga mereka terkesiap. Lalu dia bicara.
33. "Ayahku Al Amin, akhlaqnya mulia, & tak sekalipun dia pernah rugikan kalian..", #Wanita itu terus bicara & mereka khusyu' mendengarkan.
34. Fathimah; dia puteri Nabi setara raja, tapi pelayanpun tak punya. Dia isteri pahlawan, tapi tangannya melepuh menggiling gandum. #Wanita
35. #Wanita ini ibu dari 2 penghulu pemuda surga, tapi rumah cahaya itu roti berbukanya sering tandas tersedekahkan hingga lapar menyergap.
36. Mari jua mentakjubi 'Aisyah. #Wanita cerdas ini ahli tafsir, sejarah, faraidh, meriwayatkan 4000-an hadits, & hafal ribuan bait syair.
37. Ajaibnya, #wanita bergelar Ash Shiddiqah binti Ash Shiddiq (Nan amat jujur puteri pembenar kebenaran) menguasai itu semua sebelum 18 tahun.
38. Kehadiran #Wanita ini menjadikan hidup Sang Nabi warna-warni; cantiknya, cerdas-lincahnya, cemburu, juga iri & fitnah yang mengguncang.
39. Madinah jadi indah dengan ilmunya. Bashrah bergelora dengan khuthbah-khuthbahnya menuntut-bela pembunuhan 'Utsman kepada 'Ali. #Wanita
40. Berikutnya Ummu Sulaim. #Wanita ini dipinang Abu Thalhah. "Engkau lelaki yang sulit ditolak", ujarnya, "Hanya saja aku ini muslimah."




41. "Andai kau tinggalkan berhala & menjadi muslim", lanjut #Wanita itu, "Maka cukuplah islammu jadi maharku. Takkan kuminta selain itu."
42. #Wanita itu menyerahkan puteranya, Anas ibn Malik, untuk berkhidmat pada Nabi demi beroleh ilmu, tertular akhlaq, & terlimpahi berkah.
43. Satu hari, putra tersayangnya sakit keras, padahal Abu Thalhah si suami hendak pergi. #Wanita itu melepasnya dengan senyum menentramkan.
44. Ummu Sulaim melepas Abu Thalhah, menenangkan tuk bertawakkal pasrahkannya pada Allah. Saat sang suami pergi, anak itu meninggal. #Wanita
45. Ummu Sulaim meminta para pelayan tak bicara, mereka disuruh bersihkan & hiasi rumah. Dia sendiri yang akan sampaikan pada suami. #Wanita
46. Dimandikanlah sang anak lalu dibaringkan & diselimuti di kamar seakan tidur lelap. #Wanita ini lalu memasak istimewa & berdandan cantik.
47. Ketika suaminya pulang, disambutlah mesra. Lelaki itu bertanya: "Bagaimana anak kita?" Si #Wanita senyum & jawab: "Sudah lebih tenang."
48. Sang suami percaya setelah menengok kamar puteranya. Lalu dia makan dengan lahap dilayani isterinya, bahkan lalu pengantinan. #Wanita
49. Setelah puas, berbaringan mereka di ranjang. Umm Sulaim: "Apa pendapatmu jika seseorang menitipkan suatu barang pada kawannya.." #Wanita
50. "..Bolehkah yang dititipi menolak mengembalikan saat si penitip memintanya?" Si suami tersenyum: "Tentu tidak boleh begitu.." #Wanita
51. Ummu Sulaim: "Ketahuilah, Allah yang menitipkan anak pada kita, & Dia kini mengambilnya kembali. Sabarlah duhai Abu Thalhah." #Wanita
52. "Apa?!", seru sang suami tersentak. Dia lalu tergugu, "Sesudah sambutan mesra, makanan lezat, & kepuasan ini kamu baru bicara?!" #Wanita
53. Keesokan paginya seusai memakamkan jenazah, Abu Thalhah mengadukan halnya pada RasuluLlah. Beliau tersenyum & menepuk bahunya. #Wanita
54. "Pengantinankah semalam?", tanya beliau. Abu Thalhah mengangguk malu. "Semoga Allah berkahi malam kalian berdua dengan karunia." #Wanita
55. Dari malam itu Ummu Sulaim hamil. Lalu lahirlah 'Abdullah ibn Abi Thalhah. Darinya: 7 cucu nan hafizh Quran & Faqih sejak belia. #Wanita
56. Itulah keberkahan #Wanita shalihah lagi mukminah, yang ahli ibadah, yang pandai menjaga amanah atas rumahtangga suami & aturan Allah.

58. #Wanita terindah di mata lelaki, adalah mereka yang membuat cemburu bidadari; kecantikannya merasuk ke jiwa, melintas batas usia.
59. #Wanita paling kemilau dipandang pria, adalah dia yang mahkotanya fikiran jernih, liontin kalungnya hati yang ridha, gelangnya qana'ah.
60. #Wanita paling hebat di hati suaminya adalah dia yang senyumnya menyembuhkan, tatapannya meneduhi, & sambutannya menyegarkan.
61. #Wanita paling berharga adalah ahli Matematika: mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga, membagi kesedihan sampai tak berarti.
62. #Wanita yang bernilai itu pandai berhitung: menambah keyakinan hingga utuh, mengurang kegalauan hingga habis.
63. #Wanita langit yang singgah hidup di bumi; wajahnya mengingatkanmu akan surga, ibadah & bangun malamnya menghubungkanmu dengan Ilahi.
64. #Wanita musuh syaithan mengecup mesra tanganmu, melepasmu bekerja dalam bisik syahdu, "Kami lebih sabar lapar daripada makan tak halal."
65. #Wanita yang ditakjubi malaikat itu berilmu & berkeadaban; dibaringkannya sang suami di pangkuan, disimak & dibetulkannya hafalan Quran.
66. #Wanita yang dirindu surga, tuan putri para bidadari; ditunainya amanah Allah lahir & batin; sebagai anak, saudari, isteri, ibu & nenek.
67. #Wanita yang tak disudi neraka; syaithan gigit jari oleh syukurnya, putus asa oleh istighfarnya, tepok jidat oleh ridha suaminya.



Ditunggu kelanjutannya ya... :)

Semoga bermanfaat... :)

UTS Sem 7 Hari ke 4 :'(



Bismillah...


Hari ini adalah hari keempat UTS Semester 7...
Yup, sudah 2/3 dari 6 hari ujian yang seharusnya...

Daaannn....
Bolehkah hari ini aku berteriak sekencang-kencangnya???
Hiks... Ujian hari ini adalah yang paling kacau diantara ujian-ujian yang lain... :'(

Gara-gara ujiannya open book, justru malah susah banget... ya, iyalah jawabannya ga ada di buku... Semua analitis...

Dan gara-gara ujian open book juga tadi malam dengan nyamannya tidur cepet... Mentang-mentang open book jadi belajarnya tipiiiiiissss banget...
Alhasil, ngerjain ujiannya hari ini juga ga maksimal...hiks...

Kebiasaan kuliah di UT, ujiannya santai banget... Giliran balik ke kampus STAN tercinta... Jadi sering sekali ketemu shock terapy... Ampun dech...

Dan malangnya lagi adalah mata ujian hari ini, Audit Keuangan dan Kinerja...
Itu kan nyambung banget ma pekerjaanku sehari-hari...
Tapi materi tengah semester ini kan masih audit komersial (Nah, kan... Excuse lagi dech... Ckckckckckck... Ga boleh... *geleng-geleng kepala)
Auditor macam apa ini yang ngerjain ujian audit aja stress??
Auditor macam apa ini yang ilmu auditnya cepat sekali menguap?? Hiks...

Sediiiiiihhhhh banget dech... :(


Hosh.... Ga boleh nyerah gitu aja.... Ga boleh putus asa gitu dech...
Ayo.... ga boleh berlama-lama meratapi nasib...
Terimalah memang hari ini ga maksimal..
Ambil hikmahnya, setengah semester berikutnya dan semester-semester selanjutnya harus lebih maksimal lagi belajarnya...

Ga boleh males-malesan lagi... Ok??!!!

Yuk, mulai mengatur jadwal belajar dengan baik... Supaya lain kali ga kayak gini hasilnya...


Bismillah... Semoga niatan ini ga sekedar niat... Tapi bisa terrealisasi sungguhan... amin...
Ayo semangaaaaattt... :)

Kamis, 03 Maret 2011

Nikah (Resume Kultwit Gurunda Salim A. Fillah)



Bismillah...

Sharing resume kultwit tentang #Nikah dari Gurunda Salim A. Fillah :

1. Dalam isyarat Nabi tentang #Nikah, ialah sunnah teranjur nan memuliakan. Sebuah jalan suci untuk karunia sekaligus ujian cinta-syahwati

2. Maka #Nikah sebagai ibadah, memerlukan kesiapan & persiapan. Ia tuk yang mampu, bukan sekedar mau. “Ba’ah” adalah parameter kesiapannya

3. Maka berbahagialah mereka yang ketika hasrat #Nikah hadir bergolak, sibuk mempersiapkan kemampuan, bukan sekedar memperturutkan kemauan

4. Persiapan #Nikah hendaknya segera membersamai datangnya baligh, sebab makna asal “Ba’ah” dalam hadits itu adalah “Kemampuan seksual.”

5. Imam Asy Syaukani dalam Subulus Salam, Syarah Bulughul Mahram menambahkan makna “Ba’ah” yakni: kemampuan memberi mahar & nafkah. #Nikah

6. Mengompromikan “Ba’ah” di makna utama (seksual) & makna tambahan (mahar, nafkah), idealnya anak lelaki segera mandiri saat baligh. #Nikah

7. Jika kesiapan #Nikah diukur dengan “Ba’ah”, maka persiapannya adalah proses perbaikan diri nan tak pernah usai. Ia terus seumur hidup

8. Izinkan saya membagi Persiapan #Nikah dalam 5 ranah: Ruhiyah, ‘Ilmiyah, Jasadiyah (Fisik), Maaliyah (Finansial), Ijtima’iyah (Sosial)

9. Persiapan #Nikah perlu start awal. Salim nikah usia 20 tahun, tapi karena persiapannya dimulai umur 15 tahun, maka tak bisa disebut tergesa

10. Sebaliknya, ada orang yang #Nikah-nya umur 30 th, tapi persiapan penuh kesadaran baru dimulai umur 29,5 th. Itu namanya tergesa-gesa


11. Kita mulai dari yang pertama; Persiapan Ruhiyah. Ialah nan paling mendasar. Segala persiapan #Nikah lainnya berpijak pada yang satu ini

12. Persiapan Ruhiyah (Spiritual) ada pada soal menata diri menerima ujian & tanggung jawab hidup nan lebih berlipat, berkelindan. #Nikah

13. (QS Ali Imran 14): Sebelum nikah ujian kita linear: pasangan hidup. Begitu #Nikah berjejalin: pasangan, anak, harta, gengsi, investasi

14. Sebelum #Nikah, grafik hidup kita analog dengan amplitudo kecil. Setelah menikah, ia digital variatif; kalau bukan NIKMAT, ya MUSIBAH

15. Maka termakna jua dalam Persiapan Ruhiyah terkait #Nikah adalah kemampuan mengelola SABAR dan SYUKUR menghadapi tantangan-tantangan itu

16. SABAR & SYUKUR itu semisal tentang pasangan; ia keinsyafan bahwa tak ada yang sempurna. Setiap orang memiliki lebih & kurangnya. #Nikah

17. Khadijah itu lembut, penyabar, penuh pengertian, & dukung penuh perjuangan. Tapi tak semua lelaki mampu beristeri jauh lebih tua. #Nikah

18. ‘Aisyah: cantik, cerdas, lincah, imut. Tapi tak semua lelaki siap dengan kobar cemburunya nan sampai banting piring di depan tamu #Nikah

19. Persiapan Ruhiyah #Nikah adalah mengubah ekspektasi menjadi obsesi. Dari harapan akan apa nan diperoleh, menuju nan apa akan dibaktikan

20. Jika #Nikah masih terbayang sebab: lapar ada yang masakin, capek ada yang mijitin, baju kotor dicuciin. Itu ekspektasi. Bersiaplah kecewa



21. Ekspektasi macam itu lebih tepat dipuaskan oleh tukang masak, tukang pijit, & tukang cuci ;) Ber-obsesilah dalam #Nikah. “Apa obsesimu?”

22. Obsesi sebagai Persiapan Ruhiyah #Nikah semisal: Bagaimana kau akan berjuang sebagai suami/isteri, ayah/ibu untuk mensurgakan keluargamu?

23. Usai itu, di antara persiapan Ruhiyah #Nikah adalah menata ketundukan pada segala ketentuanNya dalam rumahtangga & masalah-masalahnya

24. Lalu persiapan ‘Ilmiyah-Tsaqafiyah (Pengetahuan) #Nikah, meliputi banyak hal semisal Fiqh, Komunikasi Pasangan, Parenting, Manajemen, dll

25. Bukan Ustadz-pun, tiap muslim harus sampai pada batas minimal ilmu syar’i nan dibutuhkan dalam berhidup, berinteraksi, berkeluarga #Nikah

26. Lalu tentang komunikasi pasangan; seringnya masalah rumah tangga bukan karena ada maksud jahat, melainkan maksud baik nan kurang ilmu #Nikah

27. Sungguh harus diilmui bahwa lelaki & perempuan diciptakan berbeda dengan segala kekhasannya, untuk saling memahami & bersinergi. #Nikah

28. Contoh beda hadapi masalah & tekanan; Wanita: berbagi, didengarkan, dimengerti. Lelaki: menyendiri, kontemplasi, rumuskan solusi #Nikah

29. Bayangkan jika perbedaan itu dibawa dalam sikap dengan asumsi: “Aku mencintaimu seperti aku ingin dicintai” Konflik pasti meraja. #Nikah

30. Suami pulang dengan masalah berat disambut isteri yang memaksa ingin tahu & dengar problemnya, padahal ia ingin sendiri & bersolusi. #Nikah




32. Sebaliknya, Isteri yang sedang ingin didengar lalu curhat ke suami, suami malah tawarkan solusi. Padahal dia hanya ingin dimengerti. #Nikah

33. Isteri: Mas aku capek, rumah berantakan bla-bla-bla. Suami: OK, kita cari pembantu. Istri: O, jadi aku dianggap pembantu?! Suami: Lho?! #Nikah

34. BEDA lagi: Suami single tasking, bisa marah kalau isterinya nan multitasking memintanya kerjakan beberapa hal berrangkai-rangkai. #Nikah

35. BEDA lagi: Isteri sering berkalimat tak langsung nan tak difahami suami. Misalnya Istri: Mas, Salma belum dijemput, aku masih harus masak! #Nikah

36. Jawab suami: Oh, kalau gitu biar nanti Salma pulang sendiri” Dijamin para isteri gondok, sebab maksudnya: Tolong jemput Salma! #Nikah

37. BEDA. Bagi suami masalah harus disederhanakan (Spiral ke dalam). Bagi isteri, tiap detail & keterkaitan sangat penting (Spiral keluar) #Nikah

38. Dan banyak lagi BEDA yang jika tak diilmui potensial jadi masalah serius. Lengkapnya di Bahagianya Merayakan Cinta #BMC

39. Next: Parenting. Waktu kita sempit; belum puas belajar jadi suami/isteri, tiba-tiba sudah jadi ayah/ibu. Maka segeralah belajar jadi Ortu #Nikah

40. Anak adalah karunia yang hiasi hidup, amanah (lahir dalam fitrah, kembalikan ke Allah dalam fitrah), pahala, sekaligus fitnah (ujian). #Nikah



41. Maka mengilmui hingga detail-detail kecil soal parenting adalah niscaya. Contoh Hadits: renggutan kasar pada bayi membekas di jiwa. #Nikah

42. Uji kecil buat calon ibu & ayah: “Apa yang anda lakukan saat anak lari-larian di depan rumah lalu GABRUSS, jatuh berdebam?” #Nikah

43. LAZIM: “Sudah dibilang, jangan lari-lari! Tuh, jatuh kan!” -> Anak belajar untuk menganggap dirinya selalu bersalah dalam hidupnya. #Nikah

44. LAZIM: “iih, batunya nakal ya Nak! Sini Ibu balaskan!” -> Anak belajar salahkan keadaan sekitar untuk excuse dari kurangnya ikhtiyar. #Nikah

45. LAZIM: “Hm, nggak apa-apa, nggak sakit, cuma kayak gitu!” -> Ketakpekaan. Hati-hati dibalas saat kita sudah tua & sakit-sakitan ;p #Nikah

46. Alangkah bahaya tiap huruf dari lisan bagi masa depan anak kita. Latihlah dia agar lempang (tanpa dusta & tipu) dalam taqwa (QS 4: 9) #Nikah

47. Kita masuk persiapan Jasadiyah (Fisik) untuk #Nikah. Ini jua perkara penting sebab terkait dengan keamanan, kenyamanan, & ketenangan

48. Awal-awal, periksa & konsultasilah ke dokter atas termungkinnya segala penyakit tubuh, lebih-lebih nan terkait kesehatan reproduksi #Nikah

49. Per #Nikah-an itu utuh di segala sisi diri, maka menjalani terapi & rawatan tertentu untuk membaikkan fisik adalah jua hal yang utama

50. Fisik kita & pasangan bertanggung jawab lahirkan generasi penerus yang lebih baik. Maka perbaiki daya & staminanya sejak sekarang. #Nikah




51. Perbaiki pola asup, tata gizi seimbang. Allah akan mintai tanggung jawab jajan sembarangan jika ia jadi sebab jeleknya kualitas penerus #Nikah

52. Bangun kebiasaan olahraga ilmiah; tak asal gerak tapi membugarkan, menyehatkan, melatih ketahanan. Tugas fisik berlipat 3 setelah #Nikah

53. Jadi, target persiapan fisik #Nikah itu 3 tingkatan; PRIMER: sehat & aman penyakit, SEKUNDER: bugar & tangkas, TERSIER: beauty & charm ;)

54. Selanjutnya, persiapan Maliyah (finansial), ini yang paling sering menghantui & membuat ragu sepertinya. Padahal ianya sederhana. #Nikah

55. Yang tepat bicara persiapan Maliyah ini sebenarnya Ust. @ahmadgozali, izinkan Salim lancang singgung sedikit dengan ilmu nan dangkal #Nikah

56. Konsep awal; tugas suami adalah menafkahi, BUKAN mencari nafkah. Nah, bekerja itu keutamaan & penegasan kepemimpinan suami. #Nikah

57. Ingat & catat: Persiapan finansial #Nikah sama sekali TIDAK bicara tentang berapa banyak uang, rumah, & kendaraan yang harus anda punya

58. Persiapan finansial #Nikah bicara tentang kapabilitas hasilkan nafkah, wujudnya upaya untuk itu, & kemampuan kelola sejumlah apapun ia

59. Maka memulai per #nikah-an, BUKAN soal apa anda sudah punya tabungan, rumah, & kendaraan. Ia soal kompetensi & kehendak baik menafkahi

60. ‘Ali ibn Abi Thalib memulai #Nikah bukan dari nol, melainkan minus: rumah, perabot, dll dari sumbangan kawan dihitung hutang oleh Nabi



61. Tetapi ‘Ali menunjukkan diri sebagai calon suami kompeten; dia mandiri, siap bekerja jadi kuli air dengan upah segenggam kurma. #Nikah

62. Maka sesudah kompetensi & kehendak menafkahi yang wujud dalam aksi bekerja -apapun ia-, iman menuntun: #Nikah itu buat kaya (QS 24: 32)

63. Agak malu, Salim juga minus saat nikah; hutang yang terrencanakan terbayar dalam 2 tahun menurut proyeksi hasil kerja saat itu. #Nikah

64. Tetapi Allah Maha Kaya, dan #Nikah menjadi pintu pengetuknya. Hadirnya isteri menjadi penyemangat; hutang itu selesai dalam 2 bulan

65. Buatlah proyeksi nafkah #Nikah secara ilmiah & executable, JANGAN masukkan pertolongan Allah dalam hitungan, tapi siaplah dengan kejutanNya;)

66. Kemapanan itu tidak abadi. Saya memilih #Nikah di usia 20 saat belum mapan agar tersiapkan isteri untuk hadapi lapang maupun sempitnya ;)

67. Bahkan ketidakmapanan yang disikapi positif menurut penelitian Linda J. Waite (Psikolog UCLA), signifikan memperkuat ikatan cinta #Nikah

68. Ketidakmapanan nan dinamis menurut penelitian Karolinska Institute Swedia, menguatkan jantung, meningkatkan angka harapan hidup. #Nikah

69. Karolinska Institute: kemapanan lemahkan daya tahan jantung terhadap serangan. Di Swedia, biasanya yang kena infark langsung wafat PNS #Nikah

70. Persiapan #Nikah yang sering terabai ialah nan kelima ini: Ijtima’iyah (Sosial). Pernikahan adalah peristiwa yang kompleks secara sosial




71. Sebuah per #Nikah-an yang utuh punya visi & misi kemasyarakatan untuk menjadi pilar kebajikan di tengah kemajemukan suatu lingkungan

72. Untuk itu, mereka yang akan me #Nikah hendaknya mengasah keterampilan sosialnya jauh-jauh hari, sekaligus sebagai bagian pendewasaan

73. Membiasakan mengkomunikasikan prinsip-prinsip nan diyakini terkait per #Nikah-an & kehidupan kepada Ortu bisa jadi bagian dari latihan

74. Prinsip Quran tentang hubungan dengan Ortu ialah ‘persahabatan’, Wa Shaahibhuma (QS Luqman 15). Gunakan itu untuk dewasakan diri. #Nikah

75. Maka kadang Salim menilai kedewasaan kawan yang ingin me #Nikah dengan keberhasilannya untuk komunikasikan prinsip pada Ortu secara ma’ruf

76. Persiapan kemasyarakatan: kumpulkan modal sosial sebanyak-banyaknya; bahasa, ilmu sosio-antropologis, kelincahan organisasi, dll. #Nikah

77. Per #Nikah-an kita harus hadir sebagai pengokoh kebajikan masyarakat, bukan beban ataupun pelengkap-penderita. Utama lagi, jadi pelopor

78. Mulailah dengan perkenalan berkesan pada lingkungan. Saat walimah nanti; tetangga rumah tinggal setelah #Nikah adalah yang paling berhak diundang

79. Jika harus pindah tempat tinggal, mulai juga dengan perkenalan. Pr tokoh: datangi silaturrahim. Masyarakat umum: undang tasyakuran. #Nikah

80. Setelah itu, target besarnya adalah menjadikan pintu rumah kita sebagai yang paling pertama diketuk saat masyarakat sekitar memerlukan bantuan. #Nikah




81. Tentu berat menopangnya sendiri. Maka yang harus kita punya bukan hanya ASET, melainkan juga AKSES. Bangun jaringan saling menguatkan. #Nikah

82. Ilmuilah bagaimana cara menguruskan jaminan kesehatan miskin, beasiswa tak mampu, biaya RS, mobil jenazah gratis, dll DEMI TETANGGA KITA #Nikah

83. Tampillah sebagai yang penting & bermanfaat dalam hajat-hajat kebahagiaan maupun duka tetangga, juga rayaan-rayaan sosial-masyarakat. #Nikah

84. Tampillah sebagai yang terbaik sejangkau sesuai kemampuan; Imam Masjid, muadzin, Guru TPA, Bendahara RT, Ketua RW, Pendoa jenazah, dst #Nikah

85. Tampillah sebagai nan paling besar kontribusi dalam kebaikan-kebaikan sosial: Agustusan, Syawalan, Kerja Bakti, Arisan, Pengajian, dst #Nikah

86. Ringkas kata untuk persiapan sosial #Nikah ini adalah bermampu diri untuk menjadi pribadi & keluarga yang AMAN, RAMAH, BERMANFAAT #Nikah

87. Tuntaslah KulTwit Persiapan #Nikah yang diambil dari bagian awal buku Bahagianya Merayakan Cinta #BMC

Nah, demikian tadi resume kultwit dari Gurunda Salim A. Fillah... :)


Nah, kalau boleh kusaranin nich, untuk mendukung yang disampaikan Gurunda Salim A. Fillah tadi, silakan sahabat baca buku yang terkait, seperti Bahagia Merayakan Cinta (Salim A. Fillah), Kado Pernikahan Untuk Istriku (Muh. Fauzil Adhim), Psikologi Suami istri, Cara Cerdas Menasehati Suami, Menjadi Istri Shalihah, Bunda Manajer Keluarga, Sakinah Bersamamu (Asma Nadia), Khadijah The True Love, 'Aisyah The True Beauty, Fatimah, dan masih banyak buku-buku lainnya... :)

Banyak buku-buku yang memuat banyak ilmu tentang pernikahan yang bisa dibaca... :)

Semoga bermanfaat ya... :)

Kepemimpinan



Bismillah...

Sahabat, bagaimana kabar hari ini?? Semoga tetap dalam iman dan islam... :)

Kebetulan di twitter saya follow akun @HadistShohih dan hari ini berbagi tentang hadist kepemimpinan... :)

Nah, beberapa hadist yang hari ini di share melalui akun tersebut diantaranya adalah ini:

Ingatlah! Masing-masing kamu adalah #pemimpin & masing-masing kamu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yg dipimpinnya. (H.R Muslim)

Seorang raja yg memimpin rakyat adalah #pemimpin, & ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yg dipimpinnya.(H.R Muslim)

Seorang #suami adalah pemimpin anggota keluarganya, & ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka.(H.R Muslim)

Seorang #istri juga pemimpin bagi rumah tangga serta anaknya, & ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yg dipimpinnya.(H.R Muslim)


Nah, udah dibaca kan hadist-hadistnya... :)

Yuk, kita cermati bareng-bareng...

Kalau kita perhatikan hadist pertama, bahwa sebenarnya masing-masing kita adalah pemimpin yaitu minimal pemimpin atas diri kita sendiri, dan kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kita...
Nah, tentu kita mau dunk menjadi pemimpin yang baik? Tentunya kan?! So, nunggu apalagi?? Yuk, kita belajar untuk menjadi pemimpin yang baik...
Mari bersama-sama kita memperbaiki diri agar mampu memimpin diri kita dengan baik, sehingga kita bisa memberikan pertanggungjawaban yang terbaik yang bisa kita berikan... :)

Nah, untuk para pemimpin bangsa yang sekarang sedang memegang kuasa...
Ingatlah bahwa tanggung jawab yang kalian genggam sekarang ini sangat besar...
Karena kalian memimpin seluruh rakyat negeri ini...
Dan kelak kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinan kalian...
Jadi, jangan terlena dengan 'kursi' yang sekarang kalian duduki karena bisa jadi kelak 'kursi' itu yang akan menghukum kalian di akhirat...
Perhatikanlah bagaimana kehidupan rakyat yang kalian pimpin... sudahkah kalian bisa memberikan kesejahteraan kepada mereka?
Sudahkah kalian berbuat adil kepada mereka? Atau masih pilih kasih kepada mereka yang 'mampu' saja?

Ingatlah bagaimana kepemimpinan Rasulullah SAW dahulu, beliau bahkan tidak ada bedanya dengan ummat yang dipimpinnya... Tidak bermegah-megah bahkan sangat sederhana sekali...
Beliau bahkan bekerja keras untuk memenuhi kewajibannya menafkahi keluarganya... Sekalipun beliau sering menang perang dan memperoleh harta rampasan, tapi beliau membaginya dengan pasukan yang lain dan hanya mengambil seperlunya, tidak pernah menggunakan kekuasaannya sebagai pemimpin untuk mengambil hak milik orang lain bahkan secara adil beliau membagi harta rampasan perang tersebut...
Subhanallah...

Demikian juga para khalifah setelahnya, mengutamakan rakyatnya di atas kepentingannya sebagaimana kisah Umar Bin Abdul Aziz...
Umar bin Abdul Aziz bin Marwan lahir di Hulwan, sebuah desa di Mesir, tahun 61 H saat ayahnya menjadi gubernur di daerah itu. Ibunya, Ummu ‘Ashim, putri ‘Ashim bin Umar bin Khaththab. Jadi, Umar bin Abdul Aziz adalah cicit Umar bin Khaththab dari garis ibu.

Umar bin Abdul Aziz dibesarkan di lingkungan istana. Keluarganya, seperti keluarga raja-raja Dinasti Umayyah lainnya, memiliki kekayaan berimpah yang berasal dari tunjangan yang diberikan raja kepada keluarga dekatnya. Perkebunan miliknya menghasilkan 50.000 dinar per tahun.

Meski demikian, orangtuanya tak tidak lupa memberi pendidikan agama. Sejak kecil Umar sudah hafal Al-Qur’an. Ayahandanya mengirim Umar ke Madinah untuk berguru kepada Ubaidillah bin Abdullah. Inilah salah satu titik balik dalam hidup Umar bin Abdul Aziz. Ia kini dikenal sebagai orang saleh dan meninggalkan gaya hidup suka berfoya-foya. Bahkan, Zaid bin Aslam berkata, “Saya tidak pernah melakukan shalat di belakang seorang imam pun yang hampir sama shalatnya dengan shalat Rasulullah saw. daripada anak muda ini, yaitu Umar bin Abdul Aziz. Dia sempurna dalam melakukan ruku’ dan sujud, serta meringankan saat berdiri dan duduk.” (Zaid bin Aslam dari Anas).

Madinah bukan hanya membuat Umar bin Abdul Aziz saleh, tapi juga memberi perspektif tentang prinsip-prinsip dasar peradaban Islam di masa Rasulullah saw. dan Khulafaur Rasyidin. Umar memiliki pandangan yang berbeda dengan Bani Umayyah tentang sistem kekhalifahan yang diwariskan secara turun temurun.

Ketika ayahandanya meninggal, Khalifah Abdul Malik bin Marwan meminta Umar bin Abdul Aziz datang ke Damaskus untuk dinikahkan dengan anaknya, Fathimah.

Abdul Malik wafat dan kekhalifahan diwariskan kepada Al-Walid bin Abdul Malik. Di tahun 86 H, Khalifah baru mengangkat Umar bin Abdul Aziz menjadi Gubernur Madinah. Namun, pada tahun 93 H Khalifah Al-Walid memberhentikannya karena kebijakan Umar tidak sejalan dengan kebijakannya.

Al-Walid juga berusaha mencopot kedudukan saudaranya, Sulaiman bin Abdul Malik, dari posisi Putra Mahkota. Ia ingin anaknya yang menjadi Putra Mahkota. Para pembesar dan pejabat negara menyetujui langkah Al-Walid. Tapi, Umar bin Abdul Aziz menolak.”Di leher kami ada bai’at,” kata Umar diulang-ulang di berbagai forum dan kesempatan. Akhirnya, Al-Walid memenjarakannya di ruang sempit dengan jendela tertutup.

Setelah dikurung tiga hari, ia dibebaskan dalam kondisi memprihatikan. Mengetahui kondisi itu, Sulaiman bin Abdul Malik berkata, ”Dia adalah pengganti setelah saya.”

Di tahun 99 H, ketika berusia 37 tahun, Umar bin Abdul Aziz diangkat sebagai Khalifah berdasarkan surat wasiat Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Saat diumumkan sebagai pengganti Sulaiman bin Abdul Malik, Umar berkata, ”Demi Allah, sesungguhnya saya tidak pernah memohon perkara ini kepada Allah satu kali pun.”

Karena itu, di hadapan rakyat sesaat setelah dibaiat ia berkata, ”Saudara-saudara sekalian, saat ini saya batalkan pembaiatan yang saudara-saudara berikan kepada saya, dan pilihlah sendiri Khalifah yang kalian inginkan selain saya.” Umar ingin mengembalikan cara pemilihan kekhilafahan seperti yang diajarkan Nabi, bukan diwariskan secara turun-temurun. Tapi, rakyat tetap pada keputusannya: membaiat Umar bin Abdul Aziz.

Setelah menjadi Khalifah, Umar bin Abdul Aziz melakukan gebrakan yang tidak biasa dilakukan arja-raja Dinasti Umayyah sebelumnya.

Para petugas protokoler kekhalifahan terkejut luar biasa. Umar menolak kendaraan dinas. Ia memilih menggunakan binatang tunggangan miliknya sendiri. Al-Hakam bin Umar mengisahkan, ”Saya menyaksikan para pengawal datang dengan kendaraan khusus kekhalifahan kepada Umar bin Abdul Aziz sesaat dia diangkat menjadi Khalifah. Waktu itu Umar berkata, ’Bawa kendaraan itu ke pasar dan juallah, lalu hasil penjualan itu simpan di Baitul Maal. Saya cukup naik kendaran ini saja (hewan tunggangan).’”

’Atha al-Khurasani berkata, ”Umar bin Abdul Aziz memerintahkan pelayannya untuk memanaskan air untuknya. Lalu pelayannya memanaskan air di dapur umum. Kemudian Umar bin Abdul Aziz menyuruh pelayannya untuk membayar setiap satu batang kayu bakar dengan satu dirham.”

’Amir bin Muhajir menceritakan bahwa Umar bin Abdul Aziz akan menyalakan lampu milik umum jika pekerjaannya berhubungan dengan kepentingan kaum Muslimin. Ketika urusan kaum Muslimin selesai, maka dia akan memadamkannya dan segera menyalakan lampu miliknya sendiri.

Yunus bin Abi Syaib berkata, ”Sebelum menjadi Khalifah tali celananya masuk ke dalam perutnya yang besar. Namun, ketika dia menjadi Khalifah, dia sangat kurus. Bahkan jika saya menghitung jumlah tulang rusuknya tanpa menyentuhnya, pasti saya bisa menghitungnya.”

Abu Ja’far al-Manshur pernah bertanya kepada Abdul Aziz tentang kekayaan Umar bin Abdul Aziz, ”Berapa kekayaan ayahmu saat mulai menjabat sebagai Khalifah?” Abdul Aziz menjawab, ”Empat puluh ribu dinar.” Ja’far bertanya lagi, ”Lalu berapa kekayaan ayahmu saat meninggal dunia?” Jawab Abdul Aziz, ”Empat ratus dinar. Itu pun kalau belum berkurang.”

Bahkan suatu ketika Maslamah bin Abdul Malik menjenguk Umar bin Abdul Aziz yang sedang sakit. Maslamah melihat pakaian Umar sangat kotor. Ia berkata kepada istri Umar, ”Tidakkah engkau cuci bajunya?” Fathimah menjawab, ”Demi Allah, dia tidak memiliki pakaian lain selain yang ia pakai.”

Ketika shalat Jum’at di masjid salah seorang jamaah bertanya, ”Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah telah mengaruniakan kepadamu kenikmatan. Mengapa tak mau kau pergunakan walau sekedar berpakaian bagus?” Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Sesungguhnya berlaku sederhana yang paling baik adalah pada saat kita kaya dan sebaik-baik pengampunan adalah saat kita berada pada posisi kuat.”

Seorang pelayan Umar, Abu Umayyah al-Khashy berkata, ”Saya datang menemui istri Umar dan dia memberiku makan siang dengan kacang adas. Saya katakan kepadanya, ’Apakah setiap hari tuan makan dengan kacang adas?’” Fathimah menjawab, ”Wahai anakku, inilah makanan tuanmu, Amirul Mukminin.” ’Amr bin Muhajir berkata, ”Uang belanja Umar bin Abdul Aziz setiap harinya hanya dua dirham.”

Suatu saat Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan Bani Marwan. Ia berkata, ”Sesungguhnya Rasulullah saw. memiliki tanah fadak, dan dari tanah itu dia memberikan nafkah kepada keluarga Bani Hasyim. Dan dari tanah itu pula Rasulullah saw. mengawinkan gadis-gadis di kalangan mereka. Suatu saat Fathimah memintanya untuk mengambil sebagian dari hasil tanah itu, tapi Rasulullah saw. menolaknya. Demikian pula yang dilakukan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. Kemudian harta itu diambil oleh Marwan dan kini menjadi milik Umar bin Abdul Aziz. Maka, saya memandang bahwa suatu perkara yang dilarang Rasulullah saw. melarangnya untuk Fathimah adalah bukan menjadi hakku. Saya menyatakan kesaksian di hadapan kalian semua, bahwa saya telah mengembalikan tanah tersebut sebagaimana pada zaman Rasulullah saw.” (riwayat Mughirah).

Wahib al-Wadud mengisahkan, suatu hari beberapa kerabat Umar bin Abdul Aziz dari Bani Marwan datang, tapi Umar tak bisa menemui mereka. Lalu mereka menampaikan pesan lewat Abdul Malik, ”Tolong katakan kepada ayahmu bahwa para Khalifah terdahulu selalu memberikan keistimewaan dan uang kepada kami, karena mereka tahu kedudukan kami. Sementara ayahmu kini telah menghapuskannya.”

Abdul Malik menemui ayahnya. Setelah kembali, Abdul Malik menyampaikan jawaban Umar bin Abdul Aziz kepada mereka, ”Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar, jika aku mendurhakai Tuhanku.” Umar mengutip ayat 15 surat Al-An’am.

Umar bin Abdul Aziz pun pernah memanggil istrinya, Fathimah binti Abdul Malik, yang memiliki banyak perhiasan pemberian ayahnya, Khalifah Abdul Malik. ”Wahai istriku, pilihlah olehmu, kamu kembalikan perhiasan-perhiasan ini ke Baitul Maal atau kamu izinkan saya meninggalkan kamu untuk selamanya. Aku tidak suka bila aku, kamu, dan perhiasan ini berada dalam satu rumah.” Fathimah menjawab, ”Saya memilih kamu daripada perhiasan-perhiasan ini.”

’Amr bin Muhajir meriwayatkan, suatu hari Umar bin Abdul Aziz ingin makan apel, kemudian salah seorang anggota keluarganya memberi apel yang diinginkan. Lalu Umar berkata, ”Alangkah harum aromanya. Wahai pelayan, kembalikan apel ini kepada si pemberi dan sampaikan salam saya kepadanya bahwa hadiah yang dikirim telah sampai.”

’Amr bin Muhajir mempertanyakan sikap Umar itu, ”Wahai Amirul Mukminin, orang yang memberi hadiah apel itu tak lain adalah sepupumu sendiri dan salah seorang yang masih memiliki hubungan kerabat yang sangat dekat denganmu. Bukankah Rasulullah saw. juga menerima hadiah yang diberikan orang lain kepadanya?”

Umar bin Abdul Aziz menjawab, ”Celaka kamu, sesungguhnya hadiah yang diberikan kepada Rasulullah saw. adalah benar-benar hadiah, sedangkan yang diberikan kepadaku ini adalah suap.”

Suatu ketika Abdul Malik, putra Umar, menemui ayahnya, dan berkata, ”Wahai Amirul Mukminin, jawaban apa yang engkau persiapkan di hadapan Allah swt. di hari Kiamat nanti, seandainya Allah menanyakan kepadamu, ’Mengapa engkau melihat bid’ah, tapi engkau tidak membasminya, dan engkau melihat Sunnah, tapi engkau tidak menghidupkannya di tengah-tengah masyarakat?’”

Umar menjawab, ”Semoga Allah swt. mencurahkan rahmat-Nya kepadamu dan semoga Allah memberimu ganjaran atas kebaikanmu. Wahai anakku, sesungguhnya kaummu melakukan perbuatan dalam agama ini sedikit demi sedikit. Jika aku melakukan pembasmian terhadap apa yang mereka lakukan, maka aku tidak merasa aman bahwa tindakanku itu akan menimbulkan bencana dan pertumpahan darah, serta mereka akan menghujatku. Demi Allah, hilangnya dunia bagiku jauh lebih ringan daripada munculnya pertumpahan darah yang disebabkan oleh tindakanku. Ataukah kamu tidak rela jika datang suatu masa, dimana ayahmu mampu membasmi bid’ah dan menghidupkan Sunnah?”

Pemerintahan Umar bin Abdul Aziz sangat memprioitaskan kesejahtera rakyat dan tegaknya keadilan. Fathimah binti Abdul Malik pernah menemukan suaminya sedang menangis di tempat biaya Umar melaksanakan shalat sunnah. Fathimah berusaha membesarkan hatinya. Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Wahai Fathimah, sesungguhnya saya memikul beban umat Muhammad dari yang hitam hingga yang merah. Dan saya memikirkan persoalan orang-orang fakir dan kelaparan, orang-orang sakit dan tersia-siakan, orang-orang yang tak sanggup berpakaian dan orang yang tersisihkan, yang teraniaya dan terintimidasi, yang terasing dan tertawan dalam perbudakan, yang tua dan yang jompo, yang memiliki banyak kerabat, tapi hartanya sedikit, dan orang-orang yang serupa dengan itu di seluruh pelosok negeri. Saya tahu dan sadar bahwa Tuhanku kelak akan menanyakan hal ini di hari Kiamat. Saya khawatir saat itu saya tidak memiliki alasan yang kuat di hadapan Tuhanku. Itulah yang membuatku menangis.”

Malik bin Dinar berkata, ”Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, para penggembala domba dan kambing berkata, ”Siapa orang saleh yang kini menjadi Khalifah umat ini? Keadilannya telah mencegah serigala memakan domba-domba kami.”

Begitulah Umar bin Abdul Aziz, meski memerintah tidak sampai dua tahun, rakyatnya hidup sejahtera. Umar bin Usaid berkata, ”Demi Allah, Umar bin Abdul Aziz tidak meninggal dunia hingga seorang laki-laki datang kepada kami dengan sejumlah harta dalam jumlah besar dan berkata, ’Salurkan harta ini sesuai kehendakmu.’ Ternyata tak ada seorang pun yang berhak menerimanya. Sungguh Umar bin Abdul Aziz telah membuat manusia hidup berkecukupan.”

(sumber : www.dakwatuna.com)
Subhanallah...

Mari kita berdo'a untuk bangsa kita... Semoga kelak akan ada pemimpin yang meneladani beliau-beliau di atas... amin...amin...amin Ya Rabbal 'alamin... :)




Nah, selanjutnya untuk para suami dan calon suami....
Ingatlah bahwa kepemimpinan kalian kelak akan dipertanggungjawabkan...
Jadi, pimpinlah kami, para istri dan juga anak-anak kita dengan baik ya... dengan kepemimpinan yang bisa kalian pertanggungjawabkan di hadapanNya kelak...

Suami yang sholih itu akan senantiasa menghiasi dirinya dengan SABAR dan SYUKUR...
Jika melihat ada hal yang disukai pada diri istrinya maka ia bersyukur... Dan apabila ia melihat ada hal yang tidak disukai ada pada diri istrinya maka ia bersabar...

Maka kelak jadilah suami yang sholih bagi kami ya... :)
Pimpinlah kami untuk menggapai ridho dan jannahNya... :)

InsyaAllah kami siap menjadi makmum kalian, duhai suami nan sholih... :)




Nah, yang hadist terkahir teruntuk kita para istri dan calon istri... :)
Nanti, kitapun sebagai istri akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT tentang kepemimpinan kita di rumah suami kita... :)
Bagaimana kita mendidik anak-anak kita, bagaimana kita melayani suami kita, bagaimana kita mampu menghadirkan Sakinah, Mawadah wa Rahmah bersama suami kita... :)


Contohlah Bunda Siti Khadijah ra nan mulia
Khadijah r.a mendampingi Muhammad SAW. selama dua puluh enam tahun, yakni enam belas tahun sebelum dilantik menjadi Nabi, dan sepuluh tahun sesudah masa kenabian. Ia isteri tunggal, tak ada duanya, bercerai karena kematian. Tahun wafatnya disebut “Tahun Kesedihan” (‘Aamul Huzni).

Khadijah r.a adalah orang pertama sekali beriman kepada Rasulullah SAW. ketika wahyu pertama turun dari langit. Tidak ada yang mendahuluinya. Ketika Rasulullah SAW menceritakan pengalamannya pada peristiwa turunnya wahyu pertama yang disampaikan Jibril ‘alaihissalam, dimana beliau merasa ketakutan dan menggigil menyaksikan bentuk Jibril a.s dalam rupa aslinya, maka Khadijahlah yang pertama dapat mengerti makna peristiwa itu dan menghiburnya, sambil berkata:

“Bergembiralah dan tenteramkanlah hatimu. Demi Allah SWT yang menguasai diri Khadijah r.a, engkau ini benar-benar akan menjadi Nabi Pesuruh Allah bagi umat kita. “Allah SWT tidak akan mengecewakanmu. Bukankah engkau orang yang senantiasa berusaha untuk menghubungkan tali persaudaraan? Bukankah engkau selalu berkata benar? Bukankah engkau senantiasa menyantuni anak yatim piatu, menghormati tamu dan mengulurkan bantuan kepada setiap orang yang ditimpa kemalangan dan musibah?”

Khadijah r.a membela suaminya dengan harta dan dirinya di dalam menegakkan kalimah tauhid, serta selalu menghiburnya dalam duka derita yang dialaminya dari gangguan kaumnya yang masih ingkar terhadap kebenaran agama Islam, menangkis segala serangan caci maki yang dilancarkan oleh bangsawan-bangsawan dan hartawan Quraisy. Layaklah kalau Khadijah r.a mendapat keistimewaan khusus yang tidak dimiliki oleh wanita-wanita lain yaitu, menerima ucapan salam dari Allah SWT. yang disampaikan oleh malaikat Jibril a.s kepada Rasulullah SAW. disertai salam dari Jibril a.s peribadi untuk disampaikan kepada Khadijah radiallahu ‘anha serta dihiburnya dengan syurga.

Kesetiaan Khadijah r.a diimbangi oleh kecintaan Nabi SAW kepadanya tanpa terbatas. Nabi SAW pernah berkata: “Wanita yang utama dan yang pertama akan masuk Syurga ialah Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Muhammad SAW., Maryam binti ‘Imran dan Asyiah binti Muzaahim, isteri Fir’aun”.

Wanita Terbaik

Sanjungan lain yang banyak kali diucapkan Rasulullah SAW. terhadap peribadi Khadijah r.a ialah: “Dia adalah seorang wanita yang terbaik, karena dia telah percaya dan beriman kepadaku di saat orang lain masih dalam kebimbanga, dia telah membenarkan aku di saat orang lain mendustakanku; dia telah mengorbankan semua harta bendanya ketika orang lain mencegah kemurahannya terhadapku; dan dia telah melahirkan bagiku beberapa putera-puteri yang tidak ku dapatkan dari isteri-isteri yang lain”.

Putera-puteri Rasulullah SAW. dari Khadijah r.a sebanyak tujuh orang: tiga lelaki (kesemuanya meninggal di waktu kecil) dan empat wanita. Salah satu dari puterinya bernama Fatimah, dinikahkan dengan Ali bin Abu Thalib, sama-sama sesuku Bani Hasyim. Keturunan dari kedua pasangan inilah yang dianggap sebagai keturunan langsung dari Rasulullah SAW.



Perjuangan Khadijah

Tatkala Nabi SAW mengalami rintangan dan gangguan dari kaum lelaki Quraisy, maka di sampingnya berdiri dua orang wanita. Kedua wanita itu berdiri di belakang da’wah Islamiah, mendukung dan bekerja keras mengabdi kepada pemimpinnya, Muhammad SAW : Khadijah bin Khuwailid dan Fatimah binti Asad. Oleh karena itu Khadijah berhak menjadi wanita terbaik di dunia. Bagaimana tidak menjadi seperti itu, dia adalah Ummul Mu’minin, sebaik-baik isteri dan teladan yang baik bagi mereka yang mengikuti teladannya.

Khadijah menyiapkan sebuah rumah yang nyaman bagi Nabi SAW sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika merenung di Gua Hira’. Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi SAW berdoa (memohon) kepada Tuhannya. Khadijah adalah sebaik-baik wanita yang menolongnya dengan jiwa, harta dan keluarga. Peri hidupnya harum, kehidupannya penuh dengan kebajikan dan jiwanya sarat dengan kebaikan.

Rasulullah SAW bersabda :”Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa.”

Kenapa kita bersusah payah mencari teladan di sana-sini, padahal di hadapan kita ada “wanita terbaik di dunia,” Khadijah binti Khuwailid, Ummul Mu’minin yang setia dan taat, yang bergaul secara baik dengan suami dan membantunya di waktu berkhalwat sebelum diangkat menjadi Nabi dan meneguhkan serta membenarkannya.

Khadijah mendahului semua orang dalam beriman kepada risalahnya, dan membantu beliau serta kaum Muslimin dengan jiwa, harta dan keluarga. Maka Allah SWT membalas jasanya terhadap agama dan Nabi-Nya dengan sebaik-baik balasan dan memberinya kesenangan dan kenikmatan di dalam istananya, sebagaimana yang diceritakan Nabi SAW, kepadanya pada masa hidupnya.

Ketika Jibril A.S. datang kepada Nabi SAW, dia berkata :”Wahai, Rasulullah, inilah Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah dan makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan salam kepadanya dari Tuhannya dan aku, dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga dari mutiara yang tiada keributan di dalamnya dan tidak ada kepayahan.” [HR. Bukhari dalam "Fadhaail Ashhaabin Nabi SAW. Imam Adz-Dzahabi berkata:"Keshahihannya telah disepakati."]

Bukankah istana ini lebih baik daripada istana-istana di dunia, hai, orang-orang yang terpedaya oleh dunia ? Sayidah Khadijah r.a. adalah wanita pertama yang bergabung dengan rombongan orang Mu’min yang orang pertama yang beriman kepada Allah di bumi sesudah Nabi SAW. Khadijah r.a. membawa panji bersama Rasulullah SAW sejak saat pertama, berjihad dan bekerja keras. Dia habiskan kekayaannya dan memusuhi kaumnya. Dia berdiri di belakang suami dan Nabinya hingga nafas terakhir, dan patut menjadi teladan tertinggi bagi para wanita.

Betapa tidak, karena Khadijah r.a. adalah pendukung Nabi SAW sejak awal kenabian. Ar-Ruuhul Amiin telah turun kepadanya pertama kali di sebuah gua di dalam gunung, lalu menyuruhnya membaca ayat-ayat Kitab yang mulia, sesuai yang dikehendaki Allah SWT. Kemudian dia menampakkan diri di jalannya, antara langit dan bumi. Dia tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sehingga Nabi SAW melihatnya, lalu dia berhenti, tidak maju dan tidak mundur. Semua itu terjadi ketika Nabi SAW berada di antara jalan-jalan gunung dalam keadaan kesepian, tiada penghibur, teman, pembantu maupun penolong.

Nabi SAW tetap dalam sikap yang demikian itu hingga malaikat meninggalkannya. Kemudian, beliau pergi kepada Khadijah dalam keadaan takut akibat yang didengar dan dilihatnya. Ketika melihatnya, Khadijah berkata :”Dari mana engkau, wahai, Abal Qasim ? Demi Allah, aku telah mengirim beberapa utusan untuk mencarimu hingga mereka tiba di Mekkah, kemudian kembali kepadaku.” Maka Rasulullah SAW menceritakan kisahnya kepada Khadijah r.a.

Khadijah r.a. berkata :”Gembiralah dan teguhlah, wahai, putera pamanku. Demi Allah yang menguasai nyawaku, sungguh aku berharap engkau menjadi Nabi umat ini.” Nabi SAW tidak mendapatkan darinya, kecuali pe neguhan bagi hatinya, penggembiraan bagi dirinya dan dukungan bagi urusannya. Nabi SAW tidak pernah mendapatkan darinya sesuatu yang menyedihkan, baik berupa penolakan, pendustaan, ejekan terhadapnya atau penghindaran darinya. Akan tetapi Khadijah melapangkan dadanya, melenyapkan kesedihan, mendinginkan hati dan meringankan urusannya. Demikian hendaknya wanita ideal.

Itulah dia, Khadijah r.a., yang Allah SWT telah mengirim salam kepadanya. Maka turunlah Jibril A.S. menyampaikan salam itu kepada Rasul SAW seraya berkata kepadanya :”Sampaikan kepada Khadijah salam dari Tuhannya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda :”Wahai Khadijah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu dari Tuhanmu.” Maka Khadijah r.a. menjawab :”Allah yang menurunkan salam (kesejahteraan), dari-Nya berasal salam (kesejahteraan), dan kepada Jibril semoga diberikan salam (kesejahteraan).”

Sesungguhnya ia adalah kedudukan yang tidak diperoleh seorang pun di antara para shahabat yang terdahulu dan pertama masuk Islam serta khulafaur rasyidin. Hal itu disebabkan sikap Khadijah r.a. pada saat pertama lebih agung dan lebih besar daripada semua sikap yang mendukung da’wah itu sesudahnya. Sesungguhnya Khadijah r.a. merupakan nikmat Allah yang besar bagi Rasulullah SAW. Khadijah mendampingi Nabi SAW selama seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolongnya di waktu-waktu yang sulit, membantunya dalam menyampaikan risalahnya, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad dan menolong- nya dengan jiwa dan hartanya.

Rasulullah SAW bersabda :”Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkari. Dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan. Dan dia memberikan hartanya kepadaku ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari selain dia.” [HR. Imam Ahmad dalam "Musnad"-nya, 6/118]

Diriwayatkan dalam hadits shahih, dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :”Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata :”Wahai, Rasulullah, ini Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhan-nya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga, (terbuat) dari mutiara yang tiada suara ribut di dalamnya dan tiada kepayahan.” [Shahih Bukhari, Bab Perkawinan Nabi SAW dengan Khadijah dan Keutamaannya, 1/539]

(Sumber : http://kehidupannabimuhammadsaw.wordpress.com)

Nah, semoga kita bisa mengambil hikmah dari tiap kisah dan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu... :)

Yuk, belajar tanpa henti... Menggali hikmah dari tiap kejadian dan peristiwa baik yang kita alami sendiri atau kisah-kisah para wanita mulia terdahulu...


Semoga bermanfaat bagi para sahabat... :)




Cinta itu... :)



Bismillah...

Cinta itu...
Bagiku seperti tetesan embun di pagi hari
Yang mampu memberikan kesejukan pada rumput-rumput yang menghijau menari bersama angin
atau seperti pelangi
Yang muncul tiap kali hujan berhenti di tengah terik mentari

Cinta itu...
Juga seperti api
Yang mampu membakar diri yang tak hati-hati
Kadang terlena oleh terangnya
Membuat kita tak terasa terbakar olehnya

Cinta itu...
Seperti mentari
Yang selalu menyinari bumi dari jauh
Bukan mentari tak ingin dekati bumi
Tapi karena ia tak ingin membakar yang dicintai
Cukup memberi kehangatan tanpa perlu menyakiti
Melihat dari jauh tapi tetap tak henti memberi

Cinta itu...
Seperti Rasulullah SAW dan Siti Khadijah ra
Menerima segala kekurangan, menghapus segala perbedaan
Hingga jauhnya jarak usia, tak jadi halangan
Tapi pengorbanan sang istri tak pernah tergantikan
Hingga jika bukan karena titahNya mungkin tak kan ada yang gantikan



Cinta itu...
Seperti Ali bin Abi Thalib dan Siti Fatimah ra
Yang memberi jalan kepada saudara
Memberi kesempatan kepada mereka yang telah siap dan berani
Meski harus kehilangan yang dicinta
Atau mengambil kesempatan dengan penuh keberanian
Ternyata Allah SWT takdirkan kekasih yang dicinta untuknya
Pun tak beda, yang dicinta Fatimah dalam diamnya adalah ia
Subhanallah...

Cinta itu...
Seperti setianya Ali bin Abi Thalib
Yang tak pernah memadu cinta Fatimah sepanjang hidupnya
Baginya Fatimah dan anak-anak mereka adalah karunia tak ternilai
Yang akan dijaga dengan segenap rasa dan jiwa

Cinta itu...
Seperti Ibrahim as yang meninggalkan Siti Hajar dan Ismail di gurun pasir
Sendiri tanpa teman dan perbekalan yang cukup
Namun, cintanya pada Tuhan telah menguatkannya
Meninggalkan kekasih yang dicinta demi amanahNya

Cinta itu...
Seperti sabarny 'Asiyah
Rela menyembunyikan imannya dibalik kekejaman sang suami
Yang mengaku dirinya Tuhan
Lalu berdo'a kepada Tuhannya, "Ya Allah bangunkan aku rumah di surgaMu."

Cinta itu...
Seperti 'Aisyah ra
Yang rela dimadu dengan yang lain
Dan menahan cemburu dalam dada
Demi menjalankan perintah Tuhannya

Cinta itu...
Seperti Ummu Salamah
Yang memberikan jatah harinya kepada 'Aisyah ra
Karena menjadi istri Rasulullah SAW sudah cukup baginya

Cinta itu...
Seperti ikhlasnya Mariam mengandung Isa tanpa ayah
Hingga ada yang mengatakan ia hina
Tapi yakinnya pada Kekasih Sejatinya
Menguatkan bahwa inilah jalannya
Meniti ridho Tuhannya




Cinta itu...
Sebuah pengorbanan seorang istri demi sang suami
Membuka mata paling pagi
Terpejam setelah sang suami terlelap

Cinta itu...
Seperti induk burung yang menyuapi anak-anaknya
Penuh sabar dan tanpa lelah

Cinta itu...
Kugantung tinggi di langit sana
Ku titipkan pada Sang Pecinta
Agar diturunkan tepat pada saatnya
Hingga cinta terindah kuberikan hanya padanya
Suami tercinta :)

Cinta itu...
Sujud panjang di tengah sepinya malam
Di tengah gelapnya malam
Di antara dingin yang menusuk tulang
Namun masih mencoba bertahan
Membasahi diri dengan wudhu
Berdiri menghadapNya
Memperlama sujud padaNya
Dengan setangkup do'a
Selaksa pinta
Mengharap ridhoNya

Cinta itu...
Ketika bibir tersenyum meski hati terluka
Yakin akan kasih sayangNya
Ini hanya sementara




Cinta itu...
Ketika menahan amarah
Mengucap ta'awudz
Ber-istighfar sebanyak-banyaknya
Mengharap ampunanNya

Cinta itu...
Yang kusimpan dalam dada
Tertuju untukNya
Dan jika ada selainNya
Itupun kuberikan karenaNya

Cinta itu...
Adalah DIA
Yang Maha Pemilik Cinta
Yang Menanamkan cinta di hati makhlukNya
Yang Berkuasa atas segalanya


Be Inspirator?? Why Not?? ^_^



Bismillah...

Seneng dech hari ini... Seneng banget... :)
Akhirnya punya banyak teman-teman blogger yang baru, itu salah satunya... :)
Sahabat, salam kenal semua ya... Semoga yang tertulis di sini bisa memberi manfaat... :)
Saling share ya, saling mengingatkan dan saling mendo'akan dalam kebaikan dan kebenaran... amin... :)

Nah, yang lainnya apa dunk??
Hari ini mengunjungi blog baru, kemarin masih kosong lho waktu aku berkunjung ke sana... Dan hari ini?? Tarrraaaaaa..... Sudah ada tulisannya, setidaknya pembuka blog... :)

Wow... keren... :)

Sahabat, menulis itu awalnya mungkin sulit... karena kadang banyak yang ingin kita tulis, tapi begitu di depan si lappy (laptop - red) tiba-tiba semua ide itu menguap... hiks...
Alhasil, kita hanya akan terbengong-bengong di depan si lappy yang sudah siap di jamah (aih, bahasanya... :p )

Trus gimana dunk kalo kayak gitu?

Tenang... :)
Kata Pak Jonru, salah satu penulis senior, beliau motivator kepenulisan dan mendirikan sekolah menulis online, beliau memberi tips menulis yang gampang banget buat dipraktekkan... :)

Apa tuch?? Apa tuch?? Kasih tau dunk!!

Hmmm.... Kasih tahu ga ya?? :p
Tipsnya pada dasarnya cuma satu, tapi bisa beranak pinak jadi banyak...
Yaitu nulis... nulis... nulis... nulis... nulis lagi... nulis lagi.... nulis lagi... dan begitu juga seterusnya... intinya nulis aja terus dech...hehe

Nah, kalau kita aja bingung mau nulis apa gimana dunk??

Yah, masih nanya?! Ya, nulis aja... kalau benaran bingung... tulis aja begini...
"Aduh, saya bingung, mau nulis apa? Bagusnya nulis apa ya? Bingung nich? Tadi idenya pada ilang kemana ya?"

"Aduh, tiba-tiba menthok, ga ada ide nich... sumpah ga ide mau nulis apa... trus gimana dunk? nulis apa dunk?"

Yah, intinya nulis aja sekalipun kita bingung mau nulis apa... Lama-lama idenya juga keluar dan mengalir bagai air terjun yang tek terbendung.. (kayak aku sekarang nich, jadi ga bisa berhenti nulis... tolong kasih tahu dunk tadi rem nya dimana ya?? :p )

Nah, jadi nulis itu sekarang gampang kan, sahabat?? :)

So, ga ada alasan buat ga nulis...
Kalau aku sich biasanya pas ada proyek nulis alasannya ga ada ide buat nulis yang bagus... jadi kadang daripada nganggur ya nulis aja sebisanya, meski kadang idenya udah pasaran... yang penting mah nulis aja, kalau ditolak ya kita terima aja...
Ambil hikmahnya lain kali harus lebih baik lagi... :)




Nah, lalu kembali ke judul nich?? Inspirator nya siapa?

Oh... itu mah banyak.. banyak banget... kalau aku nich, suka banget sama karya-karya kang abik... :)
Hayoooo... tahu kan siapa kang abik??? Itu Habiburrahman El Shirazy... penulis fenomenal yang karya-karyanya adalah Ayat-ayat Cinta, Pudarnya Pesona Cleopatra, Ketika Cinta Bertasbih 1 dan 2, Bumi Cinta, Di atas sajadah cinta...

Selain itu, aku juga suka banget nich ma Gurunda Salim A. Fillah...
Nah, ga tahu juga?? Itu penulis buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, Agar Bidadari Cemburu Padamu, Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, dan Dalam Dekapan ukhuwah (buku terbaru beliau ^_^)...

Siapa lagi??

Mb Asma Nadia ^_^
Suka semua buku-bukunya, baik novel, kumpulan cerpen (kumcer), buku-buku motivasi, dan pengembangan diri serta buku-buku tentang kisah sejati (pengalaman nyata)...
Meski kadang temanya tentang pernikahan dan rumah tangga, tapi aku sukaaaaa banget... :)
Yah, hitung-hitung sebagai bekal kelak kalau sudah membina rumah tangga bersama suami tercinta (Hai lelaki di salah satu sudut dunia sana, akankah kelak kamu membaca tulisan-tulisanku yang memanggil namamu?? ^_^)

Beli dan baca buku itu ga ada ruginya... Sungguh...!!! :)

Trus... masih banyaaaaaaakkkk lagi penulis-penulis favoritku, ga mungkin aja disebut satu-satu...hehe
Yang pasti, aku itu gila membaca, penggila buku... juga gila menulis dan bercerita... :D
(Ini bukan aib kok... jadi disebar juga gpp...hehehe)

Nah, beliau-beliau yang tadi kusebutkan ataupun mereka yang tidak bisa kusebutkan satu-satu adalah contoh-contoh inspirator dalam hidupku...
Tentunya inspirator utamaku tetap Rasulullah SAW, kekasihNya... Shalawat dan salam untukmu duhai kekasih Allah... Kami rinduuuuuuuu sekali padamu... :)

Nah, mungkinkah kita menjadi inspirator?? Why not??
Sssttt... jangan dipotong dulu ya... :)

Ga harus menunggu untuk sempurna baru menjadi inspirator... :)
Ya iyalah, kan manusia itu tidak ada yang sempurna... Kesempurnaan hanya milikNya semata... :)
Tapi pastinya adalah yang bisa kita lakukan untuk menjadi inspirasi bagi orang lain... :)

Contoh:
Kita selalu mengucap salam dan tersenyum lebih dahulu jika bertemu dengan saudara, sahabat atau teman... kalau kita terus menerus bersikap demikian maka bisa jadi suatu ketika itu akan menajdi inspirator saudara, sahabat dan teman kita untuk ikut mempraktekkannya... :)

Ga percaya?? Coba dech... dan buktikan sendiri... :)

Contoh lain?
Berkaryalah secara nyata, kalau kita berprestasi sudah pasti akan menajdi inspirator bagi orang lain untuk bisa mengikuti jejak langkah kita...
(Hmmm... hati-hati ya di sini, jangan sampai jatuhnya takabur, sombong dan ujub... itu tipu muslihat syaitan...)

Dan masih banyak inspirasi yang bisa kita berikan kepada orang-orang di sekeliling kita...
Intinya, untuk menjadi inspirator itu ga butuh teori, tapi buktikan dengan tindakan nyata dan prestasi... orang lain yang melihatnya tanpa disuruh pun akan mengikuti langkah kita untuk meraih prestasi juga... :)



Sahabat, di sini tidak ada pengajar dan diajar... Yang ada adalah kita semua pembelajar... :)
Kita sama-sama berproses untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi dari waktu ke waktu... :)
Dan manusia itu ga selamanya benar, ada kalanya khilaf dan salah, tugas kita sebagai saudara adalah menegur, mengingatkan dan mendo'akan kebaikan untuknya... :)

Ga ada kata terlambat kok untuk menjadi lebih baik, pun ga ada kata terlambat untuk menjadi inspirasi bagi orang lain... :)

Yuk, kita berlomba-lomba dalam kebaikan... Berlomba-lomba untuk berprestasi dan memberi manfaat bagi orang lain... Berlomba-lomba untuk menjadi inspirasi bagi orang lain... :)

Ingat... orang yang terbaik diantara kita bukan orang yang paling kaya, paling cantik/tampan, paling cerdas, paling jago karate, dan paling-paling yang sifatnya pribadi...
Tapi yang terbaik diantara kita adalah yang PALING BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN... :)

So, mari kita terus belajar untuk menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat lagi... :)

Hmmm... Masih ragu jadi inspirasi bagi orang lain??
Let's wake up... !!
Be inspirator?? Why Not?? Coz we can do it... :)


Semangat... semangat... semangat... :)

Sekian dulu ya sahabat, akhirnya rem nya ketemu juga.. Jadi bisa berhenti (padahal sebenarnya karena tangannya udah mulai pegel dari tadi nulis tanpa henti...hehehe....)

Satu lagi pesan bang Napi...eh... salah... maksudnya pesannya Bang Isa Alamsyah, Suami dari mb Asma Nadia... NO EXCUSE...!!!!

Orang gagal mencari-cari alasan untuk berhenti, Orang SUKSES, BERHENTI mencari-cari ALASAN... :)

So, wanna be a successfull?? NO EXCUSE!!!!! :)

Semoga bermanfaat ya... :)